
Kenzo pelan-pelan mengarahkan miliknya ke diri Emily, membuatnya menjerit saat benda itu memaksa masuk ke dalam dirinya, kali duanya pun dia masih merasakan sakit karena ukuran Kenzo begitu besar.
"Ahhhh..." Rintihan itu menggema di sudut-sudut kamar.
"Kau masih sempit...!"
Kenzo kembali mencium bibir Emily dan mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur dengan berirama. Lelaki itu benar-benar sudah lupa akan tujuannya menikahi Emily. Yang dia inginkan malam ini adalah dia menikmati tubuh wanita itu, merasakan sensasi kenikmatan yang sebelumnya pernah dirasakannya.
"Ugh...Ken... Ahhhh.."
Emily sebagai gaya refleks melebarkan pahanya agar Kenzo bisa bergerak dengan bebas di bawah sana, juga mengaitkan kakinya ke pinggul Kenzo.
Emily membiarkan tubuh kekar itu terus mengusai dirinya, memborbardi tubuhnya, dia benar-benar tidak berdaya dibuat oleh pria di atasnya, menikmati di setiap pompahan yang Kenzo lakukan terhadap tubuhnya.
Kenzo tidak melakukannya hanya monoton, kini dia me la hap bulatan kenyal di da da Emily sambil terus menggerakkan pinggung maju mundur, tubuhnya mengeluarkan banyak keringat, begitu sangat terlihat tampan juga gagah pria yang berada di atasnya itu.
Kini pria itu berhasil membawanya pergi jauh entah kemana, juga Kenzo begitu menikmati tubuh wanita ini. Entah kenapa dia tidak bisa menahan diri seperti ini padahal dia begitu kuat menghadapi godaan para ja lang di luar sana. Tapi wanita ini bisa menjadikan gila jika tidak melakukan hal itu lagi.
Kenzo semakin menggila, Emily juga meracau tidak jelas dan beberapa kali mengeluarkan de sa han serta ere ngan karena di bawah sana seakan membawanya terbang. Bergerak keluar masuk dengan tempo indah, membawa tubuhnya berdenyut hebat saat merasakan miliknya terus menerima tempo indah itu yang kian dinaikkan.
"Akhhh.. Kenzo..!" Tangan kanan dan kiri Emily memegang kuat seprai karena Kenzo kini menaikkan temponya dengan cepat. Hingga dia mencapai pelepasannya.
__ADS_1
Dengan refleks Emily memeluk tubuh Kenzo erat, membiarkan wajahnya tenggelam di dada bidang Kenzo yang penuh keringat dan masih kokoh mengusai dirinya.
"Akhh... kau sangat kuat sekali..."
"Kenapa? Kau mau pinsang..?" Kenzo tersenyum menyeringai.
Pria itu masih terus memborbadir tubuh Emily dengan kuat, dia pun menghujani leher Emily dengan beberapa kecupan lalu menyesapnya, meninggalkan tanda kepemilikannya di sana.
"Akhh..."
Sampai akhirnya Kenzo memgerang, saat dia mencapai pelepasannya, menumpahkan laharnya ke dinding rahim Emily. Wanita itu juga ikut mengerang bersama, merasakan cairan hangat tumpah dimiliknya.
Kenzo kembali mengarahkan miliknya memasuki Emily.
"Akhhhh..." Emily kembali men de sah saat merasakan ada yang mengganjal lagi di bawah sana.
Kenzo tersenyum menyeringai, puas telah membuat Emily tak berdaya olehnya lalu memompa tubuh itu kembali, miliknya masih saja bisa berdiri tegak dengan kokoh walaupun sudah mengeluarkan cairannya, dia terus menggempur pertahanan tubuh Emily yang dibawah kukungannya.
"Kenzo kau... Ahhhh.."
Emily benar-benar di buat tak berdaya oleh pria ini. Dia mencengkram kembali punggung kekar Kenzo dengan kuat. Menahan tubuh itu yang terus mengguncang nya tanpa henti dengan tempo yang cepat.
__ADS_1
Malam itu entah berapa kali Kenzo mengulanginya lagi, sampai Emily sangat kelelahan oleh ulahnya. Ibarat tidak ada lagi untuk hari esoknya, dia terus ingin menikmati tubuh wanita itu dengan puas. Kepalanya terasa pusing jika tidak bisa menuntaskannya habis.
°
°
°
°
°
Bersambung...
Jangan Lupa vote dan komentarnya ya, dan masukin cerita ini di rak favorit kalian biar banyak yang baca.
Sekian dulu ya.
Sampai jumpa di part selanjutnya.
Bye.
__ADS_1