
Emily menundukkan kepalanya, menatap lantai, dengan beralas tumpukan kedua tangannya. Perasaan ia sangat kacau dan tak menentu, ponsel miliknya terus saja berdering, karena Kenzo yang menelepon terus menerus tanpa henti. Namun, Emily tidak mengangkatnya biar sekali pun.
Pikirannya melalang buana, mengingat bagaimana ancaman Mama-Nya Kenzo yang tidak akan memaafkan Kenzo jika dia benar-benar sudah menghamili seorang wanita.
Wanita itu juga baru mengetahui, kalau Kenzo sudah di jodohkan, dan sang Mama memaksanya untuk tetap menikahi Eleanor.
"Kenapa kau tidak mengangkat telepon dariku...? Emily kaget karena Kenzo sudah di depan mejanya.
"Kenapa kau kemari...?" Dia mendongak menatapnya lekat.
"Apa aku tidak boleh ke sini? Ini perusahaanku. Aku berhak untuk itu..."
Emily terdiam.
"Kau jangan memikirkan perkataan Mamaku tadi..."
"Fokus saja dengan kandunganmu. Aku tidak mau anakku kenapa-kenapa..."
Wanita itu berdiri dari duduknya, menatap sinis pria di depannya ini, "Jangan memikirkan katamu...? Ucapnya menekan, "Bagaimana bisa, aku sekarang benar-benar terluka..."
"Aku bukan hanya dicap sebagai wanita penggoda tapi juga wanita perebut pasangan orang lain..."
"Lebih baik pernikahan ini tidak dilaksanakan..." Katanya tegas.
"Mengenai anakmu..."Lanjut Emily kali ini terlihat ragu-ragu.
Kenzo menatap Emily yang berbicara ragu-ragu dengan menundukkan kepalanya.
"Maksudku, karena kehadirannya akan membawa masalah bagi kita berdua, mari kita membunuhnya..." Ucap Emily pelan.
Kenzo tersentak.
"Apa maksud kamu...?"
__ADS_1
"Kita Aborsi saja janin ini..." Emily mengulang perkataannya.
"Apa...!?" Kenzo masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Aku tahu Anda ingin menikahiku karena anak ini, kamu pun bukan pria idamanku, lebih baik kita melenyapkannya, Anda bisa kembali menikah dengan tunanganmu, dan aku bisa menjalani hidupku..."
"Kamu memintaku untuk membunuh anakku lagi...? Tanya Kenzo menatap Emily tajam.
Emily mengangguk.
"Anggap saja, tidak terjadi apa-apa di antara kita, seperti yang Anda katakan waktu itu..."
Kenzo menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak akan! Aku tidak akan mencoba membunuh anakku untuk kedua kalinya..." Kenzo terlihat kesal.
"Aku ingin dia hadir ke dunia ini. Jadi, jangan pernah katakan untuk membunuhnya, jangan pernah berpikir demikian..."
"Tapi..."
Emily menggeleng tegas.
"Tidak Kenzo, aku tidak mau menikah denganmu..!"
"Mau atau tidak mau kau akan tetap menikah denganku." Kenzo berkata dengan sangat tegas.
"Kau gila ya! Aku bilang aku tidak mau..." Emily mulai ketakutan saat Kenzo mendekat dan mengcekram tangannya.
"Jangan coba-coba untuk menolakku." Ucap Kenzo dingin.
"Kau egois Kenzo, kau ingin mewujudkan semua keinginanmu tanpa peduli pada perasaanku..."
"Ya aku egois, dan kau harus mengikuti semua yang aku katakan!" Kenzo mengepalkan kedua tangannya dengan erat lalu berjalan keluar dari ruangan Emily, ia juga tidak lupa langsung mengunci pintu itu dari luar.
__ADS_1
"Tidak... tidak..." Emily yang mendengar suara pintu yang dikunci, segera berlari dan mencoba membuka pintu ruangannya.
"Kenzo buka pintunya! Aku mohon buka pintunya..." Teriaknya menggedor pintu dengan keras.
Kaki Emily terasa sangat lemas, bahkan untuk menopang tubuhnya saja ia tidak sanggup, dia terjatuh di daun pintu dengan air mata yang semakin deras menetes di kedua pipinya.
"Kau salah tuan Kenzo Kabeto, aku pastikan kalau aku akan pergi darimu!" Kata Emily, dengan penuh amarah dan kebencian.
...----------------...
"Jeff, kau jaga wanita itu jangan sampai kabur! Aku tidak ingin sampai wanita itu pergi." Perintah Kenzo dengan sangat tegas.
"Baik tuan, Anda tidak perlu khawatir." Ucap Jeff.
"Dan kau suruh beberapa pelayan memesankan baju yang banyak untuknya..."
"Aku keluar sebentar, ada hal penting yang harus ku urus." Kata Kenzo lalu berlalu pergi. Meninggalkan Jeff seorang diri di depan pintu.
°
°
°
°
Bersambung...
Jangan Lupa vote dan komentarnya ya, dan masukin cerita ini di rak favorit kalian biar banyak yang baca.
Sekian dulu ya.
Sampai jumpa di part selanjutnya.
__ADS_1
Bye.