
DI suatu desa yang kecil , tinggallah para warga dan keluarganya , meskipun kecil desa tersebut sering kali disebut dengan desa Pendekar , karena mayoritas penduduk di desa tersebut merupakan penguasa dari berbagai macam elemen kekuatan , selain itu para Pendekar ternama juga terlahir dari desa tersebut. Di desa itu ada seorang anak muda berusia 10 tahun yg bernama Yuan.
Suatu hari ia sedang bermain di taman rumahnya
:"uwihhhh....woaahhh....keren sekali , ayo terbang pesawatku !" Yuan berlarian kesan kemari memainkan pesawat kertasnya
:" Yuan hati hati nak , nanti kamu terjatuh !" ucap seorang ibu memperingatkan Yuan
:" baik ibu " Jawab Yuan
Seketika saat itu juga , terjadi awan mendung dan angin kencang.
:" aa....Yuan ayo cepat masuk nak , sepetinya mau hujan lebat !" Perintah sang ibu
:" iya bu..." Yuan berlari ke arah ibunya , namun belum sempat masuk tiba tiba ada kegaduhan. Panah api melesat ke rumah rumah warga dan memporak porandakan Desa.
:"apa...yg terjadi ?" Ujar sang ibu panik sambil memeluk erat putranya
:" hiks...i...ibu...aku takut !" Yuan ketakutan sambil menangis
:"ada musuh...ada musuh !" Salah satu pria tua memperingatkan warganya
:" ayo cepat , bawa peralatan kita..!" Perintah pria paruh baya pada para pasukannya , dan pria tersebut adalah ayahnya Yuan
:" a...ayahhh...." Yuan menangis melihat ayahnya hendak pergi
:" tunggu ayah Yuan , ayah pasti akan kembali !" Ucap pria paruh baya itu
:"ayo cepat....serang mereka , amankan semua warga yg ada disini !" Perintah pria paruh baya dengan tegas.
Lalu perang besar pun terjadi , Desa pendekar hancur berantakan , semua rumah terbakar tanpa sisa , bahkan warga pun tidak ada yg selamat , hanya Yuan dan adiknya yg masih hidup , namun adiknya diculik oleh para musuh dan dibawa entah kemana.
:"hiks...hiks...ibuu...ayahh...Yin...kalian dimana ?" Yuan mencari keluarganya sambil menangis.
Ia tak menemukan satu pun keluarganya , karena orang tuanya telah hangus terbakar , yg ia temukan hanyalah pedang api milik ayahnya , pedang itu tidak terbakar sedikit pun.
:" hiks...ini...ini pedang milik ayah ?" Tanya Yuan terkejut , lalu ia mengambik pedang api tersebut.
__ADS_1
Tak ada lagi yg bisa ia lakukan kecuali berpetualang untuk menyelamatkan adiknya ,karena hanya Yinlah satu satunya keluarga yg tersisa.
BAB 2
Tahun demi tahun telah berlalu kini Yuan berusia 19 tahun , Yuan terus melakukan perjalanan , dan mencari berbagai informasi mengenai adiknya. Ia juga melawan banyak musuh seperti monster dan raja iblis.
Suatu hari ia tiba disebuah desa yg besar dan penuh keramaian
:" woahh...makanan disini sepertinya enak enak ?" Ucap Yuan sambil memandangi makanan yg ada di pasar
:" ayo...ayo di beli dibeli , roti empuk dan lezat " para penjual mempromosikan dagangannya
:" wahh...sepertiny roti itu enak , banyak sekali pelanggan yg mengantri " ucap Yuan dengan penuh rasa gembira
Lalu ia menghampiri penjual roti tersebut.
:"permisi apa saya boleh mencobanya ?" Tanya Yuan pada sang penjual
:" iya silahkan dicoba terlebih dahulu !" Jawab sang penjual dengan tersenyum
:" baik terima kasih " lalu ia memakan roti tersebut " hmmm...enak sekali , rasanya seperti berada diatas awan yg lembut " Yuan sampai terbayang bayang dengan rasa roti yg ia makan itu " pak...apa saya boleh memakannya lagi !"
:" ta...tapi , saya tidak punya uang sama sekali " ia merogoh semua saku nya dan ternyata kosong.
:" kalau begitu kau tidak boleh memakannya " sang penjual melanjutkan pelayanannya kepada para pelanggan.
:" saya mohon pak...kali ini saja , tolong saya , sudha 2 hari saya tidak makan , 1 saja...saya minta 1 lagi...saja untuk mengganjal perut !" Yuan mengemis pada penjual itu
:" tidak...bisa enak saja kau mau gratis trs " Bentak sang penjual dan menendang Yuan
Lalu Yuan pun pergi meninggalkan toko itu
:" huuh...sath roti kecil saja tidak cukup untuk mengganjal perut , apa yg harus aku makan ?"
Tiba tiba ia bertemu seorang nenek tua , yg kesusahan membawa sekotak peti berisi apel.
:" nek...apa ada yg bisa saya bantu ?" Tanya Yuan
__ADS_1
:" iya...nak...nenek kesulitan membawa apel apel ini , karena nenek sudah tua , jadi nenek sudah tidak sanggup mengangkat kotak apel ini , bisa kau tolong bantu nenek !" Pinta sang nenek
:" tentu saja nek , mau dibawa kemana apel apel ini ?" Jawab Yuan , lalu ia membantu sang nenek membawakan apelnya ke toko buah nenek
:" terima kasih banyak anak muda , kau sungguh baik seperti para Pendekar" ucap sang nenek berterima kasih "sebagai tanda terima kasih ambillah ini , mungkin ini tidak seberapa !" Nenek itu memberikannya Buah buahan segar
:" be...benarkah ? Terima kasih banyak nek...!"ucap Yuan , lalu ia pergi melanjutkan perjalanan , namun sebelum pergi sempat terjadi kegaduhan di desa tersebut , seperti datang montser yg memporak porandakan Desa.
Semua penduduk desa panik dan ketakutan , mereka berlarian kesana kemari tanpa mempedulikan satu sama lain .
:" ada apa ini , apa yang terjadi ?" Tanya sang nenek sambil berjalan keluar
:" jangan kemana mana nek , ini berbahaya !" Ucap Yuan memperingatkan sang nenek
" biar saya yg urus " ia melompat dan terbang lalu mengayunkan pedangnya pada monster itu.
:" raauurrrr...." monster itu menyerang balik
:"ahhh...cih...ternya kau monster kadal , Granolla ?" Ucap Yuan sembari tersenyum jahat.
:" kalau begitu ayo lawan aku !" Yuan menantang Monster tersebut , lalu ia bertarung melawan monster itu ,hingga monster itu kalah
:" pedang api , Fire Red muncullah !" Ia mengubah pedang biasanya menjadi pedang yg ajaib dengan api membara
" serangan akhir , Tusukan pedang api KingSwword !" Ia membunuh monster itu dengan menusuk perutnya.
:"aaaarrrrrggghhh..."monster itu kesakitan dan akhirnya tumbang
:" huh...begitu saja ? Mudah sekali ?" Yuan merasa lega karena monster sudah tiada , para penduduk desa juga merasa lega dengan musnahnya monster tersebut
:" terima kasih tuan...terima kasih , terima kasih banyak !" Para penduduk desa berterima kasih pada Yuan
:" terima kasih banyak tuan...terima kasih , dan saya mohon maaf atas perilaku saya yg kemarin !" Sang penjual roti memohon ampun kepada Yuan
:" tidak usah dipirkan , aku sudah memaafkanmu , lagi pula aku juga sudsh melupakan hal itu !" Ucap Yuan
" kalau begitu sampai jumpa semuanya , terima kasih nek atas tumpangannya !" Yuan berterima pada sang nenek
__ADS_1
:"hmmm!" nenek itu hanya menganggukkan kepalanya