
Hari ini, sebuah pernikahan yang sederhana di langsungkan dengan cepat. Hanya di hadiri oleh beberapa orang kepercayaan dari tuan Kenzo Kabeto.
Emily tampak murung dengan pernikahan dadakan ini, apakah benar dia menjadi seorang istri sekarang? Rasanya dia seperti sedang bermimpi buruk, ingin sekali dia bangun dari mimpi buruk itu.
“Kita mau ke mana?” Tanya Emily saat memperhatikan jalan yang mereka tuju itu bukan ke rumahnya.
“Berbulan madu.” Jawab Kenzo dengan santai.
Emily kaget saat mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut Kenzo.
“Bulan madu? Sepertinya kita belum buat kesepakatan mengenai pernikahan singkat ini, kau bilang hanya setelah anak yang aku kandung ini lahir maka kita akan cerai, kan? Oleh karena itu pernikahan ini sudah terjadi. Aku ingin mengajukan beberapa syarat padamu.” Kata Emily mencoba bernegosiasi dengan Kenzo.
Kenzo yang sedang menyetir mobil dia menggelengkan kepalanya dengan tegas, “Tidak ada syarat apa pun. Sudahku katakan kau adalah milikku. Jadi, menurut lah apa saja yang aku katakan dan aku perbuat padamu. Ingat kau sedang mengandung benihku. Tidak sembarang aku menanam kan benih. Benih itu sangat berharga tau.”
Emily naik pintam mendengar perkataan dari Kenzo, “siapa yang mengandungnya? Benih ini hanya lah sampah jika tak ada aku yang mengandungnya? Tidak akan berharga sama sekali.”
“Aku tidak ingin berdebat denganmu lagi. Tidak akan ada habisnya.” Kata Kenzo tidak ingin meladeni Emily lagi. Karena dia sudah malas beradu mulut dengan wanita itu setiap saat.
Emily terkejut saat Kenzo menepikan mobilnya di depan sebuah hotel.
“Apa kita akan menginap di sini?”
“Iya.” Jawab Kenzo dengan singkat.
Emily menelan salivanya susah payah. Memang kualitas hotelnya sangat baik, tapi bukan itu yang di khawatir oleh Emily. Ada hal yang di dikhawatirkannya.
“Lebih baik kita pulang saja. Kau bisa pulang setelah mengantarku. Aku tidak mau melakukan hal itu lagi.”
“Melakukan apa?” Tanya Kenzo, berpura pura tidak tahu.
__ADS_1
“Ya.. melakukan i-itu. Kau jangan pura-pura bodoh ya.” Wajah Emily memerah saat mengatakannya.
“Aku tau betul pria sepertimu.” Emily menekan perkataannya.
Kenzo malah tertawa geli melihat Emily yang salah tingkah dengan wajahnya yang memerah macam tomat, membuat Kenzo semakin ingin menggoda wanita itu.
“Lalu kau ingin melakukannya di mana kalau bukan di hotel? Mau di sini? Di dalam mobil?” Tawar Kenzo sebisa mungkin menampakkan ekspresi seriusnya.
Emily jadi gugup mendengar perkataan Kenzo.
“Sudahku bilang aku tidak mau melakukannya. Lagian hubungan kita hanya sementara. Jadi, aku tidak mau melakukannya.” Kata Emily berusaha mungkin untuk melindungi dirinya agar pria hidung belang ini tidak macam-macan kepadanya.
“Ya, aku akui kamu memang memiliki wajah yang tampan. Tapi tampan itu tidak cukup membuat aku jatuh cinta padamu.” Kata Emily penuh percaya diri.
“Siapa juga yang menyuruhmu untuk jatuh cinta padaku?” Tanya Kenzo menaik kan alisnya sebelah. Membuat Emily menjadi salah tingkah lagi di buatnya.
“Karena itu ayo kita pulang saja, jangan menginap di hotel. Aku mau kita tetap tinggal terpisah saja seperti sebelumnya walaupun kita sudah menikah. Toh, ini juga cuman sementara saja.”
“Aku tidak mau keluar! Antar aku pulang sekarang juga!” Perintah Emily dengan ketusnya.
“Oke, kalau kamu memaksanya.” Kenzo lalu mengangkat tubuh wanita itu ala bridal style. Dia tidak bisa menahan lagi hasrat di jiwanya. Dia ingin merasakan sensasi itu kembali. Sensasi yang membuatnya gila.
“Turun kan aku. Aku benar-benar pria sinting yang pernah aku jumpai” Kata Emily sambil berontak membebaskan dirinya.
“DIAM! Kau harus memuaskan aku malam ini. Aku tidak bisa menahannya. Aku ingin melakukannya lagi.” Kata Kenzo terus menggendong tubuh Emily masuk ke dalam mobil.
“Kau sekarang sudah sah menjadi istriku. Menjadi milikku. Kau harus menuruti semua keinginanku, dan menjalan kan kewajibanmu sebagai istri.” Kata Kenzo menjelaskan kewajiban Emily sebagai istrinya.
“Aku tidak mau! Turun kan aku! Aku mau pulang!” Rengek Emily. Dia terus saja berusaha melepaskan dirinya. Namun Kenzo sangat lah kuat. Tenaganya kalah jauh dengan tenaga Kenzo. Pria ini sangat kuat sekali.
__ADS_1
Kenzo terus menggendong tubuh Emily masuk lift, hingga masuk ke dalam kamar yang sudah di pesan sebelumnya.
Dia menghempaskan tubuh Emily di kasur, mulai membuka bajunya satu persatu dan membuang ke segala arah. Kenzo naik ke atas kasur. Membuat Emily terus memundurkan tubuhnya sampai terbentur di dinding ranjang itu.
Kenzo menarik kaki Emily dengan paksa. “Tidak, aku tidak mau melakukan, dasar brengsek.” Emily berontak tidak ingin memberikan tubuhnya pada pria yang tidak di cintainya sama sekali.
Kenzo segera menahan tangan Emily. Dia mengikat tangan itu. Dan menaruhnya di atas kepala Emily sendiri. Dia yang tak bisa tahan lagi, langsung membuka baju Emily satu persatu dengan paksa sampai wanita itu tidak memakai sehelai kain pun. Begitu juga dirinya. Dia sudah melempar celana di sembarang arah, ke lantai.
“Lepas kan aku! Dasar kau brengsek.” Kata Emily berusaha menggoyang kan tubuhnya kiri kanan agar tak tersentuh oleh Kenzo.
“DIAM lah!” Ketus Kenzo.
°
°
°
°
Bersambung...
Jangan Lupa vote dan komentarnya ya, dan masukin cerita ini di rak favorit kalian biar banyak yang baca.
Bagikan juga pada teman-teman kalian ya >_<
Sekian dulu ya.
Sampai jumpa di part selanjutnya.
__ADS_1
Bye.