
Sesapan kopi terakhir, terasa sangat manis di ujung indera penyecapku. Tanganku perlahan meletakkan cangkir yang mudah rapuh itu ke atas meja kayu kusam yang tak tersentuh sedikitpun warna cat.
Angin malam yang semakin membuai pipi membuatku mungurungkan niat untuk mandi.
Masih sama seperti beberapa tahun lalu, aku takut air. Dan tidak tau entah sampai kapan hal ini akan melekat dalam jiwaku.
Aku tertawa kecil sebelum kemudian menghembuskan nafas.
Kulirik endapan kopi hitam yang tertinggal di dasar cangkir. Kasihan sekali dia, tanpa bubuk kopi itu, hanya air gula yang terhasilkan. Bubuk kopi yang menjadi dasar saja akan terbuang ketika penikmat sudah menghabiskan seluruh kenikmatannya.
__ADS_1
Tak sengaja siku tanganku menyenggol suatu benda yang tadinya tergeletak di sebelah cangkir putih yang sedari tadi kusebutkan. Aku menunduk, dan mengambil benda tersebut. Kuletakkan kembali di atas meja. Tapi bukan lagi di samping cangkir, melainkan tepat di depanku.
Kutatap lekat benda itu. Sebuah sendok kecil, berwarna perak, berbahan stainless. Sendok yang baru saja ku bawa pulang dari hajatan. Masih terbungkus rapi di dalam sebuah plastik bening, dan terikat tali pita yang di ujungnya terdapat secarik kertas bertuliskan nama mempelai.
"Undaa ..."
"Apa sayang?" Tanyaku sembari mengangkat tubuh mungil yang tadinya asyik menarik rok panjang yang aku kenakan.
"Fiuh."
__ADS_1
Suara itu dari arah lain, bersumber pada laki-laki yang tidak terlalu tampan, dan tidak menggemaskan seperti dulu lagi, namun masih selalu rapi. Dan yang paling membedakan adalah cincin di tangan kanannya yang persis seperti cincin di jari manisku.
"Ganti baju dulu yuk sama ayah sama bunda," ajakku kepada anak kami yang masih berusia 2 tahun. Kakiku mulai melangkah meninggalkan kursi yang sedari tadi ku duduki. Tanganku tergerak menarik tangan kekar suamiku.
Kami mulai berpacaran di tingkat tiga Sekolah Menengah Pertama, di semester satu, hingga melangsungkan pernikahan di tahun ke sembilan.
Beberapa menit yang lalu kami sampai di rumah dari acara pernikahan seseorang yang sangat penting di kehidupan masa lalu, yang penuh liku, teka-teki, hingga peran tambahan yang seharusnya dilarang masuk ke dalam kisah aku dan dia.
Kisah ini bermula pada ...
__ADS_1