
Anggun yang kesal sama Tomi sudah seminggu tidak datang ke apatermen, padahal kondisi dirinya sedang hamil muda, membutuhkan perhatian dari Tomi justru diabaikan begitu saja.
" Tidak bisa dibiarkan, mas Tomi maksa ingin sekali punya anak, giliran diturutin justru diabaikan seperti ini. enak saja dia." Bentak Anggun kesal, Anggun membawa alat tes kehamilan, Anggun merapihkan penampilannya sebelum ke rumahnya Tomi dan Gea.
Dilain sisi, Gea merasa bahagia sekali, semenjak dirinya hamil, Tomi lebih banyak dirumah setiap kali pulang kerja diusahakan pulang lebih cepat dari biasanya.
" Sayang, kita kan mau punya anak, bagaimana kalo panggilan kita ayah dan bunda, mamah dan papah, atau mau Papi dan mammi?" Tanya Gea sambil menikmati cemilan
' Bagaimana kalo ayah dan bunda saja? biar lebih enak didengar aja bagaimana bunda sayang?" Tanya Tomi, menurut Tomi panggilan ayah dan bunda panggilan paling romantis.
" Boleh deh ayah sayang" Lanjut Gea bahagia
__ADS_1
Sejam kemudian, Tomi melotot melihat Anggun datang ke rumahnya, padahal tidak ada yang harus dibahas soal pekerjaan yang mengharuskan Anggun datang ke rumah.
" Ada apa kamu kesini? ini hari Minggu kenapa datang ke rumah, Minggu waktunya libur?" Tegas Tomi tidak suka kedatangan Anggun sama sekali.
" Ayah sayang, jangan bicara seperti itu, Anggun kan sekretaris ayah, sudah sewajarnya datang ke rumah. ada apa?" Tanya Gea penasaran walaupun Gea juga sependapat sama Tomi, hari Minggu masih membahas pekerjaan.
" Saya datang kesini, to the points saja mba Gea, saya sudah sabar menerima keinginan atasan, suami kamu, bahkan calon ayah dari anak yang saya kandung." Ucap Anggun tegas, Anggun memberikan. hasil tes kehamilan ke Gea.
Plak
Satu tamparan mendarat di pipinya Tomi, membuat Tomi mengepalkan tangannya, menahan amarahnya Karena Gea berani beraninya tampar dirinya.
__ADS_1
" Apa salah aku, membuat ayah selingkuh, tega sekali ayah berbuat seperti ini, pantas saja selama sebulan aku dinas ke Makassar Anggun ikut. karena Anggun selingkuhan Ayah." Bentak Gea pertama kalinya ke Tomi saking keselnya, bisa bisanya Tomi mengkhianati pernikahannya.
" Maaf kan aku sayang, maaf kan aku, aku telah mengkhianati pernikahan kita, aku selingkuh karena kesepian sayang, karena bunda terlalu sibuk sama karir bunda sebagai dosen, berangkat pagi pulang malam terkadang nginep. aku kesepian di rumah sendirian, aku minta maaf sayang, aku memang ingin memiliki banyak anak dari bunda dan Anggun, tapi tidak menjadikan Anggun istri sah aku, biarlah dia jadi istri sirih sayang, yang terpenting anaknya dan bunda sudah mau di rumah itu jauh lebih penting, makannya Ayah tidak lagi mendatangi Anggun selama seminggu ini." Ucap Tomi merasa bersalah karena sudah selingkuh, tapi tidak sepenuhnya salah karena Gea juga salah karena egois lebih mementingkan karir dari pada tanggung jawab sebagai istri
Plak
Satu tamparan mendarat dipipi nya Tomi, Tomi yang melihat Anggun menampar nya berusaha membalas, tapi ditahan sama Gea.
" Ayah pantas ditampar, walaupun bunda salah karena egois sama pekerjaan tapi Ayah bukan berarti dibolehkan seenaknya selingkuh dan sekarang dengan entengnya ayah mau mengabaikan Anggun, korban keegoisan ayah dan bunda" Lanjut Gea yang hatinya semakin sakit mendengar kejujuran Tomi tapi Dirinya juga salah, sudah selingkuh sama Yono bahkan sampai sekarang, masih melakukan gulet panas.
" Terus sekarang bagaimana Gea, kandungan saya semakin membesar, butuh tanggung jawab dari mas Tomi, tidak mau nikah sirih, enak saja sudah mendapatkan anak tapi saya tidak diakui sebagai istri sah secara agama dan negara. saya korban keegoisan kalian jadi jangan korban kan kebahagian saya dan anak saya." Bentak Anggun kesal, kesal sama Tomi dengan seenaknya mau anaknya tapi dirinya dianggap tidak ada dan pernikahannya pun pernikahan sirih.
__ADS_1