
"Hgh?!”
Saat darah menyembur dari dadaku.
"Zeldris, saya sudah muak dengan sifatmu yang naif"
Sialan. Aku bergumam.
Aku tidak bisa bergerak atau berbicara, hanya mendengar dan melihat yang aku bisa.
"Hahaha... Zeldris, saya akan menunjukkanmu bagaimana cara bertarung"
..
"Zeldris, sudah waktunya kamu untuk mati"
Kata lelaki tua itu sambil mencengkeram tangannya lebih erat pada leher Zeldris.
"Tidak semudah itu, bajingan tua"
Zeldris mencengkram tangan pria tua itu yang berada di lehernya, dan meremukkan tangan pria tua itu sampai terdengar tulang yang patah.
"Aghhhhh... Sialan kau bajingan kecil"
Menggunakan tangannya Zeldris menghancurkan seluruh rantai yang mengelilinginya.
Dia dengan tinjunya menghantam perut pria tua itu yang mengakibatkan perutnya mencekung, tidak selesai dari itu, dia juga memberikan rentetan pukulan ke pria tua itu.
"Hahaha... Apa hanya ini kekuatanmu, bajingan tua"
Aku melihat pertarungan antara diriku yang lain dan pria tua itu.
Benar benar cara bertarung yang brutal. Benakku.
Namun luka pada pria tua itu dengan cepat sembuh. Dia memiliki kekuatan regenerasi yang sangat menakjubkan.
"Bajingan kecil"
Pria tua itu berteriak sambil mengayunkan pedangnya.
Serangan itu sangat dahsyat karena menghasilkan gelombang yang mengerikan, namun Zeldris menangkis serangan itu dengan pedangnya.
"Hahaha... Tidak sia sia saya keluar, kau sangat kuat"
Bentrokan dua kekuatan membuat celah ruang bergetar hebat dan mengirim kami berdua terlempar keluar dari celah ruang, tiba di hutan lebat yang dikelilingi gurun.
Dengan brutal Zeldris mengayunkan pedangnya, serangannya sangat acak namun mematikan dan serangan itu menyulitkan pria tua itu.
"Sialan"
Dengan marah pria tua itu menyalurkan Mananya kedalam pedangnya, pedangnya langsung diselimuti cahaya merah, dengan kecepatan cahaya pria tua itu sudah sampai dibelakang Zeldris dan menebasnya.
__ADS_1
Darah segar mengalir bagian punggung Zeldris, namun senyum senang muncul dibibirnya. Dia muncul sebagai kilatan cahaya ungu.
Ungu dan merah—kedua warna tersebut berbenturan, menyebabkan yang berwarna Ungu terhempas ke belakang dan yang berwarna merah memuntahkan darah segar.
Pertarungan mereka terlalu cepat untuk dilihat oleh mata manusia, dan bayangan dari warna merah dan gerakan kebelakang dari Ungu adalah satu-satunya petunjuk dari sesuatu yang luar biasa dalam pertarungan tersebut.
"Bajingan kecil"
Pria tua itu meraung marah dan seluruh Mana di sekitaran berjarak lima mil masuk kedalam tubuhnya.
"Justice Magic"
(Justice Magic : Sihir Kehakiman)
Sebuah sinar cahaya dilangit menembakkan cahayanya ke seluruh tubuh Zeldris, cahaya itu menguapkan sekitarnya.
Tempat mereka bertarung langsung porak poranda karena serangan tersebut, kabut langsung mengelilingi tempat itu.
"Bajingan kecil, apa kamu masih bisa tertawa" pria tua itu berkata sambil tersenyum.
"Hahaha... Saya lupa bahwa kau tidak mungkin bisa menjawabku karena kamu sudah mati" tambahnya.
"Serangan yang lumayan menyakitkan untukku"
Sebuah suara yang menghilangkan senyum pada pria tua itu.
Sebuah massa hitam berbentuk bola masih tetap tegak dan tidak tergores, meskipun di sekitarnya udah menguap.
Pria tua itu mengepalkan kelapak tangannya dengan marah.
"Kamu terlalu melebih lebihkan trik kecilmu"
Massa hitam itu terbelah dan di dalamnya ada Zeldris yang tidak tergores, setelah itu massa hitam itu membentuk sayap di punggung Zeldris, rambutnya langsung berubah menjadi merah darah.
"Ras Iblis Kuno kah!"
Zeldris melakukan gerakan tangan menarik di udara kosong dan pria tua yang berdiri jauh darinya itu semakin mendekat seolah-olah ada yang menariknya.
Pria tua itu terkejut dan melakukan gerakan menghindar, namun itu sia sia karena dia tidak bisa lolos dari cengkraman Zeldris.
Zeldris mencengkeram kepala pria tua itu dan membantingnya. Pria tua itu terlempar bebas dengan kecepatan sangat tinggi, terhempasnya hanya setengah jalan, Zeldris memberikan pukulan ke bawah pada pria tua itu dan menghasilkan ledakan yang luar biasa. Sebuah kawah besar muncul ditanah.
Pria tua itu merangkak dari tanah dan mencoba untuk berdiri, Zeldris dengan cepat muncul dibelakangnya dan membanting kepalanya ke tanah, wajah pria tua dan tubuhnya hancur lebur.
"Grhh"
Pria tua itu mengerang tak berdaya.
"Cih, saya terlalu melebih lebihkan mu"
Zeldris menginjak injak tubuh pria tua itu sampai tak berwujud.
__ADS_1
Tombak yang tak terhitung jumlahnya muncul dari bawah tanah menyerah Zeldris, dia mencoba menghindarinya tetapi tidak berhasil karena tombak tidak datang dari tanah saja, bahkan dari atas di langit tombak yang tak terhitung jumlahnya turun menyerangnya, seluruh tubuhnya tertusuk tombak, dia seperti landak.
"Cogh"
Darah mengalir deras di sekujur tubuh Zeldris.
"Bajingan kecil akhirnya kau mati juga"
Tubuh pria tua itu yang hancur hingga tak berwujud langsung diperbaiki dengan cepat dengan mata telanjang.
Deg deg deg
Tubuh Zeldris menguap menjadi debu dan menjelma menjadi elang, elang tersebut terbang dan mendarat di bahu Zeldris yang sedang duduk santai di atas batu sambil minum kopi di pinggir area pertempuran.
"Bajingan tua, saya tidak mengerti dari mana rasa percaya dirimu datang"
Zeldris berkata sambil tersenyum jijik.
Wajah pria tua itu merah karena marah.
"Kau mati"
Dia terbawa emosi menyerang Zeldris dengan seluruh kekuatannya, dan Zeldris menyambut serangan tebasan pedang itu dengan pedangnya, mereka berdua sama sama terhempas ke belakang sejauh dua puluh meter.
Langit yang cerah berubah menjadi gelap, bintang-bintang di langit bersinar berkelap-kelip sinar cahaya berkumpul di tubuh lelaki tua itu.
"Star Power"
(Star Power : Kekuatan Bintang)
Zeldris mengerutkan keningnya dan dengan hati-hati menatap pria tua itu, dia menyerap semua Mana di sekitarnya empat mil jauhnya, seluruh tubuhnya bersinar merah darah, sebuah tato muncul di lehernya dalam bentuk huruf kuno yang berarti kegelapan
Hmm, hal langka terjadi, bahwa diriku yang lain meningkatkan kewaspadaannya. Gumamku.
Seluruh otot pria tua itu membengkak, dia mencengkeram pedangnya erat-erat dan menebaskan pedangnya yang mengakibatkan langit dan hutan terbelah oleh tebasan itu, kekuatan mengerikan itu mengirim Zeldris terbang lima mil jauhnya.
"saya tidak menyangka bahwa bajingan tua itu memiliki kemampuan meminjam kekuatan bintang" Zeldris berkata dengan kesal.
"Hahaha... Bajingan kecil, apa kamu terkejut dengan kemampuanku?"
"Ya, saya akui, saya sangat terkejut karena kemampuan itu milik ras kuno yang sudah punah"
"Hoh... Kamu memiliki pengetahuan yang luas" kata pria tua itu sambil mengirim tendangan ke arah dada Zeldris.
Zeldris melompat mundur dua langkah dan melakukan serangan balik dengan kepalan tangannya mengarah ke tengkuk pria tua itu, dengan tenang menerima serangan itu tanpa menghindar bahkan tidak membuat pria tua itu tersentak.
Pria tua itu meraih pergelangan tangan Zeldris dan melancarkan serangan lutut yang mengarah ke dada Zeldris.
"Cogh"
Darah segar menyembur keluar dari mulut Zeldris.
__ADS_1
Pria tua itu tidak menghentikan serangannya, dia menghujani tubuh Zeldris dengan tinjunya, seluruh tubuh Zeldris hancur lebur oleh serangan itu.