Perhatian Membuat Nyaman

Perhatian Membuat Nyaman
Jatah uang shopping lebih banyak Gea


__ADS_3

Gea heran melihat Tomi siap siap berangkat kerja, Gea sebenarnya bahagia melihat sikapnya Tomi bener bener cuek sama Anggun, tapi merasa kasihan karena Anggun seolah olah tidak dihargai sama sekali.


" Sayang, pakaikan dasi dong." Ucap Tomi memberikan dasi ke Gea


" Iyah sayang" Ucap Gea langsung memakaikan dasi ke Tomi


" Mas, kita baru nikah loh, masa kamu sudah mau kerja saja sih? yang bener saja sih kamu mas?" Tanya Anggun kesel sama sikapnya Tomi yang seenaknya.


" Pekerjaan adalah tanggung jawab saya, oh yah Jatah uang shopping lebih banyak Gea, kamu jangan maksa Bunda untuk memberikan uang shopping yang sama atau lebih banyak." Lanjut Tomi, tidak melihat Anggun sama sekali.


" Teganya kamu mas, aku ini istri kamu juga, bersikap adil lah sama aku mas." Tegas Anggun kesel, bisa bisanya jatah shoopingnha tidak banyak.


" Sayang, bagaimana kebutuhan selama kehamilan Anggun?" Tanya Gea merasa kasihan sama Anggun

__ADS_1


" Itu urusan dia, bunda jangan fikirkan yah, bunda selalu ingat yah jangan terlalu cape, stres stres, dan banyak makan demi anak kita oke. aku tidak sabar ingin sekali melihat anak kita lahir sayang." Lanjut Tomi langsung mencium perutnya Gea yang masih rata


Anggun yang mendengar ucapan Tomi cuma bisa pasrah menerima, keputusan Tomi walaupun tidak adil sama sekali, andaikan waktu bisa diputer Anggun tidak ingin memiliki keturunan Tomi, kalo tahu kehidupan nya seperti ini.


Dilain sisi, Yono siap siap untuk berangkat ngajar, Semenjak Gea jaga jarak, membuat Yono tidak semangat untuk pergi ke kampus.


" Apa harus buka usaha saja yah, supaya lebih leluasa ketemu sama Gea, dan cari usaha yang membuat ketemu sama Gea lebih sering tanpa dicurigai sama Tomi." Ucap Yono langsung memainkan handphone nya, mencari jualan yang cocok sama kondisi Gea sekarang.


" Sayang, kita kapan memeriksa dedek bayi?" Tanya Tomi tidak sabar melihat USG anaknya.


" Bulan depan sayang, kita periksa kandungan bareng Anggun yah, mengingat usia kandungan kita sama kan. menghemat waktu dan tenaga ayah.' Ucap Gea yang ingin memeriksa kandungan bareng Anggun


" Jangan, nanti tahu kalo Anggun istri aku, Anggun memeriksa kandungannya setiap bulan sendirian, tidak aku temani, karena pernikahan ini kan dirahasiakan dari siapapun." Tegas Tomi melirik Anggun.

__ADS_1


" Tega sekali kamu mas, sedikit saja tolong hargai aku sebagai istri kamu, dan hargai aku sebagai ibu dari anak kita mas. mau sampai kapan kamu tidak adil sama aku dan cuek sama aku." Ucap Anggun lirih, Tomi bener bener keterlaluan


" Selamanya, bagus deh kamu banyak nangis dan stres, lama lama kamu keguguran dan saat itu juga saya akan talak kamu dan membuang kamu dengan mudahnya." Tegas Tomi, karena Tomi menerima keinginan Gea karena Anggun lagi hamil, kalo sudah keguguran yah tinggal dibuang saja.


" Astaga sayang" Lanjut Gea prihatin sama nasipnya Anggun, Gea berusaha merangkul bahunya Anggun


" Jahat sekali kamu mas Tomi." Bentak Anggun dan langsung jalan meninggalkan meja makan


" Sayang, tolong kejar Anggun dan bujuk dia, hargai dia sebagai istri ayah." Lanjut Gea memohon


" Tidak, sudah cukup aku turutin keinginan bunda, jangan minta yang lebih tolong." Tegas Tomi yang tidak mau semakin jauh menyakitkan hati Gea lagi.


" Baik lah sayang, maafkan aku dan terimakasih selalu memikirkan perasaan aku sayang." Lanjut Gea bahagia dan sedih memikirkan nasipnya Anggun yang bener bener tidak bahagia sama sekali, Gea meluk Tomi supaya Tomi lebih tenang emosinya.

__ADS_1


__ADS_2