
Kembali dari istana putri Desi , pangeran Vion di hadang oleh sekumpulan penjahat.
:" ayo hadang dia dan culik pangeran itu !" Ucap salah satu penjahat memerintah kan anggotanya
:" siap boss !" Jawab para anggotanya.
Lalu pangeran Vion hendak di culik oleh para penjahat dan akan dijadian sandera , namun karena kehebatannya pangeran vion berhasil lolos.
:" ayo tangkap dia !" Perintah salah satu penjahat.
:" tidak akan semudah itu " ucap pangeran Vion , lalu ia pun berkelahi dengan para penjahat , dan mengalahkan semuanya.
:" huh....akhirnya mereka kalah , sebaiknya aku pergi dari sini " ucap pangeran Vion.
Dan ia pun bergegas kembali ke istananya , luka pisau yang ada di tangannya membuatnya lemah , darahnya bercucuran di baju , namun ia tetap kuat dan terus bertahan hingga sampai istana , Raja yang khawatir telah menunggu di istana Diamond memgharapkan kehadiran pangeran Vion.
:"Vion...kau dimana nak , kenapa belum kembali juga ?" Tanya sang Raja dengan perasaan khawatir , ia bahkan memerintahkan para prajuritnya untuk mencari Vion , namun mereka tak menekukannya
__ADS_1
:" maaf Tuan Raja , kami tidak dapat menemukan pangeran Vion , jejak kudanya pun tidak ada " ucap salah satu prajurit
:"cari di penjuru Desa , maupun kerajaan lain , cepat !! Perintah sang Raja dengan tegas
Sang Raja sangat mengkhawatirkan putra semata wayangnya itu , ka cema karena hujan semakin lebat dan keadaan semakin memburuk , seperti akan terjadi hujan badai.
Rupanya pangeran Vion sedang tersesat di hutan , karena kabut asap yang begitu tebal.
:" ahh...aku tidak bisa melihat apa pun dari sini , kabut asapnya begitu tebal , dan lukaku semakin parah " ucap pangeran Vion.
:" apa kau masih sanggup untuk berjalan Hans ?" Tanya pangeran Vion , Hans adalah nama kudanya , ia merawat kudanya saat ia berusia 5 tahun dan saat kuda itu masih kecil , kuda itu adalah hadiah ulang tahun dari sang Raja , itu adalah kuda kesayangannya.
:" baiklah...kalau begitu , ayo kita berjuang bersama !" Ucap pangeran Vion dengan penuh semangat.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan , tiba tiba ada cahaya biru yang bersinar dan menuntun mereka kejalan istana , itu adalah sina kebaikan dari Dewi kelinci.
:" sinar apa itu ?" Tanya pangeran Vion
__ADS_1
Lalu ia mengikuti sinar tersebut dan akhirnya sampai di istana , baru masuk gerbang beberapa langkah ia pingsan dan terjatuh dari kudanya , hal itu karena ia kelelahan dan karena luka yang cukup parah di bagian lengannga.
Sontak semua prajurti panik dan Raja yang melihat dan jendela istana terkejut dan langsung berlari keluar istana.
:" ada apa ini , ada apa ?" Tanya tuan Raja.
:"saya tidak tau tuan , tiba tiba pangeran pingsan " ucap salah satu prajurit
:"Baiklah...kalau begitu bawa dia ke kamarnya , dan suruh para pelayan untuk merawatnya!" Perintah sang Raja
:" ba...baik Tuan !" Ucap salah satu prajurit
Lalu pangeran Vion dibawa ke kamarnya dan diobati luka lukanya ,lalu ia dirawat hingga sembuh.
Di kerajaan lain Putri Yin sedang mengkhawatirkan pangeran Vion , ia bahkan sampai tidak bisa tidur nyenyak.
:"sudah lama dia tidak memberiku kabar , aku sangat khawatir apa yang terjadi padanya , aku harap dia baik baik saja ?" Ucap putri Yin sambil memandangi langit dari jendela kamarnya , lalu ia pun tertidur.
__ADS_1
Sementara keadaan pangeran Vion sudah semakin membaik , ia juga terus memikirkan putri Yin.
:" kira kira apa yang sedang putri Yin lakukan ?" tanya pangeran vion memikirkan putri Yin , sambil memandangi langit dari jendela kamarnya.