Perhatian Membuat Nyaman

Perhatian Membuat Nyaman
Jangan stres stres nyonya


__ADS_3

Dokter kandungan memeriksa kondisi kandungannya Gea, membuat Gea dan Tomi bahagia karena kondisi kandungannya Gea baik baik saja.


" Pertahan kan seperti ini terus yah Bu, sampai sembilan bulan sampai hari kelahiran anak pertama kalian." Ucap dokter kandungan, langsung membersihkan perutnya Gea dari jel yang dioleskan ke perutnya Gea


" Pasti dokter, saya akan memperhatikan terus kondisi istri saya dokter." Ucap Tomi membantu Gea untuk duduk


" Itu harus pak, saya akan menuliskan resep vitamin yang harus Bu Gea minum, berat badan ibu juga akan naik drestis, saya harapkan ibu tidak stres memikirkan berat badan yah Bu." Lanjut Dokter menulis kan resep untuk Gea


Gea ngangguk mengerti, Gea tidak memikirkan berat badan yang terpenting anak yang dikandungnya berkembang dengan sehat.

__ADS_1


Dilain sisi, Dokter geleng geleng kepala setelah dokter memeriksa kondisinya Anggun, Dokter menuangkan Anggun yang tidak bisa menjaga kondisinya sendiri.


" Kalo begini terus, janin yang anda kandung bisa meninggal dunia didalam kandungan bu.saya harap jangan terlalu banyak fikiran, jangan stres dan kurang makan Bu. kasihan anak ibu nya." Ucap dokter prihatin ke Anggun, yang tidak bisa menjaga anaknya dengan baik.


" Bagaiman tidak stres, kalo mas Tomi masih seperti ini terus." Batin Anggun sedih sekaligus kesel.


" Iyah dokter, saya akan lebih memperhatikan kondisi saya, supaya janin saya tetep sehat." Ucap Anggun berusaha tegar


" Jangan stres stres nyonya, ingat kata dokter tadi kan. Anda harus bahagia terus." Ucap supirnya Tomi, sejujurnya merasa kasihan ke Anggun istri yang sama sekali tidak dianggap

__ADS_1


" Bagaimana tidak stres, saya dipaksa ikut program hamil, giliran sudah mengandung justru saya ingin dibuang begitu saja, Gea minta Tomi tanggung jawab, jadi begini nasip saya. bagaimana tidak stres coba." Ucap Anggun dengan lirih, andaikan Anggun tahu nasipnya seperti ini, pasti akan menolak program hamil yang diinginkan Tomi.


" Anda coba cuek dan berusaha tidak peduli ke pak Tomi, anda tidak usah kasih tahu apa kata dokter, anda buang muka saat pak Tomi dan nyonya Gea dideket anda. kalo efeknya sama saja, lebih baik anda mundur saja nyonya, biarkan pak Tomi yang urus anak anda. anda bisa bebas tanpa pusing memikirkan urus anak sendirian, dan tidak harus pusing dengan penilaiab orang kan" Lanjut Supirnya Tomi, terpaksa memberikan opsi bercerai dari pada Anggun tidak merasa bahagia selama pernikahannya


" Akan saya coba, soal perceraian, kita lihat bagaimana akhirnya saja. kamu bener dari pada tidak bahagia dan selalu stres terus kan. lebih baik mundur, saya tidak rela menderita terus dan saya akan biar kan Tomi urus anak kandungnya." Lanjut Anggun, sejujurnya sangat berat jauh dari Tomi, tapi Anggun tidak kuat kalo harus sedih terus menerus karena Tomi selama pernikahan.


Dilain sisi, Tomi membantu Gea duduk di kursi roda, Tomi tidak membiarkan Gea capek jalan keluar dari rumah sakit. awalnya Gea menolak tapi karena dipaksa terus menerus akhirnya nurut juga


" Sayang, kita tungguin Anggun kan?' Tanya Gea melihat Tomi

__ADS_1


" Didalam mobil saja, aku malas tungguin perempuan itu." Ucap Tomi, sejujurnya Tomi penasaran sama kondisi janinnya Anggun, tapi Tomi tidak tega membuat Gea cemburu karena perhatian yang diberikan ke Anggun selama kehamilannya.


__ADS_2