
Setelah berpisah dengan Meliodas, aku berkeliling di kota Jižní untuk mencicipi makanan khas Kekaisaran Heartfilia.
Dengan tangan mungilnya seorang gadis kecil yang cantik membawa dagangannya dan menawarkannya kepada setiap orang yang lewat di depannya, dia memakai pakaian yang sangat sederhana.
"Kakak..ini aku menjual makanan yang sangat enak..kamu mau membelinya?" Kata gadis kecil itu sambil tersenyum padaku.
"Aku akan membeli ini semua..berapa harganya?" Kataku sambil tersenyum.
"Kakak..apa kamu berkata bersungguh sungguh?" Kata gadis kecil itu dengan terkejut.
"Tentu saja"
"Ini semuanya berjumlah 500 Rupiah..kakak"
(Mata uang Kekaisaran Heartfilia adalah Rupiah)
Aku memberinya 1.000 Rupiah dan berkata.
"Kembaliannya untuk kamu"
"Terima kasih banyak kakak" Kata gadis kecil itu sambil tersenyum senang.
"Iya..sama sama"
"Kakak..nama kamu siapa?"
"Aku Zeldris..kalau nama kamu siapa?"
"Namaku adalah Nana"
"Nana!..nama yang bagus" aku berkata sambil membungkuk untuk mengelus rambutnya.
Nana memiliki Ras Vampir Kuno karena memiliki rambut berwarna perak dan bertelinga runcing.
"Nana.. sampai jumpa"
"Ya sampai jumpa lagi..kakak Zeldris"
Aku meninggalkan keramaian kota Jižní dan menuju ke istana Kekaisaran Heartfilia.
POV : Nana
Aku sangat senang hari ini karena bertemu dengan Kakak Zeldris, dia sangat baik kepadaku, ketika besar nanti aku pasti akan menikah dengan kakak Zeldris.
Sebelum pulang ke rumah, seperti biasa, aku akan membeli obat untuk kakek.
"Kakek..aku pulang"
Ketika aku memasuki rumahku tiba-tiba Aku melihat dua pria asing, salah satu pria itu mencengkeram leher kakekku, dan pria lainnya dengan santai duduk di tempat tidur kakekku.
"Siapa kalian...apa yang kalian lakukan pada kakekku?" Kataku sambil berlari ke arah kakekku.
__ADS_1
Tapi pria yang sedang duduk di tempat tidur tiba-tiba berdiri di depanku dan mencekikku.
"Ini tidak ada hubungannya dengan Nana..Aku mohon tolong kepadamu untuk melepaskannya" kata kakekku kepada pria yang mencekikku.
Aku tidak bisa bernapas, tubuhku terasa tidak berdaya, apa aku akan mati sekarang, jika aku bereinkarnasi, aku pasti akan mencari Kakak Zeldris memintanya untuk menikah denganku.
Aku menutup mataku dan berharap bahwa harapanku terkabul.
END POV : Nana
"Kalian bajingan" ucap kakek Nana dengan marah.
Cahaya biru keunguan menyinari seluruh tubuh Nana.
Seorang wanita cantik tiba-tiba muncul di depan mereka.
"Kalian para sampah..mati"
Wanita cantik itu menjentikkan jarinya dan kedua pria asing itu menghilang menjadi debu.
"Kamu siapa" ucap kakek Nana dengan waspada.
"Aku Rose..aku kesini untuk menyelamatkan gadis kecil ini, karena Tuanku telah memilihnya"
"Memilihnya..apa maksudmu?"
"Seseorang yang didalam tubuhnya terdapat Mana Tuanku, orang itu sudah menjadi milik Tuanku" Rose berkata dengan tenang.
"Aku akan membawa gadis kecil ini, apa kamu memiliki permintaan?" tambahnya.
"Tenang saja..pasti akan kulakukan atas nama Tuanku Zeldris"
"Sampaikan kepada Tuanmu..aku sangat berterima kasih padanya"
"Baik"
..
POV : Sapphire
Deg deg deg
Suamiku, kamu akhirnya datang. Renungku.
"Coyote bisakah kamu memberitahuku..apa misi yang diberikan Mard Geer padamu" Kata suamiku yang tiba-tiba muncul di belakang meliodas.
Suamiku memiliki wajah yang sangat tampan, akhirnya setelah lama menunggu, aku bisa bertemu dengan suamiku. Gumamku
END POV : Sapphire
Kemunculanku yang tiba tiba mengejutkan mereka semua.
__ADS_1
"Kamu..anda..Kenapa anda berada di sini?"
Keringat dingin membasahi seluruh tubuh Coyote.
Aroniero dan Llargo sama-sama menggigil ngeri, mereka tidak bodoh, seseorang yang mengetahui nama Tuan mereka bukanlah seseorang yang sederhana, bahkan kemunculannya yang tiba-tiba bahkan lebih menakutkan daripada senior mereka.
Kedatangan Senior Coyote, mereka berdua masih bisa merasakannya meski hanya samar-samar, tapi pria di depan mereka ini, mereka sama sekali tidak bisa merasakan apa-apa.
"Central Universe tempat tinggalku yang sebenarnya..mengapa aku tidak bisa berada disini" aku berkata dengan tenang.
(Central Universe : Semesta Tengah)
"Saya...tidak bermaksud berbicara begitu" Coyote berkata dengan panik.
"Kembali ke pertanyaanku sebelumnya..misi apa yang diberikan Mard Geer padamu"
"Maafkan saya Tuan Zeldris..saya tidak bisa memberitahumu" Coyote berkata dengan gugup.
"Mard Geer..apa rencanamu untuk memerintahkan pasukanmu datang ke sini?"
"Memindahkan Kekaisaran Hueco Mundo ke Central Universe"
Seorang pria berusia sekitar 20 tahun tiba-tiba muncul di depan mereka, dia mengenakan baju besi biru.
"Apa yang terjadi dengan Outer Universe?"
"Outer Universe mengalami rusak parah akibat perang sepuluh tahun yang lalu"
"Mard Geer..kamu harus tahu bahwa Central Universe diperintah oleh Dinasti Fernandes..kenapa kamu tidak meminta izin terlebih dahulu, malah masuk secara diam-diam"
"Hubunganku dengan Dinasti Fernandes tidak terlalu baik. Adikku pernah menolak ungkapan cinta dari pangeran pertama Dinasti Fernandes"
"Hahaha..kamu terlalu banyak berpikir..kakakku Arnos tidak akan mempermasalahkan masalah kecil ini"
"Kamu..juga pangeran dari Dinasti Fernandes"
"Hal itu tidak penting..pokoknya kamu harus meminta ijin dulu"
"Zeldris..bagaimana kalau aku minta izinnya kepadamu saja, toh kita sudah saling kenal"
"Itu tidak mungkin..lebih baik kau tutup mulut tentangku setelah datang ke Dinasti Fernandes"
"Baiklah"
"Tuan, haruskah saya tetap melanjutkan pertarungan?" Coyote bertanya dengan hormat.
"Tidak perlu" ucap Mard Geer.
"Kalian masih tetap harus bertarung!" Aku berkata dengan tegas.
"Kita akan berpindah tempat, karena kalian berdua akan menghancurkan Kekaisaran Heartfilia, jika bertarung disini." tambahku.
__ADS_1
"Untuk tempatnya aku serahkan kepadamu" ucap Mard Geer.
"Infinite Sword World"