
"Sebentar lagi aku akan menjadi suamimu. Jadi, apa pun yang aku perintahkan kau harus menuruti semuanya. Termasuk mendapatkan hal itu lagi..."
"Apa maksudmu?" Tanya Emily tidak mengerti.
"Hm... jangan berlagak sok polos. Kita sudah sama-sama dewasa, pasti sudah paham." Kenzo menyeringai.
"Aku benar-benar tidak mengerti..." Kata Emily polosnya.
Kenzo memutar bola matanya, "Aku ingin bercinta denganmu lagi." Dia berkata berterus terang.
PLAK
suara tamparan itu menggema. Wajah tampan Kenzo terbuang ke samping. Pria itu mendengus, dengan bibirnya terbentuk senyuman menyeringai.
"Dasar pria mesum!" Emily berkata, lalu menyenonoh keluar.
Baru beberapa langkah dia berjalan, Kenzo langsung menariknya kembali, membuat wanita itu tertarik ke belakang dan tangannya langsung menyentuh dada bidang Kenzo, membuat jarak antara dirinya dan Kenzo menipis.
Kenzo mengangkat dagu Emily, "Berapa kali aku harus katakan? Aku tidak suka penolakan!" Katanya menekan.
Mendengar itu membuat Emily langsung mendorong Kenzo dan menjauhkan dirinya dari Kenzo, namun dengan cepat Kenzo kembali menarik Emily membuat jarak di antara keduanya sangat dekat.
"Lepaskan!" Dia berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Kenzo.
"Aku akan mengantarmu pulang..." Ucapnya.
"Aku tidak mau!" Dengan kekuatannya yang masih tersisa, Emily menghempaskan tangan Kenzo yang memegang tangannya dan membuat jarak di antara ia juga Kenzo.
"Aku tidak biasa merepotkan orang lain. Aku bisa pulang sendiri.."
Dan entah sejak kapan, banyak pasang mata melihat ke arah mereka, dengan kesal Emily berjalan keluar dari restoran itu.
Kenzo yang melihat kepergian Emily, lantas membuatnya langsung mengejar langkah wanita itu, tanpa memedulikan orang-orang yang melihatnya, menjadikan ia dan Emily tontonan.
Tidak butuh berapa lama dengan langkah lebarnya, Kenzo sudah menyemai langkah Emily.
Emily terus saja berjalan menyusuri jalanan tanpa memedulikan Kenzo yang berjalan beriringan dengannya. Dia yang merasa diabaikan sontak membuatnya memegang pergelangan tangan Emily untuk menghentikan langkahnya. Namun, Emily dengan cepat langsung menghempaskan tangan Kenzo yang memegang pergelangan tangannya, dan Emily kembali melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
Mendapat penolakan dari Emily membuat Kenzo emosi, dengan cepat dia mengangkat tubuh wanita itu ala bridal style.
"AAAA... Turunkan aku.." Pekik Emily.
"Jangan coba-coba untuk menolakku." Ucap Kenzo dingin.
...----------------...
Kenzo bangun menjelang siang, karena hampir semalaman dia tidak bisa tidur sama sekali, banyak hal yang di pikirkannya, memikirkan Emily, Mama-Nya, dan Eleanor.
"Kak Ken, bangun." Eleanor baru saja datang menarik selimut Kenzo.
Kenzo kaget karena melihat Eleanor yang telah berada di kamarnya langsung membuka matanya.
"Kak bangun, apa kakak lupa hari ini kita harus bertemu dengan pihak Wedding Organizer..?" Tanya Eleanor pelan, menatap wajah pria yang sangat di cintainya.
Kenzo beranjak dari tidurnya. Dia duduk sejenak di tepi tempat tidur.
"Kenapa kau masuk ke dalam kamarku? Keluar sekarang juga!" Kata Kenzo dengan nada suara meninggi.
"Kak, bisa tidak jangan marah-marah terus saat melihatku." Eleanor melipatkan tangannya di dada, mengerucutkan bibirnya kesal.
Kenzo menghela napas, "Kamu keluarlah. Aku ingin mandi." Dia berkata dengan malasnya, menunjuk pintu keluar. Gadis itu, melihat wajah pria yang dicintainya. Namun, Kenzo membuang mukanya.
"Aku pasti akan membuatmu bertekuk lutut kak..."Kata Eleanor penuh yakin.
...----------------...
Kenzo masuk ke dalam kamar mandi. Dia melihat pantulan dirinya sendiri di balik cermin yang berada di atas wastafel.
"Hari ini aku harus memberitahu Eleanor. Semakin cepat semakin baik. Walaupun membuatnya hancur, aku tidak peduli." Dia membasuh wajahnya dengan air yang mengalir.
Eleanor baru saja masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan, tak lama Kenzo keluar dari dalam kamar mandi sambil menggosok kepalanya dengan handuk untuk mengeringkan rambutnya.
"Kakak makan dulu.." Eleanor berkata.
Kenzo mendekati Eleanor yang duduk di atas sofa panjang, melirik sekilas nampan yang berisi banyak makanan itu.
__ADS_1
"Kakak, cepat makanlah. Hari ini kita akan sibuk sekali mengurus pernikahan kita.."
Kenzo melihat Eleanor yang duduk disamping-Nya.
"Ada yang ingin aku katakan padamu.." Kenzo berkata datar, menatap kosong ke depan.
"Apa itu, kak?" Eleanor menatap mesra Kenzo, baru kali ini dia sedekat ini dengan pria yang dicintainya, membuat degup jantungnya meletup-letup.
"Kenapa ini?" Eleanor bertanya dengan dirinya sendiri.
"Apa pun yang aku katakan, aku harap kamu bisa menghargainya.."
"Ya, katakan saja kak..." Eleanor semakin penasaran.
Kenzo menatap Eleanor lamat-lamat.
"Aku rasa pernikahan kita tidak mungkin dilaksanakan..."
Eleanor tersentak kaget, menautkan keningnya hingga terbentuk sebuah garis kerutan di tengah.
°
°
°
°
°
Bersambung...
Jangan Lupa vote dan komentarnya ya, dan masukin cerita ini di rak favorit kalian biar banyak yang baca.
Sekian dulu ya.
Sampai jumpa di part selanjutnya.
__ADS_1
Bye.