Percintaan Semalam

Percintaan Semalam
Part 9


__ADS_3

"Oke! Kau tenang saja. Kau tidak usah mengkhawatirkan aku. Tanpa kau suruh aku sudah ingin menggugurkan kandungan ini." Emily berkata lantang lagi tegas.


"Baguslah! Aku kira wanita sepertimu tidak akan pernah melakukan itu." Kata Kenzo dengan santainya.


"Tenang saja, aku berbeda dari wanita yang kau pikirkan..."


"Aku pun tidak ingin membebani hidupku untuk mengandung benih dari pria sialan sepertimu!" Kata Emily menunjukkan ekspresi tidak sukanya.


"Terserah kau mau mengatakan apa." Kata Kenzo malas mendengar celoteh Emily yang tidak bermutu.


"Besok pagi kita akan kesini lagi. Siapkan mentalmu."


Emily kini hanya terdiam mendengarkannya. Sebenarnya wanita mana yang tega membunuh darah dagingnya sendiri? Namun, dia tahu ini sangat terpaksa, dia takut tidak bisa menghidupi anaknya kelak. Apa jadinya anak ini lahir tanpa status seorang ayah?


"Aku akan mengantarmu pulang." Katanya menawarkan bantuan.


"Tidak perlu. Aku tidak biasa merepotkan orang lain, apalagi pria sepertimu! Aku bisa pulang sendiri." Sarkas Emily.


"Minggir." Emily turun dari ranjang dengan sengaja ia menyenggol bahu Kenzo.


Tiba-tiba Emily merasakan tubuhnya melayang ke udara, ternyata Kenzo sudah mengangkat tubuhnya dengan paksa ala bridal style.


"Hei, apa yang kau lakukan?" Tanya Emily yang sudah di bopong oleh Kenzo, "Turunkan aku sekarang." Kata Emily tegas.


"Sudahku bilang, tidak ada yang boleh membantah perkataanku." Kenzo berkata dengan dinginnya.


"Kau tidak berhak mengaturku..."


"Aku berhak melakukannya. Kau adalah milikku. Sebelum aku pastikan bayi di kandunganmu di gugurkan, selama itu kau milikku..." Kata Kenzo tegas.


"Aku tidak mau! Turunkan Aku. Dasar pria gila! Otak Mes*m! Otak Sinting!" Semua umpatan itu terlontar dari mulut Emily tanpa di filter.


"DIAM!" Katanya dingin. Kenzo mengeratkan dekapan tubuh Emily. Emily menurut karena ketakutan dengan hawa dingin yang di buat oleh Kenzo. Kini Emily mati kutu, kehabisan kata-kata untuk membela diri dan lolos dari cengkeraman Kenzo.


Kenzo terus membopong tubuh Emily sampai ke mobilnya. Dia menundukkan tubuh Emily dengan kasar di kursi belakang.

__ADS_1


"Hei, bisa pelan-pelan nggak sih?" Ketus Emily. Merasa sakit di area punggungnya karena benturan dari kursi mobil.


Kenzo memasang wajah dinginnya. Dia segera masuk ke dalam, menyalakan mobil.


Di perjalanan, mereka hanya terdiam. Sesekali Kenzo bertanya alamat rumah Emily. Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, kini mobil itu sudah berada di depan pagar kontrakan Emily.


Di depan pintu kontrakannya terlihat jelas ada seseorang pria paruh baya yang sedang menunggu kedatangan Emily dengan raut wajah memendam amarah.


"Itu dia.." Melihat Emily yang baru saja turun dari mobil. Pria itu segera menghampiri dengan tergesa gesa.


"Dari mana saja kamu? Cepat bayar tunggakan sewa kontrakanmu!" Kata pemilik Kontrakan sambil menjulurkan tangan kanannya, isyarat meminta bayaran.


"Dan Aku tidak mau dengar alasanmu lagi. Hari ini harus di bayar atau aku akan bertindak tegas padamu. Ayo, cepat bayar." Tambahnya lagi.


"Maaf pak, kasih aku waktu seminggu lagi." Kata Emily memohon dan memasang wajah memelasnya.


"Apa?!" Ketusnya tidak terima, "Seminggu lagi katamu?! Ck. Sekarang harus kau lunasi, Aku tidak mau tahu." Kata Pria paruh baya tidak ingin mendengar alasan dari Emily dalam bentuk apa pun.


"Tapi pak, aku bel..." Kata Emily terpotong oleh pria pemilik Kontrakan.


Emily segera menyingkirkan tubuh Kenzo dan memperbaiki posisinya. Dia melemparkan wajah tidak sukanya pada Kenzo.


"Kenapa pria sialan ini masih ada di sini?" Umpat Emily kesal. Pasalnya Kenzo masih belum pulang juga.


"Berapa jumlahnya?" Kata Kenzo datar, ikut nimbrung dalam percakapan.


"10 juta." Kata pria pemilik Kontrakan dengan marah.


Kenzo mengeluarkan cek-Nya dan menuliskan angka yang di katakan oleh bapak penagih hutang kontrakan.


"Ini." Kenzo menyerah cek yang telah di tulisnya itu.


"Semua sudah lunas. Dan jangan pernah ganggu wanita ini lagi..."


"Nah, gini dong." Terukir senyuman puas di wajah pemilik kontrakan.

__ADS_1


"Saya tidak akan mengganggu wanita ini lagi. Terima kasih tuan." Kata Pria itu senang. Dia pergi meninggalkan mereka berdua. Emily menjadi merasa tidak enak dengan apa yang di lakukan oleh Kenzo yang membayar biaya tagihan kontrakannya.


"Terima kasih. Saya akan segera mengganti uang Anda." Kata Emily.


"Tidak usah, itu tidak perlu." Katanya dengan santai. Kenzo merasa uang segitu hanya uang seribu dua ribu saja baginya.


"Siapkan saja mentalmu untuk menggugurkan kandunganmu itu besok." Kata Kenzo kembali mengingatkan Emily. Dia berbalik badan naik ke mobilnya.


Emily terdiam. Kini menatap kepergian Kenzo yang sudah tertelan oleh jarak yang semakin menipis.


"Aku ini kepada sih." Kata Emily pada dirinya sendiri.


"Bukan berarti dengan dia ringankan bebanku, aku jadi lupa atas perbuatannya padaku." Emily kembali mengingat kan dirinya agar tidak luluh dan memberi hati kepada Kenzo.


"Dasar pria sinting! Gila! Angkuh..." Kata Emily berbalik, masuk ke dalam kontrakannya.


°


°


°


°


°


Bersambung...


Jangan Lupa vote dan komentarnya ya, dan masukin cerita ini di rak favorit kalian biar banyak yang baca.


Sekian dulu ya.


Sampai jumpa di part selanjutnya.


Bye.

__ADS_1


__ADS_2