
Gea yang mendengar kata sah, membuat hatinya Gea terasa perih sekali, kini sah dirinya dipoligami, dan harus lebih ikhlas menerima madunya apa adanya Anggun.
" Sudah selesai kan, hayo kita pulang istirahat. karena bunda kan lagi hamil muda." Ucap Tomi cuek, saat penghulu selesai membaca doa setelah acara ijab kabul
" Tapi" Protes Gea yang tidak mau ganggu acara ijab kabul, masa baru ijab kabul sudah mau pulang tidak foto foto dulu.
" Sudah sayang, hayo kita pulang yah, Anggun jalannya buruan yah." Lanjut Tomi yang gandeng tangannya Gea saat jalan, mengabaikan Anggun begitu saja.
" Lah, pengantin macam apa ini, tidak romantis sama sekali sama istri keduanya." Batin penghulu heran melihat sikapnya Tomi, yang bener bener cuek.
" Makannya jangan jadi pelakor kamu, ingat Anggun sampai kamu sakiti Gea sedikit saja saya tidak akan memaafkan kamu." Tegas Yono, yang maksa mau ikut jadi saksi pernikahan Anggun dan Tomi.
__ADS_1
" Kamu temennya Gea kan, punya hak apa mengancam saya segala? kalian tidak punya hubungan apapun kan?" Tanya Anggun curiga sama Yono
" Kita sekedar teman kerja saja, saya tidak mau saja temen saya disakiti sama pelakor seperti kamu, ingat kalian sama sama lagi hamil, jangan macem macem." Tegas Yono, tidak mungkin Yono bilang sejujurnya kalo dirinya selingkuhan Gea
" Selingkuhan juga tidak masalah, kamu rebut Gea pelan pelan, dan saya seutuhnya memiliki mas Tomi, mana ada perempuan yang mau dimadu, dan saya mau memiliki mas Tomi seutuhnya." Tegas Anggun, selama ada Gea perhatian Tomi jauh lebih banyak diberikan ke Gea.dam dirinya bisa dicuekin begitu saja.
" Kalo bukan hari bahagia kamu, sudah saya tampar kamu Anggun, saya tidak seperti kamu tega merebut milik orang." Bentak Yono kesel, karena dirinya tidak Setega itu merebut Gea, walaupun Yono dan Gea saling mencintai, tapi hati Gea lebih besar mencintai Tomi.
" Sayang, kenapa kamar ini biasa saja, tidak ada romantis sama sekali, ayah kan baru selesai nikah?" Tanya Gea penasaran
" Iyah sayang, tidak romantis sama sekali sih, setelah ijab kabul tidak ada foto foto sama sekali." Protes Anggun, yang tidak dihargai dihari pernikahannya.
__ADS_1
" Tidak penting, bunda sayang, makan yang banyak yah supaya anak kita semakin sehat." Ucap Tomi yang pakai baju, sambil melihat Gea menikmati makannya.
" Iyah ayah, yah sudah malam ini bunda ke kamar sebelah yah, kalian pasti mau malam pertama kan." Lanjut Gea, Gea merapihkan bekas makan dan minumannya
" Tidak ada malam pertama, hayo tidur tidur, tidak ada pertanyaan apapun lagi dari bunda maupun Anggun yah. kita langsung istirahat saja." Tegas Tomi, Tomi tidak mau membuat hati Gea semakin terluka dengan adanya malam pertama dan kamar dihias seromantis mungkin pasti membuat Gea sedih.
" Jahatnya kamu mas Tomi, perlahan lahan aku akan merebut kamu dari Gea. aku akan cari cara supaya Gea dengan ikhlas minta cerai dari kamu." Batin Anggun bener bener semakin benci sama tingkahnya Tomi yang seenaknya.
" Astaga ayah, tega sekali sama Anggun." Batin Gea merasa kasihan sama Anggun tidak bisa mendapatkan haknya, tapi bahagia karena tidak ada malam pertama, itu artinya malam ini Gea tidak tidur sendirian.
Tomi langsung rebahan di kasur, Gea dan Anggun terpaksa ikutin kuingin Tomi langsung tidur dari pada Tomi semakin marah
__ADS_1