Percintaan Semalam

Percintaan Semalam
Part 8


__ADS_3

Kenzo melihat di balik jendela kaca yang transparan, di mana Emily sedang di periksa oleh sang dokter.


"Apa yang terjadi dengannya? Apa aku terlalu kasar padanya?" Batin Kenzo cemas melihat kondisi Emily yang masih terbaring lemas tak sadarkan diri.


Kenzo memukul kepalanya sendiri, "Huft! Kenapa sekarang aku harus khawatir dengannya? Tidak! Dia bukan siapa-siapaku. Mati sekali pun bukan urusanku."


Beberapa saat kemudian...


Dokter keluar dari ruang pemeriksaan, mendekati Kenzo yang sedang terduduk dengan tangannya di lipatkan di dada, matanya yang terpejam.


"Tuan..." Dokter sedikit menggerakkan tubuh Kenzo. Pria itu membuka matanya perlahan, melihat sang dokter menatapnya dengan tersenyum manis.


"Bagaimana dok?" Tanya Kenzo, setelah kesadarannya kembali seratus persen.


"Selamat Pak, dia hamil." Kata sang dokter.


"Ap-Apa? Ha-Hamil?" Tanyanya terbata-bata.


"Iya, kehamilannya sudah memasuki usia tiga minggu, dan memang gejala seperti ini sering terjadi pak. Apalagi ini adalah kehamilan pertamanya." Kata dokter menjelaskan.


"Mungkin ada ingin menemui istri Anda, silakan." Dokter mempersilakan Kenzo masuk ke dalam.


"Dia bukan istriku. Aku hanya menolongnya saja!" Ucapnya dingin, membuat sang dokter menjadi kikuk.


"Oh.. Ma-maaf kan saya tuan. Saya tidak tahu, saya kira wanita itu..." Perkataan sang dokter di potong oleh Kenzo.


"Sudah! Aku tidak ingin mendengarnya lagi. Enyahlah." Ucap Kenzo, menyuruh dokter itu segera pergi dari hadapannya.


Kenzo segera masuk ke dalam untuk menemui Emily. Di sana terlihat wanita itu sedang menangis tersedu-sedu. Meratapi nasibnya, tidak pernah menyangka hal ini bisa menimpa dirinya.


"HIKS... HIKS.. HIKS... " Tangis Emily.

__ADS_1


"Sudah jangan nangis, dasar cengeng!" Kata Kenzo dingin mendekati Emily.


"Cukup! Kau keluarlah dari sini sekarang!" Perintah Emily sama sekali tidak melihat wajah lawan bicara.


"Aku tidak butuh belas kasihan dari pria sepertimu!" Dia yang membelakangi Kenzo segera menghapus air matanya. Tidak ingin terlihat lemah di hadapan pria yang tak punya hati itu.


"Dasar wanita ja lang! Berapa pria yang sudah kau tiduri setiap malamnya?" Kenzo berkata tanpa mengfilter ucapannya.


"Apa kau bilang barusan?!" Emily bangkit dari tidur, matanya melihat wajah Kenzo dengan marah.


PLAK!


Suara tamparan yang keras menggema di sudut-sudut kamar. Wajah tampan Kenzo terbuang ke samping. Pria itu tersenyum menyeringai.


"Berani sekali kau mengatakan hal itu, dasar bajig*n!" Ketusnya.


"Asal kamu tahu ya, tuan yang terhormat..."


Kenzo terdiam dan tampak berpikir, mencerna setiap ucapan dari Emily. Kenzo merasakan perkataan dari Emily adalah sebuah kebenaran. Dia bisa melihat dari wajahnya saja.


"Apa itu benar? Apa mungkin wanita ini melakukannya pertama kali denganku? Aku juga melihat sebecek darah di kasur sebelum pergi, apa aku benar-benar meniduri seorang wanita perawan? Berarti anak yang di kandung oleh wanita ini, itu darah dagingku?" Batin Kenzo memikirkan semua kemungkinan yang terjadi. Namun, hati dan pikirnya tidak selaras, mereka saling bertolak belakang.


"Tidak mungkin ini tipu daya wanita ini. Tidak mungkin sekali melakukannya langsung jadi. Yang aku tau orang harus melakukan banyak kali baru jadi." Batin Kenzo lagi.


"Ck! Aku tidak percaya, bisa saja kau membohongiku, kan? Tidak mungkin sekali melakukannya langsung jadi." Kata Kenzo.


"Mungkin setelah kau melakukannya denganku, bisa saja kau melakukannya dengan pria lain di luar sana." Tambahnya tanpa memikirkan perasaan Emily sedikit pun.


Emily meremas pahanya dengan kuat. "Teganya kau berkata seperti itu padaku." Air mata Emily lolos begitu saja di pipinya.


"Kau tidak percaya? Baiklah. Kita bisa melakukan tes DNA nantinya." Kata Emily menantang Kenzo.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin? Itu tidak masuk akal. Melakukan tes DNA belum bisa di lakukan saat ini. Dasar wanita bodoh!" Sarkas Kenzo.


"Bagaimana kalau perkataan wanita ini benar? Arghh!" Batinnya. Dia tampak cemas dan frustrasi.


"Kamu kenapa? Kamu sudah mulai takut ya kalau ini anakmu?" Kata Emily melihat Kenzo yang tidak nyaman.


"Gugurkan kandungan itu!" Kenzo menunjuk perut Emily.


"Oke! Kau tenang saja. Kau tidak usah mengkhawatirkan aku. Tanpa kau suruh aku sudah ingin menggugurkan kandungan ini." Emily berkata lantang lagi tegas.


"Baguslah! Aku kira wanita sepertimu tidak akan pernah melakukan itu." Kata Kenzo dengan santainya.


°


°


°


°


°


Bersambung...


Jangan Lupa vote dan komentarnya ya, dan masukin cerita ini di rak favorit kalian biar banyak yang baca.


Sekian dulu ya.


Sampai jumpa di part selanjutnya.


Bye.

__ADS_1


__ADS_2