Perjalanan Yuan

Perjalanan Yuan
Bab 23


__ADS_3

Lalu setelah makan makan mereka bergegas menuju ke desa greenwolrd , untuk mengalahkan Phoenlizard.


:" itu dia phoenlizard " ucap Lin sambil menunjuk monster yang sedang mengamuk


:" hmmm...sepertinya monster itu lumayan kuat ?" Ucap Yuan


:" ayo kita serang bersama sama " ucap Lin


Lalu mereka menyerang monster tersebut dengan sekuat tenaga , namun karena monster itu terlalu luat , akhirnya mereka kewalahan.


:" huh...huh...huh...monster itu terlalu kuat , sangat sulit melawannya dengan pedang seperti ini " ucap Lin


:" huh...huh...aku yang menggunakan pedang legendaris saja , hampir tidak bisa menggoresnya " ucap Yuan


:" collaborasi , teknik collaborasi apa kau masih ingat , dulu waktu kita mengalahkan King Devil ?" Ucap Lin kepada Yuan


:"collaborasi , tapi teknik itu juga membutuhkan kekuatan dari sang Dewi kelinci , ingatkan dewi kelinci juga ikut membantu waktu itu " ucap Yuan


:" sayang sekali dia sudah tidak ada di bumi ini " ucap Lin sedikit kecewa


:" tidak apa kita berusaha sendiri , ayo gabungkan kekuatan kita !" Perintah Yuan


:" baiklah..." jawab Lin , lalu mereka menggabungkan kekuatan mereka , saat itu ada cahaya biru turun dari langit dan langsung menyambar pedang mereka , lalu mereka berlari dan di tebaskannya pedang mereka kepada Phoenlizard dan akhrinya monster itu pun tumbang.


:" akhirnya monster itu berhasil di kalahkan , terima kasih Yuan  " ucap Lin berterima kasih.


:" jangan berterima kasih padaku ,  berterima  kasihlah pada dewi kelinci , sepertinya ia yang telah membantu kita " ucap Yuan sambil memandangi langit


:" terima kasih dewi kelinci , engkau telah membantuku melindungi desaku " ucap lin sambil memandangi langit juga.


Lalu Yuan pun pergi kembali ke kerajaannya

__ADS_1


:" kalau begitu aku pergi dulu " ucap Yuan


:" baik terima kasih banyak Yuan " ucap Lin dengan sedikit merundukkan kepalanya.


Sesampainya di istana


:" kakak...dari mana ?" Tanya Yin


:" kakak dari desa greenworld untuk mengalahkan monster " ucap Yuan


:" oohh...baiklah " jawab Yin dengan singkat


:" apa monster itu sangat kuat tuan Raja ?" Tanya pangeran Vion


:" ya...dari mana kau tau ?" Ucap Yuan penasaran


:" sebab saya tidak pernah melihat Tuan Raja kewalahan seperti ini , hingga keringat bercucuran di mana mana " ucap Pangeran Vion


:"huh...rupanya kau cerdas juga ya , pangeran muda , jika kau ingin menjadi pendamping adikku , maka kau juga harus bisa mengalahkan monster" seperti itu agar kelak bisa melindungi adikku " ucap Yuan


Pangeran Vion dan putri Yin sudah semakin akrab , hubungan mereka juga semakin erat , tinggal menunggu kapan tanggal pernikahan mereka.


Lalu Raja pun masuk ke istana , sementara Pangeran Vion dan putri Yin sedang asyik mengobrol di taman sambil memakan apel


:" lihat burung burung yang berterbangan itu indah sekali bukan ?" Tanya pangeran Vion


:" iya benar , langitnya juga begitu cerah " ucap putri Yin


:" lihat bunga mawar yang bermekaran itu cantik sekali kan ?" Ucap pangeran Vion


:" iya benar..." jawab Putri Yin

__ADS_1


:" kau secantik bunga bunga itu tuan putri " ucap pangeran Vion sambil mengelus pipi putri Yin.


:"hehe...kau bisa saja " ucap putri Yin dengan perasaan malu , jantungnya berdebar debar .


namun di saat saat kemesraan mereka rupanya ada seorang gadis berpenampilan kumuh di luar gerbang ia terus memperhatikan mereka , sepertinya gadis kecil itu menginginkan apel yang berada di keranjang tuan putri.


:" apa kau lihat ada seseorang disana ?" Ucap pangeran Vion


;" iya kau benar ayo kita hampiri dia !" Ucap putri Yin


Lalu mereka menghampiri gadis tersebut


:" heyy ...gadis kecil , apa yang kau lakukan disini ?"tanya putri Yin


:"aku lapar , aku mau apel itu " ucap gadis kecil itu


:" apel ini , bawalah sekeranjang apel ini , dan bagikan dengan keluargamu !" Ucap putri Yin


:" te...terima kasih banyak tuan putri " gadis itu berterima kasih dengan sedikit menundukkan kepalanya


:" sama sama  " jawab tuan putri sambil tersenyum


Lalu gadis itu pun pergi meninggalkan istana , tuan putri pun menangis melihat keadaan gadi kecil tersebut.


:"tuan putri ku syg...ada apa , mengapa engkau menangis ?" Ucap pangeran Vion sambil mengelus kedua pipi sang putri


:" gadis itu.. keadaan gadis itu , sangat menyentuh hatiku , ia mengingatkanku pada diriku yang dulu , hidupnya pasti susah sekali , gadis seusianya yang seharusnya bermain dengan temannya justru harus bekerja keras demi keluarganya" ucap putri Yin sedih , ia terus meneteskan air matanya


:"sudahlah...jangan menangis , aku tau perasaanmu , tapi usap dulu air matamu itu , aku tidak mau jika kau sedih " ucap pangeran Vion sambil mengusap air mata sang putri dan memeluknya.


Akhirnya tuan putri merasa lebih tenang dan mereka kembali masuk ke kerajaan dan cuaca seketika  mendung dan turunlah hujan.

__ADS_1


Pesan moral : jangan sungkan untuk berbagi , jangan lupakan manusia hanya karena harta , jika sudah berada di atas jangan lupa yang di bawah ya , oke !!!


Asyiaapppp...😂


__ADS_2