
Sinar cahaya putih menyinari seluruh tubuh Sapphire, sayap seputih salju muncul di punggung Sapphire.
*
"Apakah ini wujud dari ras malaikat?" ucap Kaisar Rudra dengan penasaran.
"Tidak, ini kekuatan dari ras elf kuno"
Sapphire menancapkan pedangnya ditanah. "Love World" ucap Sapphire.
Dalam segejap mata seluruh kekaisaran nova menjadi seperti hutan, tiba tiba muncul pohon pohon tinggi menjulang ke awan.
"Bajingan, dia memiliki kekuatan garis keturunan Love Heart" ucap pria itu dengan kesal.
"Kekuatan apa itu?"(Rudra)
"Itu kekuatan unik yang sangat legendaris, kekuatannya bisa disandingkan dengan sihir kuno terlarang. Pantas saja, dia bisa lepas dari kekangan Destiny Changing Magic"
Sapphire melambaikan tangannya.
Dari segala arah tanaman tanaman itu menyerang kedua pria itu.
"Cih, merepotkan"
Pria itu meletakkan telapak tangannya di tanah.
"World of Death"
Kabut hitam menyelimuti seluruh kekaisaran nova, semua makhluk hidup di seluruh kekaisaran nova langsung mati.
Sapphire mencabut pedangnya dan mengangkat tinggi pedangnya mengarah ke langit. Seluruh sinar cahaya putih memasuki tubuh Sapphire.
"Love Life"
Seluruh makhluk hidup yang sebelumnya mati, mereka mendadak hidup kembali.
"Ini hanya membuang buang waktu. Sangat sayang sekali, bila aku harus membunuhmu, jangan salahkan aku bila kamu mati"
"Emptiness World" ucap pria itu.
Seluruh kekaisaran nova dilanda kegelapan pekat.
Namun sihir pria itu tiba tiba menghilang. Seluruh kekaisaran nova kembali seperti semula.
"Apa yang terjadi?" ucap pria itu dengan bingung.
Sebuah sinar cahaya berwarna ungu menyinari seluruh kekaisaran nova dan cahaya itu berkumpul dikalung yang dikenakan oleh Sapphire.
Senyum senang muncul dibibir Sapphire.
"Sayang, meskipun kamu tidak disampingku kamu tetapi melindungiku"
Sapphire tahu bahwa sihir yang digunakan oleh pria itu sangat berbahaya, apa lagi sihir Emptiness World itu. Dia pasti mati, bila kalung pemberian suaminya tidak menyelamatkannya.
"Bajingan, Zeldris memberikan para wanitanya God Magic Tool" ucap pria itu dengan marah.
"Lalu apa yang harus kita lakukan"(Rudra)
"Kita akan mundur dulu dan mengubah rencana kita"
"Baiklah"(Rudra)
Dua orang itu menghilang menggunakan Space Magic.
*
Istana Kekaisaran Ferglyn. Ruang Pertemuan.
Kakak Agnes menyuruh Agnes datang ke ruang pertemuan, tapi karena dia tidak ingin berpisah dengan Zeldris, akhirnya dia mengajak Zeldris ke Ruang Pertemuan.
"Kakak, kenapa kamu menatap suamiku seperti itu" ucap Agnes dengan kesal.
Setelah berakhirnya pertempuran di ibukota Viidakko, sifat Agnes agak berubah, yang sebelumnya pemalu di depan Zeldris sekarang menjadi overprotective.
"Heem... Agnes, apa kamu yakin dengan pilihanmu?"
__ADS_1
"Kakak. Ini urusanku, kamu jangan ikut campur!"
"Baiklah, jangan salahkan aku, bila nanti kamu menyesal"
Agnes melototi kakaknya dengan marah dan niat membunuh bocor keluar dari tubuhnya.
"Kakak, apa kamu yang mengirim pembunuh itu?" suara Agnes sangat dingin.
"Aku..." sebuah pedang sudah berada dilehernya.
"Kakak, kamu satu satunya keluargaku yang masih hidup, namun bila kamu melukai suamiku. Aku akan membunuhmu" setelah mengucapkan kata kata itu, Agnes langsung menarik Zeldris pergi meninggalkan Ruang Pertemuan.
Zeldris terkejut dengan tindakan Agnes, dia tidak menyangka bahwa Agnes akan bertindak sejauh itu buat dirinya.
Zeldris dan Agnes kembali keruangan mereka dan sudah ada Yukihana yang menyiapkan makanan buat mereka.
"Sayang, selamat datang kembali" ucap Yukihana sambil memberi Zeldris pelukan hangat. Setelah itu dia menyipitkan matanya menatap Agnes.
"Agnes, apa kamu sudah memperingatkan kakakmu, untuk tidak macam macam terhadap suami kita"
"Ya. Jangan khawatir Yukihana, jika dia mengulangi perbuatannya lagi, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri."
"Baiklah"
Mereka bertiga berangkat ke Hutan Oerwoud menaiki Demonic Beast bertipe kuda yang mereka pinjam dari prajurit Kekaisaran Ferglyn.
"Sebelumnya, untuk apa kalian berdua pergi ke hutan Oerwoud?"(Zeldris)
"Tumbuhan guérison, sayang"(Agnes)
"Tumbuhan apa itu?"(Zeldris)
"Tumbuhan guérison sangat berguna menghilangkan racun langka"(Yukihana)
"Hmm... Yukihana, apakah ada kerabatmu yang terkena racun langka?"(Zeldris)
"Ya, dia adalah sepupuku yang diracuni akibat membatalkan pernikahannya"(Yukihana)
"Yukihana, aku tidak menanyakan ini sebelumnya, karena aku takut kamu akan marah, kenapa sepupumu membatalkan pernikahannya?"(Agnes)
"Uhuk uhuk uhuk" Zeldris tersedak mendengar hal itu dan batuk.
"Sangat buruk"(Agnes)
"Iya, maka dari itu sepupuku membantalkan pernikahannya"(Yukihana)
"Kalian berdua bisakah berhenti membicarakannya, itu sangat menjijikan sampai membuatku sangat mual"(Zeldris)
"Maaf sayang" ucap mereka berdua.
Mereka kembali ke tempat pertarung Zeldris melawan minotaur.
"Ah... Akhirnya ketemu juga" ucap Yukihana dengan senang.
"Hmm... Inikah tumbuhan guérison itu" ucap Zeldris sambil mengamati dengan cermat.
"Iya sayang"(Yukihana)
"Apakah ada hal lain yang ingin kalian temukan?"(Zeldris)
"Tidak ada sayang"(Yukihana)
"Baiklah, saatnya kita pulang"(Zeldris)
"Baik" ucap mereka berdua.
Tiba tiba seluruh tubuh Zeldris terasa sangat sakit, otaknya kayak mau pecah.
"Arhhhh"
Teriakannya sangat kencang sampai bergema di hutan yang sunyi.
"Sayang, kamu kenapa"(Yukihana)
"Sayang, apa yang terjadi padamu"(Agnes)
__ADS_1
Yukihana dan Agnes sangat panik melihat Zeldris kesakitan seperti itu.
Zeldris berguling guling di tanah sambil memegang kepalanya. Sebuah rantai hitam muncul di punggung Zeldris yang menjulang tinggi keatas awan.
(Ini apa yang terjadi, kenapa ada rantai "Destiny Changing Magic" pada punggung tuan)
Rantai hitam terus menerus bermunculan di tubuh Zeldris, salah satu rantai bagian jantung Zeldris yang semula hitam berubah warna menjadi putih.
*
Di Atas Langit. Dua ribu mil jauhnya dari tempat Zeldris berada.
"Akhirnya ketemu"
"Di sinikah?"
Sebuah ruang kosong yang tiba tiba muncul celah ruang yang membentuk terowongan.
Tap tap tap.
Dua pria muncul dari terowongan itu. Salah satu pria itu membawa pedang besar berwarna emas di pundaknya, dia memiliki rambut berwarna perak, pupil mata kirinya berwarna merah, diatas mata kirinya terdapat tato berbentuk bintang.
"Ban, kau pergilah sendiri"
"Kenapa kau tidak ikut denganku? Allen" ucap pria yang tangan kanannya memegang tombak berwarna emas, dia memiliki tato berbentuk bintang bagian lehernya.
"Seseorang akan menghancurkan terowongan ruang ini, bila aku meninggalkan tempat ini"
"Baiklah" Ban terjun bebas dari langit.
*
Melihat Zeldris mengerang kesakitan, Yukihana dan Agnes menangis di sampingnya, mereka tidak tahu harus berbuat apa.
(Tuan. Ini sangat gawat, orang yang sangat kuat datang)
Namun Zeldris tidak menanggapinya, akibat rasa sakit yang dialaminya.
Boom
Sebuah kawah besar tercipta ditanah, akibat hantaman dari Ban.
"Benar benar hobi yang buruk" ucap Ban saat melihat rantai hitam yang melilit Zeldris.
Cling
Yukihana dan Agnes dengan waspada menatap pria itu yang tiba tiba jatuh dari langit.
Dengan cepat Ban muncul di depan Zeldris sambil menusukan tombaknya.
Dang
Agnes menahan serangan tombak itu dengan pedangnya, namun dia terpental sejauh lima ratus meter.
Boom
"Cogh" dia menghantam batu dan mut'ah darah.
Yukihana menyerang Ban dengan cepat menggunakan rapiernya mengincar jantungnya. Jantung Ban tertusuk oleh rapier itu, namun sebuah senyum muncul di bibirnya, melihat itu Yukihana langsung mundur dan menjaga jarak dari ban.
Sebuah lubang tercipta di dada Ban, namun sebuah darah tidak menetes keluar dari luka itu.
"Hei wanita, aku akan membiarkanmu hidup, bila kamu mau menjadi wanitaku"
"Bermimpilah"
Slash
Serangan pedang cepat dari Agnes melukai Bahu kanan Ban, namun seperti sebelumnya darah tidak menetes keluar dari luka itu. Agnes tidak terlalu memperdulikan lukanya, karena lawan yang dia hadapi ini sangat kuat.
"Nature Magic"(Agnes)
Ranting dan daun, akar mereka terbang melilit tubuh Ban.
Senyum sinis muncul dibibir Ban. Ranting dan daun, akar yang melilit Ban langsung menjadi layu dan mati.
__ADS_1