Perjalanan Yuan

Perjalanan Yuan
Bab 18


__ADS_3

keesokan paginya Putri Yin sedang menyendiri di Taman.


Taman yang begitu indah dengan warna warni bunga bunga yang ber mekaran , angin yang begitu sejuk , sinar mentari yang cerah , membuat suasana riang di pagi hari.


:"hmmm...huh...sungguh indah sekali cuaca hari ini " ucap putri Yin


Ia berkeliling taman sambil menikmati indahnya alam , lalu ia berpikir untuk memetik apel yang ada di kebun belakang istananya.


lalu ia pun pergi menghampiri kakak iparnya.


:"kakak...apa aku boleh memetik apel di kebun ?" tanya putri Yin kepada Tuan Putri Desi.


:"baiklah...tapi berhati hatilah !" ucap putri Desi.


:" baik kalau begitu aku pergi dulu !" ucap putri Yin


lalu ia langsung pergi ke kebun apel yang begitu luas , pohonnya banyak yang berbuah , buahnya berwarna merah dan begitu segar.


:"woahh...kelihatannya buah buah apel ini rasanya lezat , aku mau petik satu !" ucap putri Yin lalu ia memetiknya , setelah itu ia memanen apel apelnya , ia melihat ada satu buah apel yang berbentuk istimewa , bentuknya tidak seperti apel pada umumnya , namun bentuknya mirip seperti buah Jeruk , apel itu tidak memiliki lekukan di bagian tengahnya , justru berbentuk bulat polos , seperti jeruk.


:" hah...kenapa apel itu berbentuk seperti jeruk ?" tanya putri Yin heran , namun ia penasaran dan ingin mengambil apel tersebut , ia berusaha untuk mendapatkannya ,namun karena terlalu tinggi ia tidak bisa memggapainya , pada akhirnya ia memutuskan untuk memanjat pohon tersebut.


:"aahh...susah sekali mengambilnya , padahal aku sangat ingin sekali buah apel itu " ucap putri Yin sambil berusaha mengambil buah apel itu , ternyata ada pangeran Vion yang sedang memantaunya.


:" apa yang putri Yin lakukan ?"tanya pangeran Vion dari dalam hati.


Lalu ranting pohon yang kecil , tidak sanggup menahan beban putri Yin , dan akhirnya ranting itu pun patah dan putri Yin terjatuh , pangeran Vion yang berada di situ dengan sigap menangkap putri Yin.

__ADS_1


:" aaaa...." putri Yin berteriak ketakutan


:" aku menangkapmu !" ucap pangeran vion , dengan sigap menangkap putri Yin.


:" apa kau baik baik saja ?" tanya pangeran Vion


:" i...iya aku baik baik saja , terima kasih !" ucap putri Yin


:" ternyata jika dilihat dari dekat , wajahnya semakin menawan " ucap pangeran Vion sambil terus memandangi Putri Yin.


:"ka...kau kenapa , kenapa melamun ?" tanya putri Yin


:"ahh..bu..bukan apa apa " jawab pangeran Vion


Lalu tiba tiba langit menjadi gelap dan hujan pun turun.


Lalu mereka berdua kehujanan , putri Yin terlihat kedinginan lalu pangeran vion melepas jubahnya dan menyelimutkannya pada putri Yin


:"kenakan jubah ini , agar kau tidak merasa dingin !" ucap pangeran Vion


:" te...terima kasih " ucap putri Yin berterima kasih.


Lalu mereka berlari masuk ke istana


:"dimana Yin ?" tanya Yuan


:"oh iya...dia tadi pergi ke kebun untuk memetik apel , namun sampai sekarang belum kembali , aku jadi khawatir " ucap Putri Desi

__ADS_1


:" kemana anak itu pergi ?" tanga pangeran Yuan dengan heran , lalu tiba tiba Putri Yin kembali dengan pangeran Yuan


:"ka...kakak " panggil Yin kepada kakaknya


:"Yin...dari mana saja kau ?" tanya pangeran Yuan


:"dari kebun belakang kak , kami kehujanan lalu pangeran Vion memberikanku jubah ini !" ucap putri Yin


:" benarkah , pangeran Vion terima kasih , karena telah menolong adikku !" ucap pangeran Yuan


:" sama sama , tidak masalah semua akan kulakukan demi tuan putri !" ucap pangeran Vion dengan hormat.


:" iya terima kasih banyak , apa kau mau minum teh , bersama dengan putri Yin , agar tubuhmu terasa lebih hangat ?" putri Desi menawari pangeran Vion


:"ahh...tidak terima kasih , tidak perlu repot repot , lagi pula aku sudah terbiasa begini " ucap pangeran Vion


:" be ...benarkah , apa kau tidak kedinginan , mungkin akan aku pinjamkan baju suamiku ?" tanya putri Desi


:"tidak...tidak perlu wahai tuan Ratu !" ucap pangeran Vion dengan hormat.


:" tapi apakah kau tidak merasa kedinginan ?" tanya putri Yin.


semua orang mengkhawatirkan pangeran Vion , mereka ingin membantunya , namun ia selalu menolak.


:" tidak , saya sudah terbiasa seperti ini , sebaiknya saya kembali saja " ucap pangeran Vion.


Lalu pangeran Vion pun kembali ke istananya.

__ADS_1


__ADS_2