Perjalanan Yuan

Perjalanan Yuan
Bab 41


__ADS_3

:" apa yang harus aku lakukan , aku kahisan melihat gadis ini " pikir ziao


gadis itu terlihat murung.


:"hmmm...apa di desamu benar benar tidak ada penduduk ?" tanya ziao


Gadis itu menggelengkan kepalanya , lalu berkata.


:" sudah tidak ada siapa pun kecuali aku , ketika perang besar besaran orang tuaku menyuruhku untuk berlari , sehingga aku selamat dari kejaran para pemburu " ujar sang gadis peri.


:"hmmm...haruskah aku membawanya dalam misiku , tapi jika meninggalkannya aku tidak tega , kondisinya terlihat begitu lemah " pikir ziao sambil memandang gadis itu


:"hmmm...kalau begitu ikut saja denganku !" ajak ziao pada sang Peri


:" kemana tujuanmu ?" tanya sang Peri.


:" ke sebuah air terjun besar di bukit ini !" jawab Ziao


:"oohh...baiklah " lalu gadis itu menemani perjalanan ziao hingga ke air terjun yang Deras dan bersedia menunjukkan jalan.


:"nahh...di sini air terjunnya , benar kan ?" tanya sang Peri


:" wahh...benar , berkat dirimu perjalananku menjadi lebih cepat , jika tidak mungkin aku hanya akan berputar putar saja , terima kasih ya , kau mengenal hutan ini dengan sangat baik " puji Ziao pada sang peri


:"hehe...itu karena aku sudah lama tinggal di hutan ini " jawab sang Peri.


Lalu tanpa berlama lama lagi ziao langsung menuju ke bawah air terjun itu , dan bersemedilah ia di bawah air terjun yang Deras selama 5 hari , dan sang Gadis Peri pub setia menunggunya hingga ia selesai.


hari ini adalah hari ke 5 , ada sesuatu yang harus di ucapkan oleh Ziao pada hari ke 5.

__ADS_1


:" Aku menerima kedatanganmu Wahai sang Dewi Bulan , aku menerima kehadiranmu dalam hidupku , Masuklah , Masuklah , Masuklah engkau ke dalam tubuhku !" selesai mengucapkan mantra , seketika cahaya biru menyambarnya , angin kencang berada di sekitarnya.


:"aaaa....dahsyat sekali " sang gadis peri mencoba untuk bertahan dari hembusan angin kencang.


lalu beberapa jam kemudian keadaan kembali tenang , dan ziao membuka mata ia melihat sang gadis peri terbaring di bawah pohon.


lalu ia menghampirinya , dan berkata.


:" aku pikir ia akan pergi , rupanya ia menungguku ?" ucao ziao sambil memandang gadis peri tersebut.


Lalu bangunlah sang gadis dari tidurnya.


:"huaahhh..." mengusap ngusap matanya :" apa kau sudah selesai ?" tanya sang gadis dengan nada kecil , karena masih sedikit mengantuk.


:" apa kau menungguku hingga 5 hari ini ?" tanya Ziao


:" iya :" jawab sang gadis kelinci.


gadis itu hanya menganggukkan kepalanya.


:"baiklah kalau begitu , terima kasih atas segalanya " ucao ziao sambil menundukkan kepalanya.


:" sampai jumpa " ucap ziao sambil melambaikan tangan


lalu saat ziao hendak pergi sambil menuntun kudanya , tiba tiba gadis itu menghentikannya.


:"tunggu ...!" teriak sang Peri.


lalu ziao menoleh dan gadis itu berlari ke arahnya.

__ADS_1


:"huh....hmmm...aku...ingin ikut denganmu !" ujar sang Peri.


:"kau , mau ikut denganku , apa kau yakin akan meninggalkan hutan ini ?" tanya ziao


gadis itu menganggukkan kepalanya


:"hmmm...baiklah jika itu maumu !" ujar ziao, lalu gadis itu ikut ziao kembali ke istana.


Dalam perjalanan pulang , mereka berbincang bincang.


:" hmmm...berarti kau sudah kehilangan sihirmu ya ?" tanya ziao


:"yap...tapi aku masih punya sedikit sihir untuk aku gunakan " jawab sang Peri.


:" apa kau menggunakan sihir setiap saat ?" tanya ziao


:" tidak juga , aku hanya menggunakan sihir jika ada keperluan mendesak saja " jawab sang Gadis peri.


:"ohh...begitu ya " ucap ziao sambil menganggukkan kepalanya.


:" dulu saat aku dalam kandungan ibuku aku pernah dikutuk oleh penyihir jahat , aku terlahir menjadi Peri yang tak memiliki sihir , laku berkat para sesepuh desa , mereka mematahkan kutukanku , dan akhirnya aku memiliki sihir Peri " gadis itu bercerita kepada ziao


:" apakah para peri sudah memiliki sihir sejak lahir ?" tanya ziao


:"yap ...itu sebabnya Peri yang tak memiliki sihir dianggap bukan Peri , untung saja banyak warga desa yang berbaik hati padaku , jika tidak mungkin aku sudah di buang sejak bayi " ucap sang Gadis sambil tersenyum


:"oohh ....benarkah , huh...aku mau menguasai sihir api saja harus bersusah payah untuk belajar " ujar ziao pada sang gadis.


:"hehe...tidak apa berusahalah !" ucap sang Gadis.

__ADS_1


Lalu Ziao menunggangi kudanya , sementara Sang Peri terbang menggunakan sayapnya , mereka berjalan bersama sambil berbincang bincang , hingga tengah malam pun tiba.


__ADS_2