Penguasa Kekosongan

Penguasa Kekosongan
Kemarahan Marlene


__ADS_3

Yang dulunya sebuah istana kekaisaran megah sekarang sudah menjadi reruntuhan, kemegahan ini hanya hilang selama satu malam dan yang menghancurkan kemegahan itu hanya satu orang.


Dia wanita cantik yang memakai gaun berwarna biru bermotif bunga dengan pedang di pinggangnya. Menggunakan pedangnya dia meratakan seluruh istana kekaisaran dan membantai seluruh orang yang berusaha menghalanginya.


Wanita itu adalah Marlene Fernandes, putri kelima dari Dinasti Fernandes. Dia memiliki rambut berwarna perak dan pupil mata berwarna biru.


"Putri..saya tidak mempunyai permusuhan dengan mu..kenapa kau melakukan seperti ini kepada kekaisaranku" kata wanita yang berlumuran darah di seluruh tubuhnya.


"Kamu telah melakukan dosa yang sangat besar"


"Putri..saya orang yang bodoh tolong beritahu kepadaku apa kesalahanku"


"Kamu telah mempermalukan adikku yang manis Zeldris"


"Saya tidak bermaksud mempermalukannya putri..jika Pangeran Zeldris memang sangat ingin aku menikah dengannya..aku akan bersedia putri"


"Kamu sepertinya salah paham yang aku maksud..kamu sangat tidak pantas buat Zeldrisku..bahkan untuk menjadi pelayannya saja kamu tidak pantas"


"Putri tolong maafkan saya"


Namun perkataannya tidak didengar, Marlene menebas tubuh wanita itu sampai tidak bisa dikenali.


..


Tiga hari sebelum keberangkatan Zeldris meninggalkan Dinasti Fernandes.


Reglia berulang tahun ke 40 tahunnya, dia mengundang kerabat terdekat dan salah satunya adalah Kekaisaran Império.


Kekaisaran Império dipimpin oleh seorang permaisuri bernama Rise Império, dia wanita yang cantik dan berbakat.


Reglia yang merasa bahwa sudah waktunya Zeldris mempunyai tunangan, dia menjodohkannya dengan Rise.


Namun Rise menolaknya dan mengatakan bahwa dia lebih baik bertunangan dengan Pangeran Arnos daripada Pangeran Zeldris.


Ini sangat membuat marah keluarga Fernandes dan ingin menghancurkan Kekaisaran Império, tetapi Reglia menghentikan mereka, karena almarhum ayah Rise adalah sahabatnya.


..

__ADS_1


Di sebuah kamar mewah, ada dua wanita cantik, dari pakaian hingga gaya rambut, mereka seperti saudara kembar, bedanya yang satu kecantikan dewasa dan satunya kecantikan remaja.


"Ibu kita harus cepat mencari Zel..aku sangat menghawatirkannya"


"Aku tahu..tapi aneh sekali, aku tidak bisa merasakan Mananya"


"Lakukanlah sesuatu ibu"


"Baik"


Seorang wanita cantik dengan rambut perak dan pupil mata berwarna emas memasuki ruangan mewah itu. Dia adalah Therese Fernandes, putri pertama Dinasti Fernandes.


"Marlene..apa kamu sudah membereskan wanita yang tidak tau diri itu"


"Aku sudah melakukanya..kakak, apa kamu sudah mendapatkan berita tentang Zel"


"Belum..tapi aku mendapatkan berita yang cukup menarik"


"Apa itu?"


"Zel mempunyai dua calon istri"


"Aku tidak tau..aku belum bertemu dengan mereka"


"Tapi aku tidak peduli tentang itu.. berapa banyak wanita yang ingin dinikahi Zel..selama aku menjadi salah satu dari mereka"


"Kakak..aku mengerti perasaanmu..aku juga akan melakukan hal yang sama..tapi kita harus menyingkirkan wanita yang berdampak buruk bagi Zel"


"Kamu benar..aku akan menyelidiki mereka berdua secepatnya"


..


"Infinite Sword World"


(Infinite Sword World : Dunia Pedang Tak Terbatas)


POV : Madaras

__ADS_1


Sinar cahaya berwarna biru keunguan berputar di sekitar kami, dan setelah itu kita tiba tiba sudah berada di mana banyak pedang yang bagian ujungnya tertancap di tanah, sejauh mataku memandang semuanya pedang.


Ini kah Artificial World?.


(Artificial World : Dunia Buatan)


"Zeldris, seperti rumor yang beredar bahwa kau memang monster" ucap Mard Geer dengan takjub.


Getaran terus menerus terjadi dan tidak pernah berhenti, seperti ada seseorang yang sedang bertarung di dekat sini.


Suara langkah kaki mendekat.


Sebuah suara wanita yang anggun terdengar di telingaku.


END POV : Madaras


"Tuan, apa yang membuatmu datang kesini?"


Wanita itu memiliki rambut perak dan pupil mata berwarna merah.


Dia memeluk tanganku dan menyandarkan kepalanya di bahuku.


"Meliodas akan melakukan pertarungan, jadi aku membawanya kesini"


"Meliodas, jangan sampai kamu kalah?"


"Nyonya Shiraori..Saya akan berusaha semaksimal mungkin"


"Apa kamu berlatih sendiri?" Ucapku.


"Tidak, aku berlatih bersama Rose"


Shiraori tiba-tiba mendekatkan bibirnya yang merah ceri ke bibirku dan menciumku dengan agresif, lalu menggunakan kedua tangannya untuk memeluk leherku.


Madaras dan Sapphire melihat itu pipi mereka langsung memerah karena malu.


"Shiraori, siapa yang mengajarkanmu hal ini?"

__ADS_1


"Sukasa bilang kepadaku, bahwa Tuan sangat menyukai wanita yang agresif"


Aku mendengar itu terkejut, apa rencana Sukasa untuk mengajari Shiraori hal ini.


__ADS_2