
Di ruangan tengah, terlihat seorang wanita paruh baya sedang dilanda amarah yang membuncah, dia mengeluarkan sumpah serapahnya pada seseorang, dengan disamping-Nya sang putri yang mencoba menenangkan sang Mama.
"Aku tidak terima anakmu mencampakkan putriku begitu saja, dengan gampangnya dia membatalkan pernikahan yang sudah di depan mata..." Mama berkata, dia mendatangi rumah Kenzo dengan marah yang menggebu-gebu.
"Ma, sabar dulu. Jangan seperti ini, jangan memarahi bibi, dia tidak tahu apa-apa..." Eleanor mencoba menenangkan Mama-Nya.
Mama Kenzo hanya diam tak berkutik. Dia menerima semua sumpah serapah yang dilontarkan padanya.
"Biarin aja sayang, sudah sewajarnya kalau Mamamu marah dengan Bibi, Kenzo memang sudah membuat kesalahan yang sangat besar dengan membatalkan pernikahan denganmu...." Mama Kenzo berkata sendu.
"Bukan hanya itu saja, aku merasa anakmu seperti melempari kotoran di wajah putriku. Aku tidak terima perlakuan putramu terhadap putrimu..." Mama Eleanor berkata dengan berapi-api.
"Ma, cukup! Bibi tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini.." Gadis itu sudah terisak, tidak menginginkan jika bibinya dimarahi seperti ini oleh Mama-Nya.
"DIAM kamu Elen! Mama belum selesai bicara..!" Bentaknya marah.
"Mama, kumohon stop..." Eleanor menangis sambil memegang tangan Mama-Nya, memohon.
"Melihat putriku menangis dan tersakiti, aku tidak akan tinggal diam..."
"Aku tidak akan membiarkan putramu itu hidup dengan tenang semasa hidupnya. Aku akan buat hidup putramu menderita, sangat-sangat menderita! Cam kan itu baik-baik..." Mama Eleanor memperingati, menekan setiap perkataannya.
"Aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan sekarang, karena aku pun merasa hal yang sama..." Mama Kenzo menahan tangisnya.
Mama Eleanor tersenyum menyeringai, "Kalau kamu merasakan apa yang aku rasakan juga saat ini, maka bujuk kembali putramu untuk menikahi putriku..."Pintanya.
__ADS_1
"Itu mungkin akan sangat sulit bagiku untuk membujuknya. Mengingat dia sudah...." Mama Kenzo mengantungkan perkataannya.
"Sudah apa...?" Mama Eleanor dibuat penasaran.
"Putraku sudah menghamili seorang wanita..." Kata Mama Kenzo akhirnya berterus terang.
Eleanor beserta sang Mama dibuat syok saat mendengarkannya. Keduanya saling pandang tidak percaya.
"Siapa wanita itu Bi? Katakan.." Emily bertanya antusias.
"Iya, katakan siapa wanita itu...?" Mama pun sama antusiasnya.
"Siapa wanita itu, aku belum tahu..." Keduanya harus menelan sebuah kekecewaan besar.
"Aku akan melakukan berbagai macam cara agar bisa mencari tahu siapa wanita yang dihamili oleh putraku..." Kata Mama Kenzo dengan tekad kuat.
"Aku tahu kalau wanita itu sudah melakukan berbagai macam cara agar bisa menggoda Kenzo agar menuruti semua keinginannya, termasuk membujuknya untuk melakukan hal tidak senonoh itu..."
"Wanita itu benar-benar murahan! Dia sudah berani menggoda putraku yang baik-baik, aku pasti akan buat perhitungan dengannya..."
"Aku mohon, bersabarlah, aku sedang mencari tahu siapa wanita itu, setelah aku mengetahuinya, aku akan melakukan sesuatu, termasuk membunuh anaknya...."
"Aku akan buat wanita itu menyesal telah merusak hubungan Kenzo dengan putrimu..." Ibu berkata dengan sungguh-sungguh.
"Aku pun akan membantu ibu menemukan wanita ja lang itu..." Kata Eleanor bertekad, "Beraninya dia menggoda kakak, dan berhasil mempengaruhinya..."
__ADS_1
"Dia pasti mengancam kakak dengan kandungannya itu, aku tahu tipe wanita penggoda sperti mereka. Mereka mencari pria kaya untuk mereka kuras hartanya...."
"Ma, aku mau membantu ibu mencari wanita ja lang itu..." Eleanor geram, mengepalkan tangannya kuat.
"Baiklah, Mama akan mendukungmu..."
"Mama pun sudah tidak sabar juga memberikan pelajaran kepada ja lang itu..!"
"Bersabarlah. Sebentar lagi. Aku sudah menyewa orang profesional untuk mematai-matai putraku..." Pinta Mama Kenzo.
°
°
°
°
°
Bersambung...
Jangan Lupa vote dan komentarnya ya, dan masukin cerita ini di rak favorit kalian biar banyak yang baca.
Sekian dulu ya.
__ADS_1
Sampai jumpa di part selanjutnya.
Bye.