
"Kenapa Mama tiba-tiba kesini..?
"Mama baru saja bertemu dengan Elen. Dia sudah menceritakan semuanya pada Mama..." Jawab Mama dengan marah.
Kenzo membuang napas dengan kasar. Dia sudah menduga hal ini akan terjadi. Mau bagaimana lagi? Dia harus siap menghadapi murka Mama-Nya.
"Kenapa kamu berkata seperti itu pada Elen, kamu tahu, bagaimana keadaannya sekarang? Dia sangat sedih dan terguncang..."
"Kamu tahu, dia sangat mencintaimu. Dia rela melakukan apa pun demi kamu..."
"Mama tidak mau tahu. Kamu harus tetap melanjutkan pernikahan kalian..."Mama berkata, memandang Kenzo penuh harap.
Kenzo melihat Mama-Nya.
"Ma, maafkan aku. Keputusanku sudah bulat, aku tetap tidak bisa menikahinya, tolong hargai keputusanku..."
"Kalau dia tidak bisa mengatakan pada kedua orang tuanya. Biar aku sendiri yang akan mengatakannya langsung pada mereka..."
"Apa..?!" Mama kaget.
"Kamu ini kenapa, tiba-tiba berubah pikiran secepat ini? Mama yakin kamu sedang menyembunyi sesuatu pada. Katakan..."
"Aku tidak menyembunyikan apa pun dari Mama..."
"Lagian, aku udah pernah katakan pada Mama, kalau aku menolak perjodohan itu, tetapi Mama tetap maksa aku untuk menerimanya..."
"Mama tidak percaya, pasti ada yang lain dari perubahan sikapmu yang berubah tiba-tiba...."
"Firasat Mama mengatakan demikian. Katakan yang sejujur-jujurnya pada Mama. Jangan pernah kau menyembunyikan apa pun. Mama yang melahirkanmu juga membesarkanmu. Jadi, Mama tahu pasti, kamu sedang menyembunyikan sesuatu..."
"Oohhh... apa jangan-jangan kamu mempunyai kekasih, siapa? Katakan pada Mama.."
Kenzo menghela napas.
"Mama, aku tidak mempunyai kekasih.."
"Lantas kenapa kau membatalkan pernikahanmu, Nak?"
"Ma, aku tidak pernah mencintainya..." Kenzo berkata pelan.
__ADS_1
"Persetan dengan cinta! Pokoknya kamu harus tetap menikahi Elen. Mama tidak mau tau..."
"Dengar kata Mama baik-baik. Minta maaf pada Elen. Terima dia, lanjutkan rencana pernikahan kalian. Toh, Kamu tidak ada pilihan lain karena kamu juga tidak memiliki seorang kekasih untuk diajak menikah..."
"Ya, kalaupun ada, jangan harap Mama mau merestui hubungan kalian..."
"Aku memang tidak punya kekasih. Tapi aku sudah melakukan sebuah kesalahan besar, Ma..." Kata Kenzo kini berterus terang.
"Kesalahan apa..?" Tanya Mama penasaran.
"Maaf Ma, bagaimana kalau aku mengatakan sudah menghamili seorang wanita..?"
Mama terlihat diam seakan mencerna perkataan putranya
"Apa maksudmu..?"
"Aku sudah menghamili seorang wanita..." Kenzo berkata lagi lebih tegas.
Mendengarnya Mama tersentak. Tubuhnya terhuyung ke belakang dengan tangan memegang dadanya yang mulai kesakitan.
Kenzo menghambur memegang tubuh Mama-Nya. Dia langsung memapahnya ke sofa yang tak jauh dari sana.
"Ma, kita ke rumah sakit sekarang..."
Mama membuka matanya dan menepis kasar tangan putranya yang sedari tadi memegangnya.
Pria itu segera merogoh kantong celananya, meraih ponselnya, menghubungi seseorang.
"Bawakan air minum ke ruanganku sekarang..."
Emily merasa nada bicara Kenzo seperti sedang khawatir. Wanita itu langsung berlari memasuki ruangan dan melihat Mamanya Kenzo yang terduduk di sofa seperti sedang kesakitan sambil memegang dadanya.
Emily langsung mendekat, duduk di sampingnya.
"Nyonya, ini di minum dulu..."
Mama langsung meminumnya dengan dibantu oleh Emily, setelahnya dia pun membantu wanita paruh baya itu mengusap keringat di keningnya menggunakan tisu.
Sekarang Mama terlihat sedikit membaik, dia menatap putranya yang berdiri di depannya dengan lekat.
__ADS_1
"Katakan kalau itu tidak benar..."
Mama berharap kalau ucapan putranya hanya bualan semata, Itu hanya alasannya untuk menghindari pernikahan ini.
"Lupakan masalah itu, Ma. Sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang..."
"Tidak..!" Katanya tegas.
"Katakan kalau kamu tidak menghamili wanita mana pun..."
Emily tersentak, langsung melirik ke arah Kenzo.
"Lupakan apa yang aku katakan barusan, Mama harus ingat kesehatan..." Kata Kenzo mengkhawatirkan kesehatan Mama-Nya.
"Mama harap perkataanmu tadi tidak benar, karena kalau seandainya kami benar telah menghamili seorang wanita, Mama tidak akan pernah memaafkanmu."
Mama Kenzo berusaha untuk berdiri dengan di bantu oleh Emily.
"Dan kalau kamu tidak menikahi Elen, berarti kamu siapa melihat Mama tiada." Ucap Mama sambil berjalan keluar.
Emily dan Kenzo tersentak.
°
°
°
°
Bersambung...
Jangan Lupa vote dan komentarnya ya, dan masukin cerita ini di rak favorit kalian biar banyak yang baca.
Sekian dulu ya.
Sampai jumpa di part selanjutnya.
Bye.
__ADS_1