Perjaka Sang Semut

Perjaka Sang Semut
Belajar PDKT


__ADS_3

***


DEG!!!


Tak sengaja pandanganku mengarah pada Safira, yang juga sedang menatapku. Mata kami kembali saling menatap. Untungnya dia segera mengalihkan pandangan karena melayani si gadis manis. Aku mengalihkan pandangan ku.


" ASTAGA!!!" pekik ku terkejut.


Wajah Bembi tepat berada di depan wajah ku.


" Apaan sih, Bem?" ucapku kaget.


" Pak bos tuh yang kenapa? pak bos demen ya sama tu cewek?" selidik Bembi.


" Kepo aja nih bocah." ucapku seraya bangkit dari duduk ku. Aku melenggang pergi di iringi sorotan tajam Bembi.


Sejak saat itu, aku selalu menantikan si gadis manis. Bahkan, aku sudah tau di Universitas mana dia kuliah. Tentu saja dengan bantuan Bembi. Sedangkan Safira, gadis itu sudah seminggu ini selalu aku hindari. Apalagi melihat tingkahnya yang kian hari semakin sok manis di depan ku.


Seperti biasa, aku menunggu gadis pujaan ku. Aku duduk di dekat kasir.


" Pak bos masih marah ya sama saya?" tanya Safira tiba-tiba menghampiri ku.


" Haaah?" ucapku tak mengerti maksud nya.


" Marah kenapa?" tanyaku padanya.


Safira duduk tepat di samping ku.


" Marah karena kejadian di ruangan pak bos waktu itu." Safira menjelaskan.


" Oh itu... gak. Aku gak marah kok. Aku malah udah lupa kejadian itu." ucapku berbohong.


Mana bisa aku melupakan kejadian yang selalu membuat tubuhku panas setiap kali aku mengingat nya. Tapi aku ingin membuang rasa canggung ini secepatnya. Aku ingin fokus untuk mendekati si manis.


" Bagus deh kalok gitu." ucap Safira lega.


Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya yang aku tunggu-tunggu datang juga. Aku tersenyum girang saat si manis sudah beranjak masuk kedalam kedai. Seperti biasa, dia datang bersama kedua teman nya. Membuatku mengurung kan niatku untuk menyapa nya.


" Samperin dong, masak cuma di liatin doang. Udah seminggu looooh..." celetuk Safira.


Ternyata dia tau bahwa selama seminggu ini aku diam-diam memandangi si gadis manis itu.


" Gak dulu deh." ucapku datar.


" Kenapa?? Ntar giliran di samber cowok lain nyesel loooooh." ucap Safira memanasi.


" Ada temen nya tuh, malu ah..." jawabku.


" Yaelah pak boooos.... apa mau saya bantu?" ucap Safira sambil mengerak-gerak kan alisnya.


Aku baru sadar, beberapa hari ini Safira bicara nya berubah. Udah gak pakek bahasa Lu gua lagi. Bagus deh, batinku.


" Eh malah ngelamun." cicit Safira.


" Aku butuh belajar dulu..." ucapku lirih.


" Belajar apaan?" Safira mengernyitkan dahi.

__ADS_1


" Ya itu tadi... belajar gimana caranya PDKT sama cewek." ucapku jujur.


Tampak Safira mengulum senyum mendengar ucapan ku. Kemudian dia berbisik...


" Butuh guru bimbel gak, bos?" bisik nya.


" Emang ada guru bimbel jurusan gituan?" tanya ku bodoh.


Kali ini Safira terkekeh, membuat semua mata tertuju pada kami.


" Ck..." decak ku kesal seraya berlalu pergi.


***


Malam harinya...


Tok tok tok...


Aku mengetuk pintu kamar bang Roni. Awalnya aku hendak menemui bang Ardi, tapi ternyata kamarnya kosong.


" Masuukk!!" seru bang Roni dari dalam.


Aku menyembulkan kepala ku di pintu.


" Lagi sibuk gak bang?" tanyaku hati-hati.


" Gak kok, masuk aja Jay." perintah nya.


" Tumben Lu nyamperin gua?" tanya nya setelah aku duduk di kasurnya. Aku terdiam sesaat.


" Ditanya malah bengong." cicit bang Roni.


" Ehmmm anu bang...."


" Anu apa? ngomong yang jelas, Jay." seru nya.


" Boleh nanya gak bang?"


" Heemm." jawabnya.


" Cara deketin cewek tuh gimana sih bang?"


Bang Roni menatap ku heran. Dia mengernyitkan dahi seolah tak percaya.


" Lu serius tanya itu?" tanya nya tak percaya.


Aku mengangguk penuh keyakinan.


Bang Roni meletakkan ponselnya di meja.


" Emang nya Lu mau deketin cewek?" tanya nya.


Aku mengangguk lagi.


" Mau deketin cewek itu tergantung situasi nya, Jay. Tempat nya seperti apa itu juga perlu. Kalok rame ya kudu sabar, main kalem aja. Tapi kalok udah sepi mah... langsung sikat aja." ucap bang Roni bersemangat menjelaskan.


" Huuffffttt." aku menghela nafas sebal.

__ADS_1


Aku Salah nanya orang nih kayaknya, sudah jelas abang ku otaknya mesti ke arah porno. Eh malah aku tanya, ya sudah pasti jawaban nya antara paha dada.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, aku berlalu pergi dari kamar bang Roni.


" Eeeeh bocah. Di jelasin malah selonong boy." cicit bang Roni.


Aku tidak memperdulikan ucapan bang Roni.


Dan kembali pulang ke kamarku, membaringkan tubuh di kasur empuk ku.


" Apa mending belajar sama Neng sapi aja yah?" entah kenapa aku terbiasa memanggil Safira dengan panggilan itu.


" Ah... enggak ah. Nanti dia ngetawain aku lagi. mending besok nanya sama Bembi aja." ucapku yakin.


Aku sangat yakin, sahabat ku itu pasti mau menolong ku. Selama ini dia tidak pernah menolak saat aku mintai pertolongan. Mulai dari dulu pas masih sekolah, Bembi selalu baik padaku. Bahkan tak jarang, aku menyuruh nya mengerjakan PR ku, atau membuat rangkuman untuk ku.


Saat tau aku ingin belajar membuka usaha sendiri pun, dia mendukung ku.


" Aku pasti ada disetiap langkah mu, mut. Percaya lah!!! Aku akan jadi sahabat sejati mu. Selalu akan seperti itu."


Itu adalah kata-kata Bembi di setiap aku membutuhkan dukungan.


***


Keesokan harinya, aku berangkat pagi-pagi sekali. Tak sabar rasanya ingin segera meminta saran dari Bembi. Aku yakin Bembi pasti sudah berangkat. Karena selama ini, Bembi selalu jadi yang pertama tiba di kedai. Dan benar saja, ketika aku sampai di kedai, aku melihat Bembi menyusun kursi di teras kedai.


" Tumben amat, jam segini dah nongol mut??" celetuk Bembi.


" Biasanya nunggu matahari diatas kepala dulu." ucapnya dengan di iringi tawa.


" Ada yang perlu aku omongin sama kamu." ucapku datar.


Bembi tampak penasaran, dan langsung mengekori ku masuk kedai.


" Bembi, tolongin aku dong. please..." ucapku.


" Tolongin apaan, mut? kamu lagi ada masalah keluarga lagi?? Atau masalah kedai kita?" tanya nya gusar.


Aku menggeleng kan kepala.


" Bukan semua... tapi ini masalah cewek." ucapku jujur.


" Oooooh cewek itu toh... " ucap Bembi paham.


" Iya Bembi.. kayaknya udah saatnya buat deketin dia. Ya ngajak kenalan gitu." ujar ku.


" Ya tinggal ngomong aja langsung pas nanti orang nya udah dateng. gampang kan..." serunya.


" Gampang apanya Bem, gampang itu bagi orang yang udah sering pacaran. Laaa aku, baru aja kali ini jatuh cinta..." ucapku.


" Cieeee... jadi sekarang ngaku nih kalok lagi jatuh cinta. Cieeee semut, cieeeeeee." ucap Bembi meledek ku.


" Jadi gimana Bem? kasih solusi dong. Yang sesuai ma karakter aku lah..." pintaku padanya.


Bembi pun menjelaskan beberapa trik jitu melakukan PDKT.


" Gimana?? paham gak??" tanya nya setelah panjang lebar menjelaskan.

__ADS_1


" Paham kok... dikiiiiit." jawabku lirih.


... bersambung.


__ADS_2