
Anggun melihat Tomi berangkat kerja dan mobilnya sudah meninggalkan rumahnya, langsung jalan kearah Gea yang masih ada dihalaman rumah.
" Gea, saya mau bicara sama kamu." Ucap Anggun judes dan masuk duluan kedalam rumah
" Ada apa?" Tanya Gea penasaran, Gea langsung masuk kedalam rumah, dan jalan keruang tamu.
" Saya juga ingin bahagia, bahagia selama jadi istrinya Tomi, tolong jangan menguasai Tomi sesuka kamu." Bentak Anggun kesal, karena selama di rumah Tomi bener bener cuek sama dirinya.
" Siapa yang menguasai mas Tomi, saya selalu berusaha minta mas Tomi bersikap adil sama kamu, tapi mas Tomi sendiri yang tidak mau Anggun." Lanjut Gea heran sama Anggun, kenapa seolah Gea yang menguasai Tomi.
__ADS_1
" Halah, mas Tomi tidak akan seperti ini kalo kamu tidak merajuk tidak jelas diam diam, kamu yang minta saya melanjutkan pernikahan ini, kamu juga seharusnya tanggung jawab sama kebahagian saya Gea, masa nikah tapi tidak dihargai sama sekali." Bentak Anggun, Anggun mengepalkan tangannya nahan kesal
" Jangan fitnah Anggun, seharusnya kamu harus sabar menghadapi mas Tomi, harus bisa meluluhkan hati mas Tomi, dengan sikap yang baik, dan ucapan yang enak didengar, saya yakin walaupun lama mas Tomi akan luluh sama kamu, dan mau menerima kamu seutuhnya sebagai istri nya juga." Lanjut Gea berusaha santai, tidak mau terpancing emosi sama ucapan Gea.
" Halah, jalan satu satunya kamu pergi dari rumah ini, pergi dari kehidupan mas Tomi, saya yakin mas Tomi bisa menerima saya seutuhnya." Lanjut Anggun ingin sekali usir Gea dari rumahnya Tomi, karena Anggun ingin menguasai hartanya Tomi seutuhnya.
" Jangan egois Anggun, sudah lah jangan berfikir macem macem, kita sama sama lagi hamil, lebih baik sekarang kita makan cemilan dan minum susu hamil. supaya anak kita sama sama sehat." Lanjut Gea berusaha santai, emosinya Gea sejujurnya sudah dipuncak, bagaimana tidak baru sehari nikah Anggun dengan beraninya mengusir dirinya.
" Astaga, bener kata mas Tomi, semoga saya bisa selalu sabar hadapi keegoisan Anggun yang tidak tahu terimakasih" Batin Gea sedikit kesal, Gea langsung nyusul Anggun ke dapur untuk ikut makan cemilan.
__ADS_1
Dilain sisi, Tomi memerintah kan asistennya untuk mencari sekretaris baru, kali ini seketarisnya laki laki, karena Tomi tidak mau hilaf lagi dengan menambah istri.
" Memangnya Anggun kemana pak? sampai anda mencari sekretaris baru? laki laki pak?" Tanya Eko penasaran
" Sudah lah, Carikan saja sekretaris baru, laki laki yang profesional dan tidak banyak rumpi.' Tegas Tomi yang malas banyak menjawab pertanyaan dari asistennya.
" Apa ada masalah yah sama mereka?" Batin Eko penuh tanda tanya, tapi tidak berani banyak tanya tari pada Tomi semakin marah
" Baik pak, secepatnya saya mencarikan penggantinya Anggun pak." Lanjut Eko dan langsung pergi untuk melaksanakan perintah Tomi
__ADS_1
Dilain sisi, Yono melihat perlengkapan bayi di mall, jadi membuat Yono ingat Gea, langsung masuk ke toko perlengkapan bayi.
" Beliin beberapa baju bayi ah, buat Gea biar punya barang yang bisa dipakai sama anaknya Gea nanti." Batin Yono, Yono langsung pilih pilih baju bayi untuk anaknya Gea nanti, Yono masih mencintai Gea, walaupun tidak bisa memiliki tapi perhatian masih diberikan Yono ke Gea terus menerus.