Perhatian Membuat Nyaman

Perhatian Membuat Nyaman
Aku ikhlas di madu, kalian lanjutkan pernikahan ini


__ADS_3

Gea bener bener pusing dengan keadaan yang ada, sebenarnya Tomi sudah memberitahu kalo Tomi rela mengasingkan dan membuang Anggun setelah melahirkan, tapi seorang perempuan tentunya Gea merasa tidak tega, karena Gea seorang perempuan dan seorang ibu yang akan mendapatkan anak, dan tidak bisa membayangkan harus kehilangan anak pertama selamanya.


" Bismillah, kuat kan hati aku yah tuhan, semoga pernikahan poligami ini selalu bisa dijalankan dengan harmonis." Ucap Gea optimis, Gea mengirim kan pesan ke Anggun untuk Anggun ke rumahnya, walaupun Gea tahu Anggun dijaga ketat, dan Gea mengirim kan pesan ke bodyguard untuk mengantarkan Anggun ke rumahnya.


Dilain sisi, Tomi yang melihat Anggun ada di ruang tamu langsung mengepalkan tangannya, saat ingin marah, Gea tiba tiba muncul masuk keruang tamu.


" Bunda sayang, maksudnya apa ini, kenapa perempuan sampah ini ada di rumah kita?" Tanya Tomi, saat Gea berdiri didepannya.


" Ada yang mau aku bicara sama kalian berdua, lebih baik kita bicara diruang keluarga, tidak enak disini, banyak karyawan." Ucap Gea berusaha tenang, walaupun hatinya semakin hancur karena keputusannya sendiri, tapi Gea tidak tega membuat Anggun semakin menderita karena keegoisan dirinya dan Tomi

__ADS_1


" Ruang tamu? hal penting apa yang mau bunda sampaikan? kenapa bawa perempuan sampah ini juga?" Tanya Tomi sedikit kesal sama keinginan istrinya


" Enak sekali lisan kamu mas, memanggil aku perempuan sampah, tidak ingat saat kamu kesepian dan kesel saat Gea terlalu sibuk sama pekerjaannya, tidak ingat bagaimana kamu merayu aku sampai terakhir aku mengandung seperti ini." Bentak Anggun bener bener kesel sama Tomi, seakan Tomi membuangnya seperti sampah yang tidak terpakai lagi.


" Sudah jangan berantem lagi, kita harus bicara sekarang, hayo kita ke ruang keluarga." Tegas Gea yang merasa pusing mendengar Tomi dan anggun berantem terus.


Tomi yang tidak mau Gea kesel terus, akhirnya nurutin ke inginan Gea, Tomi merangkul bahunya Gea dan tangannya Gea merangkul pinggangnya membuat Anggun merasa cemburu melihat kelakuan Tomi yang disengaja


" Bunda yakin sama keputusan bunda? ayah tidak mau ada penyesalan dan air mata yang mengalir di wajah bunda, karena keputusan bunda sendiri? tidak mau mendengar bunda menyesal sama keputusan sendiri? karena ayah tidak mau ada perceraian apapun, baik dari bunda maupun perempuan sampah ini?" Tanya Tomi dengan tegas, Tomi tidak mau Gea menyesal dan sakit hati dengan keputusan sendiri.

__ADS_1


" Aku ikhlas di madu, kalian lanjutkan pernikahan ini. demi Anggun mau bagaimana pun Anggun adalah korban keegoisan kita ayah dimasa lalu, Anggun punya hak untuk bahagia, dan aku tidak akan Setega itu memisahkan anak kandung dan ibu kandung. karena keegoisan kita. bismillah aku ikhlas menjalani rumah tangga bertiga dan berusaha ikhlas berbagi sama Anggun selama menjadi istri ke dua ayah yang sah secara agama maupun negara. jadi tolong dipercepat proses pernikahan kalian sebelum kandungan Anggun semakin membesar. bunda ikutin saja apapun keputusan ayah untuk pernikahan kalian." Tegas Gea berusaha bijaksana menghadapi cobaan yang ada, Gea berusaha keras untuk tidak egois


" Terimakasih Gea, terimakasih sudah memikirkan masa depan anak ini, dan menghargai saya sebagai korban keegoisan kalian dimasa lalu, terimakasih sudah mau menerima saya sebagai madu kamu." Ucap Anggun bahagia, akhirnya Anggun akan merasakan punya suami dan semakin bebas menikmati harta Tomi.


" Yah sudah kalo memang itu keputusan bunda, tapi jangan paksa ayah untuk mencintai Anggun selama Anggun menjadi istri kedua, biarkan hati dan fikiran ayah tetep untuk bunda yah. ayah akan memerintahkan bodyguard untuk urus semuanya, pernikahan tanpa ada resepsi sama sekali, yang penting halal, sah secara agama dan negara." Tegas Tomi yang akhirnya nurutin keinginan Gea, Tomi yakin Gea terpaksa dengan keputusannya, Tomi tahu Gea perempuan yang baik dan tidak mau orang lain menderita karena dirinya sendiri dan keegoisan Tomi dimasa lalu.


" Terserah ayah saja, mulai hari ini Anggun tidur sama kita yah. aku tidak mau Anggun tinggal di apartemen dan aku akan bantuin Anggun bawain barang barangnya." Lanjut Gea berusaha berbuat baik ke Anggun.


" Tidak usah, biar ART yang ada di sana saja, yang membawakan semua barang barang Anggun kesini, bunda pilih kebaya yang akan dipakai saat ijab kabul supaya sama seperti Anggun." Lanjut Tomi sama sekali tidak melihat Anggun saat ngobrol sama Gea.

__ADS_1


Anggun bener bener kesel sama sikapnya Tomi, tapi berusaha sabar karena sebentar lagi Anggun akan menjadi istri sahnya Tomi, masa depan anaknya jelas dan kehidupan Anggun akan terpenuhi sama Tomi semua kebutuhannya.


__ADS_2