
...FLASHBACK ON...
Kenzo berjalan keluar dari restoran tempat pertemuannya dengan Eleanor juga kedua orang tuanya. Ia merasa bersyukur karena rencananya berjalan dengan baik walaupun tidak seratus persen berhasil, ancaman dari Mama Eleanor membuatnya akan waspada, setiap kata-katanya membuat Kenzo yakin dia tidak pernah main-main.
"Aku tidak peduli, yang terpenting Om Bryan menerima pernikahan aku dan putrinya dibatalkan, itu sudah cukup bagiku...."
"Untuk tante, aku tetap harus waspada, tidak tau apa yang bisa dilakukan mengingat kemurkaannya...." Kenzo bergumam, berjalan mendekati mobilnya.
Kenzo segera melaju dengan kecepatan penuh karena sebentar lagu pernikahannya dengan Emily akan dilaksanakan.
Di perjalanan, Kenzo sesekali melihat ke spion mobilnya, merasa ada sebuah mobil yang mengikutinya sejak tadi.
"Kenapa mobil di belakang ini terus saja mengikuti arah mobilku pergi...? Kenzo membatin dengan dirinya sendiri.
"Apa jangan-jangan Mama menyewa orang untuk memata-mataiku..." Sambungnya menduga-duga.
"Mungkin saja Mama ingin mencari tahu siapa wanita yang aku hamili itu..." Kenzo terus menduga-duga setiap kemungkinan yang akan terjadi.
Pria itu dengan marahnya memukul setir mobil.
"Kalau benar, ini sungguh celaka. Mengingat kemarahan Mama pagi itu bisa saja dia melakukan apa pun terhadap Emily dan berakibat fatal terhadap kandungannya...."
"Aku tidak boleh membiarkannya terjadi, aku harus melindungi anakku..." Katanya bertekad.
Kenzo menghentikan mobilnya di jalanan sepi, membuat mobil yang berada dibelakang juga ikut berhenti. Dia turun dengan sangat marah berjalan menuju mobil itu.
"Turun..." Teriaknya, memukul-mukul kaca mobil dengan keras.
"Turun, keparat!" Kenzo semakin naik pintam, seseorang membuka pintu.
Bugh!
__ADS_1
Kenzo langsung melayang tinjunya pada wajah si pengemudi mobil.
"Kenapa kalian mengikutiku? Siapa yang menyuruhnya?" Dia terus saja memukul orang-orang itu tampak ampun sedikit pun.
Bugh! Bugh!
"Siapa yang menyuruh kami bukan urusanmu..." Katanya dengan napas yang kian memburu.
Bugh!
Kali ini giliran Kenzo yang dipukul oleh teman orang itu yang baru saja keluar dari dalam mobil. Dia kembali melawan, terjadi perkelahian sengit, tapi mereka berdua bukan lawan Kenzo, mereka dengan mudah dikalahkan olehnya.
"Berhenti mengikutiku brengsek..." Ketusnya.
"Kamu seharusnya mengatakan pada Mama-Mu..." Ucap salah satu di antara mereka.
"Jadi dugaanku benar. Mamalah yang menyuruh orang-orang ini untuk memata-mataiku, sialan..." Kenzo membatin, dia menggemam erat tangannya.
...----------------...
Ponsel milik Mama Kenzo berdering di atas meja, melihat siapa yang meneleponnya. Dia tersenyum semringah mengetahui telepon itu dari orang suruhannya.
"Nah, ini dia, mereka adalah orang-orang profesional yang aku perintahkan mengikuti putraku dan mencari tahu wanita itu, mereka meneleponku berarti mereka sudah mengetahui siapa wanita itu..." Mama berkata, menjelaskannya pada Mama Eleanor juga putrinya.
"Cepat angkat bi..." Kata Eleanor penuh antusias.
Mama Kenzo mengangkat teleponnya, menekan tombol volume pembesar suara agar mereka bisa ikut mendengarnya.
"Halo, bagaimana kalian sudah tahukan siapa wanita itu..." Tanya Mama, rasa penasaran membuncah.
"Nyonya kami hampir saja mati dipukuli oleh putra Anda, dia sangat kuat sekali..."
__ADS_1
"Kami menghubungi hanya ingin memberi tahu Nyonya kalau kami tidak mau bekerja untuk Anda lagi, uang muka yang sudah Anda berikan akan segera kami kembalikan, nyawa kami lebih berharga daripada uang itu...."
...FLASHBACK OFF...
...----------------...
Mama Eleanor kecewa sekaligus marah, dia beranjak dari duduknya menarik tangan putrinya.
"Camkan ini baik-baik, aku tidak mau tahu jika dalam waktu tiga hari anakmu tidak juga menikahi putriku aku akan buat hidupnya menderita..."
"Perusahaannya akan kubuat gulung tikar... ingat itu!" Mama Eleanor memperingati sebelum pergi. Dia menarik paksa tangan putrinya yang tak ingin beranjak dari sana.
Mama Kenzo tersentak kaget, dia memegang dadanya yang mulai sakit, merasa dadanya seperti di tikam, hingga dia kesulitan bernapas, sedetik setelahnya dia jatuh tersungkur dengan memegang dadanya yang kesakitan.
°
°
°
°
°
Bersambung...
Jangan Lupa vote dan komentarnya ya, dan masukin cerita ini di rak favorit kalian biar banyak yang baca.
Sekian dulu ya.
Sampai jumpa di part selanjutnya.
__ADS_1
Bye.