Perjalanan Yuan

Perjalanan Yuan
bab 45


__ADS_3

:" hah...?"


:" sihir itu bernama sihir bunga dandelion , sihir yang amat dahsyat , yang bahkan bisa membelah daratan menjadi dua , sihir yang mampu menyegel naga iblis , ku rasa sihir itu hanya bisa di kuasai oleh para peri ?"


:" itu memang benar , tapi apa tujuan anda menguasai sihir tersebut ?" tanya si gadis peri


:" aku merasa naga iblis itu telah bangkit kembali , pastilah ada orang yang telah membangunkannya , kita harus waspada jangan sampai kejadian dulu terulang kembali " ujar sang raja


:" baiklah saya mengerti , tapi...saya tidak begitu mahir dalam menguasai sihir tersebut , hanya petua desa peri yang mampu menguasainya , namun sang petua telah tiada , entah aku bisa membantu atau tidak , aku ini hanyalah seorang gadis peri yang lemah " ujar si gadis peri dengan raut wajah sedih


:" tidak peduli seberapa lemahnya dirimu , jika kau berusaha tentu kau akan mendapat hasilnya , ingatlah usaha tidak akan mengkhianati hasil " ucap sang raja sambil memegang pundak gadis itu


Lalu sang raja pergi meninggalkan gadis itu , sambil berpikir gadis itu pergi ke balkon , sambil merenung ia menatap langit.


:" apa yang harus aku lakukan , jika tidak ada seorangpun yang mampu menyegel naga iblis , pastilah dunia ini akan di porak porandakan olehnya" ujar si gadis peri


Di tengah kemenungannya , Leo menghampiri gadis itu


:" apa yang kau pikirkan ?" tanya Leo


:" hah...ba..bagaimana kau ?"

__ADS_1


:" aku adalah pangeran Leo putra dari raja Yuan , aku menguasai bahasa peri , dan berbagai bahasa lainnya" ucap Leo


:" ohh...begitu ya " ujar si gadis peri


Kemudian pangeran Leo pergi meninggalkan si peri sendirian


:" bagaimana caranya aku mengajari sang Raja sihir Bunga Dandelion , sementara aku saja belum pandai menguasainya" gumam si peri


lalu sang Ratu menghampiri si peri


:" masuklah dulu , kami mengadakan acara pesta makan malam , apa yang sedang kau pikirkan sehingga melamun begitu ?" tanya sang Ratu


Gadis itu hanya menggelengkan kepala dan menuruti apa kata sang Ratu.


sambil makan Yuan sesekali menatap ke arah si gadis peri , hal itu membuat si gadis peri merasa canggung dan gugup , selesai makan Yuan menemui si gadis peri itu.


:" bagaimana , apa kau sudah menemukan caranya ?" tanya sang Raja


:" maaf tuan , saya sedang memikirkannya , mungkin ada satu cara , tuan...bolehkah saya meminta izin , saya ingin pangeran Ziao menghantarkan saya kembali ke hutan tempat semula kami bertemu " pinta si gadis peri


:" lalu apa yg akan kau lakukan ?" tanya sang Raja

__ADS_1


:" saya akan kembali ke Desa peri , kemungkinan di Desa tersebut ada petunjuk mengenai sihir bunga Dandelion " ujar si gadis peri


:" apa kau yakin desamu sudah aman ?" tanya sang Raja


:" saya yakin , mengetahui ras peri sudah hampir punah , mereka pasti berhenti memburu kami " ujar si gadis peri


:" baiklah , aku percayakan semua ini padamu " ujar Raja Yuan


:" baik tuan "


Lalu berangkatlah Si Gadis peri itu bersama ziao masuk ke hutan tempat mereka bertemu dahulu , sesampainya di tempat tujuan.


:" apakah kau akan masuk sendiri , bukankah itu terlalu berbahaya ?" tanya Ziao


:" tidak apa , engkau tidak usah cemas "


:" bagaimana jika aku ikut denganmu dan menjagamu ?" ujar ziao dengan cemas


:" tidak , alam peri tidak boleh di masuki oleh sembarang orang , karena akan membawa hal buruk bagi orang itu sendiri atau bagi desa peri , yahh...seperti yang kau tau sekarang , alam peri sudah hancur " ujar si gadis peri


:" baiklah kalau begitu , aku mengerti , aku akan menunggumu di sini " ujar ziao

__ADS_1


Lalu peri itu masuk ke dalam sebuah portal , sementara Ziao duduk di bawah pohon besar sambil beristirahat.


__ADS_2