
"Mulai sekarang aku akan memintanya setiap aku mau dan kau tidak boleh menolaknya, karena seluruh yang ada di dirimu adalah milikku..." Kata Kenzo, gairahnya sudah sampai di ubun-ubun kepala.
"Lepaskan aku. Akh!! Aku tidak mau melakukannya. Aku tidak mencintaimu. Aku membencimu. Dasar pria brengsek!" Pekik Emily.
Kenzo tidak ingin mendengarkan ucapan Emily, "Aku tidak peduli! Kau pilih saja mau aku paksa atau menikmatinya bersama."
Kenzo sudah sangat tidak bisa menahan hasratnya, dia ingin merasakan sensasi yang pernah ia rasakan sebelumnya. Sensasi itu seperti membawanya ke suatu tempat yang bernama surga.
"Aku mohon jangan lakukan itu lagi."
Kenzo tak menggubris perkataan Emily, tangannya mulai mendominasi bagian bawah wanita itu, bergerak maju mundur dengan ritme pelan.
"Ken, lepaskan akhh.."
Kenzo tersenyum puas saat mendengar de sa han yang lolos dari bibir Emily. Dia semakin mempercepat gesekan tangan itu di bagian intinya.
"Men de sahlah baby.."
"Ken.. akh... lepas.. akh.."
Emily semakin men de sah saat mulut Kenzo melahap bulatan indah di dada Emily, kemudian menghisap bagian pu ting nya dengan sangat kuat di tambah dengan gerakan lidahnya yang seakan-akan menari disana.
Tubuh Emily menggelinjang hebat, merasakan sensasi kenikmatan di bagian atas dan bawahnya sekaligus. Dia yang meronta-ronta tidak ingin, berubah menjadi rasa naf su yang ingin lebih dari itu.
"Kenhhhh.."
Emily sudah terbawa oleh gelombang gairah yang Kenzo buat, "Kau menikmatinya, bukan?"
"Akh.. sialan! Berhenti!"
__ADS_1
Tidak dipungkiri Emily menginginkan hal itu lagi, tapi dia sadar dengan status pernikahannya dengan Kenzo yang hanya menunggu bayi yang di kandungnya ni lahir ke dunia, maka mereka akan berpisah.
Emily mencoba untuk menepis tangan Kenzo yang terus saja mengobrak-abrik miliknya, gerakan jemari di bawah sana membuatnya menggila.
"Akhhh.. Ugh.. Le.. Pas.. Akhhh.."
Emily merasakan ada sesuatu yang tumpah dibawah sana sampai di mengerang dan mencengkram lengan kekar Kenzo yang terus menggerakkan jemarinya di bawah sana dengan tempo semakin cepat. Emily menegangkan tubuhnya menahan desakan itu keluar, sampai tubuhnya seperti tersengat listrik.
"Ughhh.."Erengan itu begitu indah terdengar di telinga Kenzo.
"Sudah aku bilang, kau bahkan akan sangat menikmatnya, Emily!" Kenzo menyeringai.
"Tapi Ken.."
Karena masih ada penolakan dari Emily. Kenzo menggeser tubuhnya. Kemudian mulai mencumbu milik Emily yang sudah basah. Dia lalu menghisap semua cairan itu, menelannya masuk ke dalam mulut, dan lidahnya dengan begitu telaten mengobrak-abrik ke bagian yang lebih dalamnya lagi.
Emily sudah kehilangan akal sehatnya karena ulah Kenzo. Dia semakin menggelinjang, merintih dan meracau tak karuan, ditambah saat Kenzo terus menghisapnya dengan kuat.
"Hentik.. Akhh.."
De sa han indah yang keluar dari mulut Emily semakin membuat Kenzo meneruskan aksinya, terlebih Emily sudah kehilangan akal sehatnya, tangannya menekan kepala Kenzo untuk terus mengobrak-abrik miliknya.
Mulut Kenzo masih mendominasi bagian bawah itu. Kini pria itu tak ingin melakukannya dengan kasar atau pemaksaan rasanya akan sangat hambar jika hanya di seorang yang menikmatinya.
Emily dengan gerakan refleks semakin melebarkan bagian pahanya agar Kenzo lebih leluasa bermain di sana dan terus menekan kepala Kenzo dan me re mas rambutnya.
"Akhh.." Erengan indah itu keluar lagi dari mulut Emily. Ini sudah kedua kalinya miliknya tumpah membuat dirinya tak berdaya.
Semua cairan yang tumpah milik Emily di telan oleh Kenzo sampai habis lagi. Rasanya tubuh Emily sedang terbang mengelilingi angkasa lepas.
__ADS_1
Kenzo menyudahi aksinya itu. Dia kembali menindih tubuh Emily yang sudah tak berdaya oleh ulahnya. Pria itu ingin mencium bibir Emily tapi Emily segera memalingkan wajahnya ke samping.
"Kau masih menolakku?: Kenzo merasa kecewa.
"Bukan begitu, pernikahan kita hanya sementara, kamu harus ingat itu."
Kenzo memegang wajah Emily, menyuruhnya untuk menatapnya. Dia mencium bibir Emily dan menyesapnya, "Aku tidak peduli, sekarang kau sudah menjadi milikku, termasuk tubuhmu juga."
Kenzo mencumbu kembali bibir Emily dengan lembut, dan tangannya terus me re mas bulatan indah di da da Emily.
°
°
°
°
°
Bersambung
Jangan Lupa vote dan komentarnya ya, dan masukin cerita ini di rak favorit kalian biar banyak yang baca.
Sekian dulu ya.
Sampai jumpa di part selanjutnya.
Bye.
__ADS_1