
Gea sejujurnya masih betah di ruko bersama Yono, tapi Gea tidak berani terlalu lama kwartir Tomi pulang dari kantor. Gea melihat Yono membungkus makanan untuk Gea bawa pulang.
" Padahal tidak usah repot seperti ini sayang, masa sampai dibungkus segala sih sayang jadi merepotkan kamu loh." Ucap Gea merasa tidak enak karena merepotkan Yono untuk membawa makanan ke rumah
" Aku membungkus makanan ini untuk anak kamu sayang, aku ingin di rumah kamu tetep bisa menikmati makanan masakan aku sayang ." Ucap Yono membungkus makanan yang dimasaknya, Yono sengaja membawakan masakan buatannya supaya Tomi curiga dengan makanan yang dibawa Gea.
" Terimakasih sayang, perhatian sekali ke anak aku." Lanjut Gea bahagia, karena Yono memperhatikan anaknya walaupun masih didalam kandungan.
" Sama sama sayang, aku akan melakukan untuk kamu dan anak kamu ini." Lanjut Yono, Yono mencium perutnya Gea penuh cinta. walaupun anak yang dikandung Gea bukan anak kandungnya, tapi Yono berusaha mencintai dan menyayangi anaknya walaupun masih dalam kandungan.
__ADS_1
Dilain sisi, Anggun mengganti surat perjanjian yang tadi di tandatangani oleh Gea, Anggun menyimpan surat aslinya ditempat yang aman. sedangkan yang akan ditunjukan ke Gea copyan nya
" Akhirnya ada cela juga untuk menguasai hartanya Gea, Walaupun istri kedua tetep saja harta ini lebih banyak jatuh ke tangan Gea. Gea di ceraikan juga tidak akan mendapatkan harta yang banyak, karena pengalihan kekayaan Gea ke saya. hahahaha" Batin Anggun ketawa puas, karena rencananya berjalan dengan lancar, karena Yono ada dipihaknya dan mendukung Gea untuk tanda tangani surat yang diberikan Anggun tadi.
Anggun melihat Gea jalan kearahnya dengan wajah cemberut, membuat Anggun senyum sinis melihat Gea yang terlihat marah.
" Kamu menjebak saya? minta hak kamu dari sekarang?" Tanya Gea dengan kesal
' Apa pembagian dengan rata? sudah saya bilang apa yang ada dirumah ini, perusahaan, dan mobil. itu ada hak lebih saya sebagai pemilik, kalo soal umur mas Tomi yah saya akui akan ada pembagian harta Gono gini karena untuk pewaris ke istri dan anak, tapi saya delapan puluh persen sedangkan kamu dua puluh persen, dari harta yang ada. gila yah kamu sudah menyiapkan ini padahal mas Tomi sehat seperti ini." Ucap Gea tidak habis pikir dengan Anggun yang ingin pembagian harta dengan adil, padahal Tomi masih sehat dan sudah waspada dari sekarang.
__ADS_1
" Hahahaha, terserah apa kata kamu Gea." Lanjut Anggun dengan ketawa puas, Anggun merasa bahagia karena Gea tidak sepenuhnya membaca surat yang ditunjukan tadi. membuat posisi Gea semakin lemah.
Anggun langsung meninggalkan Gea di ruang keluarga, Anggun tidak peduli dengan ucapan ucapan Gea. karena Anggun sudah memiliki apa yang diinginkan nya.
Dilain sisi, Tomi dan Bryan siap siap untuk pulang ke rumah, Tomi tidak sabar ingin ketemu kedua istrinya, semanjak memiliki dua istri Tomi lebih semangat pulang cepat. dan tidak bekerja sampai malam lagi.
" Anda bahagia sekali pak, semenjak Bu Anggun serumah dengan Bu Gea, dan mereka rukun sampai sekarang lagi. beruntungnya anda pak." Ucap Bryan asistennya Tomi ikut bahagia melihat bos nya lebih bahagia sekarang
" Alhamdulillah Bryan, saya sangat bahagia sekali memiliki dua istri, sama sama lagi mengandung anak pertama, lebih penting sih mereka akur sampai sekarang, saya tidak dengar mereka ngeluh satu dengan lainnya. apa lagi urusan ranjang, mereka tidak egois sama sekali, membuat saya semakin bahagia dan siap bersikap adil untuk mereka berdua." Ucap Tomi bahagia, karena punya istri yang pengertian dan saling menerima
__ADS_1
" Semoga Bu Gea dan Bu Anggun selamanya akur seperti ini yah pak, sampai anak anak kalian dewasa. melihat rukun dalam rumah tangga poligami itu luar biasa pak" Lanjut Bryan penuh harap, Tomi selalu bahagia.
" Amin amin Bryan, terimakasih atas doanya." Lanjut Tomi berharap rumah tangganya selamanya seperti ini, rukun dan dengan mudah berbagi kebahagiaan.