
Di Istana Kekaisaran Nova terdapat seorang wanita cantik sedang duduk di singgasana.
Wanita tersebut memiliki rambut pirang dan bertelinga yang runcing dengan gaun istananya yang berwarna biru,dia bagaikan peri.
Tap tap tap..
"Permaisuri,Kaisar Arthur datang menemuimu!"
"Suruh dia balik kekaisarannya,menggangguku saja"
"Tapi orangnya sudah tiba di kekaisaran kita,bila kita langsung menyuruhnya pulang,itu tidak pantas"
"Aku tidak perduli,aku tidak ingin melihatnya"
"Permaisuri,apa anda tidak pertimbangkan dulu,takutnya bisa memicu kemarahan kaisar Arthur"
Boom..
Wanita paruh baya itu terlempar ke dinding dan batuk darah,sebuah lubang besar tercipta di dinding itu.
"Anda sebenarnya adalah menteri Kekaisaran saya atau menteri Kekaisaran Arthur..Kamu tidak usah mengurusi masalahku,bilanglah kepada Arthur,bahwa aku tidak ingin melihatnya!"
"Baik Permaisuri"
Di ruangan mewah terdapat seorang pria tampan memakai armor berlapis emas,matanya berwarna merah membuatnya terkesan lebih dingin.
Tok tok tok
"Masuk"
"Maaf Kaisar Arthur,Permaisuri tidak ingin menemui anda"
"Baiklah,aku akan pergi kalau begitu"
Wanita paruh baya bingung dengan tindakan Kaisar Arthur yang pergi begitu saja,biasanya dia akan tetap tinggal di kekaisaran Nova sampai Permaisuri mau menemuinya.
Sapphire mengerutkan keningnya mendengar Arthur langsung pergi dan menyerah untuk menemuinya.bukannya dia ingin Arthur tinggal,Sapphire hanya khawatir ada konspirasi.
"Wow..cantik sekali..hahaha" Kata Asta dengan sembrono.
Sebuah suara mengganggu lamunan Sapphire.ia menghunuskan pedangnya dan berkata.
"Siapa kalian"
"Tujuh Penguasa Kematian, Permaisuri Sapphire,kami datang ke sini untuk membentuk aliansi denganmu. Kata Licht dengan tenang.
"aku tidak tertarik,kalian pergilah"
Licht mengerutkan keningnya dan cemberut.
"Bajingan,kamu meremehkan kami" Asta berkata dengan marah.
"Tidak,aku tidak meremehkan kalian"
"Lalu kenapa kau menolak,aliansi ini pasti akan menguntungkan kedua pihak" Kata Licht dengan jelas.
"Aku tidak tertarik,kalian pergilah"
"Kau" Asta berkata dengan marah sambil mengepalkan tangannya.
"Asta ayo kita pergi" Kata Licht dengan tenang.
Licht menggunakan "Eternal Bleak Magic" untuk meninggalkan kekaisaran Nova.
Deg deg..
__ADS_1
Detak jantung Sapphire berdetak dengan kencang dan seluruh tubuhnya terasa panas.
"Akhirnya aku akan bertemu denganmu,suamiku" Sapphire berkata dengan senyum senang.
Sapphire terkenal sebagai membenci seorang pria,hal itu karena di sangat tidak mau berinteraksi dengan pria.
bahkan di istananya saja tidak ada satupun pria, dari menteri sampai prajurit mereka semua wanita.
Tetapi hal itu tidak sepenuhnya benar,
Sapphire hanya tidak ingin berinteraksi seorang pria selain suaminya.
Sapphire memiliki kekuatan keturunan yang di wariskan oleh ibunya yaitu "Love Heart".
Detak jantungnya akan berdetak sangat kencang dan seluruh tubuhnya akan terasa panas bila akan menjumpai calon suaminya.
Kekuatan "Love Heart" akan bangkit sepenuhnya bila sudah menemui pasangannya.
"Love Heart" memiliki kekuatan mengerikan saat sudah bangkit.
Dulu ibunya bahkan bisa menghadapi 2 musuh sekaligus dengan kekuatan selevel Penguasa Dinasti.
..
Setelah aku selesai melawan Licht, aku kembali ke kerajaan Celiana bersama Mikasa, Mine dan Asuna.
Saya mengirim Asura ke kerajaan Éclair menggunakan Space Magic.
Taman Bunga,Istana Kerajaan Celiana.
Aku menikmati pemandangan alam yang indah sambil berbaring menggunakan paha Asuna sebagai bantalku.
Hah..ini surga.Gumamku.
"Asuna, bagaimana luka kakakmu?"
"Sayang..terima kasih karena tidak membunuh kakakku" tambahnya.
"Hem..tidak masalah" aku berkata dengan tenang.
"Sayang..aku berjanji bila kakakku mengulangi perbuatannya,akan aku sendiri yang membunuhnya" Asuna berkata dengan tegas.
"Sayang...aku berjanji jika kakakku mengulangi perbuatannya, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri" kata Asuna dengan tegas.
"Itu tidak perlu..aku punya cara untuk mengatasi hal ini..serahkan masalah ini kepadaku" Aku berkata dengan tegas.
"Baik sayang" Asuna berkata dengan patuh.
Mikasa menghampiri kami sambil membawa
wadah makanan dan berkata.
"Sayang,aku sudah membuatkanmu makanan kesukaanmu"
"Hem..bagaimana kamu mengetahui makanan kesukaanku?" kataku dengan heran.
"Hehehe..aku bertanya dengan ibu mertua" Mikasa berkata sambil tersenyum.
"Hah..kamu bertanya dengan ibuku?" Aku berkata dengan terkejut.
"Iya Sayang"
"Ini tidak baik" Kataku dengan gelisah.
"Ada apa sayang?" Asuna berkata dengan bingung.
__ADS_1
"Ibuku pasti sudah tahu,bahwa aku berada di sini." Aku berkata dengan gugup.
"Ya,aku memberitahunya dan juga tentang hubungan kita" Kata Mikasa dengan tenang.
"Sayang..kenapa kamu gugup" Kata Asuna dengan penasaran.
"Mikasa..Asuna..aku akan pergi sekarang"
"Kenapa sayang..apa aku berbuat salah karena memberitahukan dengan ibumu..maafkan aku sayang" Mikasa berkata dengan meneteskan air mata.
Aku menghela nafas dan berkata.
"Mikasa..aku tidak marah denganmu..Lagi pula jika ibu tidak datangpun,aku akan meninggalkanmu untuk sementara ini..kamu mendengarkan,apa yang aku bicarakan dengan rose waktu itu..jadi kamu tidak usah merasa bersalah" kataku sambil menghapus air matanya.
"Sayang..kamu akan kemana..atau tinggal saja di kekaisaran Éclair" Kata Asuna dengan penasaran.
"Maaf sayang, aku juga memberitahu ibumu, bahwa Putri dari Dinasti Éclair telah menjadi istrimu..pasti ibumu akan datang ke Dinasti Éclair..setelah mengetahui kamu tidak berada disini" Mikasa berkata dengan menyesal.
"Kalian berdua tenang saja...aku sudah memiliki rencana" aku berkata sambil memeluk mereka berdua.
"Baiklah kalian berdua..aku pergi dulu..ada satu hal yang harus kalian rahasiakan dari ibuku atau keluargaku, yaitu tentang kekuatanku" tambahku.
"Kami mengerti sayang..kamu tidak perlu khawatir" Mikasa berkata sambil tersenyum.
"Kami tau kog tentang hal itu" Asuna berkata sambil menyeringai.
Setelah itu aku menggunakan "Space Magic" untuk meninggalkan kerajaan Celiana.
Seperti yang ditakuti oleh Zeldris,ibunya langsung menuju kerajaan Celiana setelah mengetahui tentang keberadaannya.
"Ratu..saya melapor bahwa Permaisuri Arcana sudah menunggu anda di aula istana"
"Apa..kamu antarkan Permaisuri Arcana ke ruang aula pertemuan..kamu harus sopan padanya..jangan ada kesalahan" Mikasa berkata dengan gugup.
"Baik Ratu"
"Asuna..apa kamu akan menemui ibu mertua bersamaku"
"Ya"
Kota Jižní,Wilayah Kekaisaran Heartfilia.
Aku sedang minum kopi di warung dekat kota sambil menikmati hiruk pikuk kota. Ini adalah kota terbesar di Wilayah Kekaisaran Heartfilia
Banyak petarung yang datang kesini untuk mengikuti Festival Senjata Suci,festival tersebut diadakan 10 tahun sekali.
Peserta akan diminta mencabut pedang yang tertancap di depan istana kekaisaran Heartfilia,yang konon merupakan pedang pahlawan dari kerajaan Heartfilia.
Bagi siapapun yang bisa mencabut pedang tersebut akan diberi hadiah apapun oleh permaisuri.
"Tuan.."Tuan.. tidak menyangka saya akan bertemu dengan anda disini" kata seorang pria yang tiba tiba bersujud di hadapanku.
Pria itu adalah Meliodas, Dua Belas Pelindung Pulau Impian, salah satu pengikutku yang aku andalkan.
Karena apapun misi yang kuberikan padanya, dia pasti akan menyelesaikannya dengan sempurna.
Meliodas adalah pria tampan dengan tubuh tegap dan berotot, dengan armor merahnya membuatnya sangat mengintimidasi.
"Meliodas..apa yang kamu lakukan di sini?"
"Tuan..Saya diperintahkan oleh Permaisuri Sakura untuk menyelidiki buah kecantikan"
"Apa buah kecantikan berada di sini"
"Ya Tuan..Menurut penyelidikan Itachi, buah itu ada di dalam Istana Kekaisaran Heartfilia"
__ADS_1
"Hem..Meliodas karena kita sudah lama tidak bertemu, temani aku minum anggur!"
"Baik tuan"