Penguasa Kekosongan

Penguasa Kekosongan
Terbongkarnya rahasia Zeldris


__ADS_3

"Percuma saja, kamu tidak bisa memasuki dunia itu" ucap kakek dengan tenang.


"Dunia itu diciptakan oleh Zel, dia menyebutnya sebagai dunia Kekosongan, dunia baru ini tidak sengaja diciptakan oleh Zel" tambahnya.


"Tanpa sengaja?" ucap Reglia dengan aneh.


"Hahaha.. Zel memiliki kekuatan yang tidak masuk akal, makanya dia menyegel kekuatannya agar tidak terdeteksi oleh kalian, dan segel itu memicu terciptanya dunia itu" kakek menjelaskan sambil tersenyum sembrono.


"Ayah mertua lakukan sesuatu!, aku tidak bisa tenang sebelum melihat Zel" kata Arcana memohon.


"Baiklah, akan kutunjukkan pertempuran antara Zel vs jiwa Zel yang memiliki kepribadian lain" ucap kakek dengan tenang.


Lelaki tua itu menjentikkan tangannya, tiba-tiba muncul sebuah gambar, tempat yang segala sesuatunya berwarna putih dan ada dua Zeldris, satu berambut merah darah dan satu lagi berambut hitam yang berdiri diam seperti patung.


..


Tiba-tiba aku mendengar suara ibu, itu langsung menyadarkanku, setelah itu aku memikirkan sebuah solusi untuk keluar dari pengaruh kekuatan diriku yang lain.


"Tidurlah yang tenang Zeldris" Zeldris berambut merah berkata dengan senyum senang.


Aku menggunakan "World Eyes" untuk melihat kelemahan dari diriku yang lain dan "Time Return Magic" untuk sadar kembali dari pengaruh kekuatan "Nothingness World".


"Kamu, bagaimana kamu bisa lepas dari pengaruh Nothingness World" ucap Zeldris berambut merah dengan heran.


"Ibuku Arcana yang menyadarkanku" ucapku dengan tenang.


"Apakah kamu mempermainkanku, Zeldris"


"Tidak, aku mengatakan yang sebenarnya... maafkan aku, diriku yang lain, aku tidak ingin menghilang, jadi aku akan melenyapkanmu"


"Aku tidak mengerti dari mana rasa percaya dirimu berasal"


"Second Seal Open"


Ini adalah segel kekuatanku dari ras Malaikat tertinggi, rambutku yang awalnya hitam berubah menjadi perak dan pupilku yang semula hitam berubah menjadi biru.

__ADS_1


"Bajingan kamu Zeldris, apakah kamu sudah gila, memaksa kebangkitan rasmu ”


"Kau harusnya yang paling tahu tentangku, bahwa aku paling gila dalam cara bertarung untuk menang" kataku sambil tersenyum bahagia.


Aku menghilang di tempatku dan muncul kembali di belakang Zeldris berambut merah sambil menebaskan pedangku yang terbuat dari sihir.


Dia menangkis seranganku tetapi masih diterbangkan oleh serangan itu, dia memperlambat dampaknya dengan menusukkan pedangnya ke tanah untuk mengurangi kecepatan dampaknya. Aku muncul di hadapannya dan menembus tubuhnya menggunakan tanganku ke jantungnya.


"Aku sedikit lagi bisa mendapatkan tubuhmu, mengapa detik detik terakhir malah gagal" ucap Zeldris berambut merah dengan kesal.


"Tidak, kamu tidak mungkin bisa mewujudkan hal itu, kapanpun itu"


"Cih, terlalu percaya diri akan menghancurkan dirimu sendiri"


"Bukan itu maksudku, kamu pernah bilang bahwa kamu adalah aku, dan aku adalah kamu" ucapku dengan tenang.


"Jadi hanya ada satu syarat untuk mengalahkanmu, dan itu melampaui batas kekuatanku sebelumnya" tambahku.


"Hah"


Ibu terima kasih telah menyadarkanku. Sepertinya meninggalkan Dinasti Fernandes keputusan yang benar bagi diriku. Batinku.


"Ya, itu keputusan yang benar tuan"


"Kekosongan kah!.. terima kasih telah meminjamkan kekuatanmu"


"Tuan tidak perlu terima kasih, itu kewajiban ku"


"Kekosongan hubungkan aku dengan Rose!"


"Baik tuan"


Lima menit kemudian suara Rose terdengar di telingaku.


"Tuan, apa ada masalah mendesak"

__ADS_1


"Rose, kirimkan pesan kepada seluruh Dua Belas Pelindung dari Pulau Impian, untuk segera kembali ke pulau impian dan untuk sementara menunda misi terlebih dahulu"


"Baik tuan.. Hal mendesak apa yang terjadi"


"Para bajingan itu menyerang ku"


"APAaa... Tuan apa kau tidak apa apa" ucap Rose dengan khawatir.


"Hmm... Tidak apa-apa, hanya saja karena bajingan tua itu, aku harus menghadapi masalah yang lebih menyusahkan"


"Syukurlah kalau tuan baik baik saja, tuan aku akan menghubungi mereka semua dan bersiap untuk menghadapi para bajingan itu"


"Rose, aku serahkan masalah ini padamu"


"Baik Tuan"


Istana Dinasti Fernandes. Aula Singgasana.


"Hahaha... Apakah kalian melihatnya sekarang, betapa gilanya kekuatan yang dimiliki Zel"


"Aku tidak menyangka bahwa dia sekuat itu" ucap Reglia dengan terkejut.


"Ayah mertua, apakah kamu sudah lama mengetahuinya?" Kata Arcana dengan rasa ingin tahu.


"Tidak, aku baru saja mendengar dari seseorang. Aku juga tidak mengetahuinya sebelumnya, tapi aku sudah lama mencurigainya"


"Apa kalian masih ingat insiden penculikan Zel dan Elise"


"Apakah ayah curiga bahwa Zel lah yang membunuh kedua anggota Tujuh Penguasa Kematian?" ucap Reglia dengan terkejut.


"Ya, mungkin aku tidak berpikir seperti itu sebelumnya, tapi sekarang aku yakin Zel yang membunuh mereka berdua"


"Tapi kenapa Zel menyembunyikan kekuatan aslinya" ucap Reglia dengan aneh.


"Itu tentu saja, dia tidak mau dipaksa olehmu untuk menjadi penerusmu selanjutnya"

__ADS_1


__ADS_2