
keesokan paginya Putri Yin sedang menyendiri di Taman.
Taman yang begitu indah dengan warna warni bunga bunga yang ber mekaran , angin yang begitu sejuk , sinar mentari yang cerah , membuat suasana riang di pagi hari.
:"hmmm...huh...sungguh indah sekali cuaca hari ini " ucap putri Yin
Ia berkeliling taman sambil menikmati indahnya alam , lalu ia berpikir untuk memetik apel yang ada di kebun belakang istananya.
lalu ia pun pergi menghampiri kakak iparnya.
:"kakak...apa aku boleh memetik apel di kebun ?" tanya putri Yin kepada Tuan Putri Desi.
:"baiklah...tapi berhati hatilah !" ucap putri Desi.
:" baik kalau begitu aku pergi dulu !" ucap putri Yin
lalu ia langsung pergi ke kebun apel yang begitu luas , pohonnya banyak yang berbuah , buahnya berwarna merah dan begitu segar.
:"woahh...kelihatannya buah buah apel ini rasanya lezat , aku mau petik satu !" ucap putri Yin lalu ia memetiknya , setelah itu ia memanen apel apelnya , ia melihat ada satu buah apel yang berbentuk istimewa , bentuknya tidak seperti apel pada umumnya , namun bentuknya mirip seperti buah Jeruk , apel itu tidak memiliki lekukan di bagian tengahnya , justru berbentuk bulat polos , seperti jeruk.
:" hah...kenapa apel itu berbentuk seperti jeruk ?" tanya putri Yin heran , namun ia penasaran dan ingin mengambil apel tersebut , ia berusaha untuk mendapatkannya ,namun karena terlalu tinggi ia tidak bisa memggapainya , pada akhirnya ia memutuskan untuk memanjat pohon tersebut.
:"aahh...susah sekali mengambilnya , padahal aku sangat ingin sekali buah apel itu " ucap putri Yin sambil berusaha mengambil buah apel itu , ternyata ada pangeran Vion yang sedang memantaunya.
:" apa yang putri Yin lakukan ?"tanya pangeran Vion dari dalam hati.
Lalu ranting pohon yang kecil , tidak sanggup menahan beban putri Yin , dan akhirnya ranting itu pun patah dan putri Yin terjatuh , pangeran Vion yang berada di situ dengan sigap menangkap putri Yin.
__ADS_1
:" aaaa...." putri Yin berteriak ketakutan
:" aku menangkapmu !" ucap pangeran vion , dengan sigap menangkap putri Yin.
:" apa kau baik baik saja ?" tanya pangeran Vion
:" i...iya aku baik baik saja , terima kasih !" ucap putri Yin
:" ternyata jika dilihat dari dekat , wajahnya semakin menawan " ucap pangeran Vion sambil terus memandangi Putri Yin.
:"ka...kau kenapa , kenapa melamun ?" tanya putri Yin
:"ahh..bu..bukan apa apa " jawab pangeran Vion
Lalu tiba tiba langit menjadi gelap dan hujan pun turun.
Lalu mereka berdua kehujanan , putri Yin terlihat kedinginan lalu pangeran vion melepas jubahnya dan menyelimutkannya pada putri Yin
:"kenakan jubah ini , agar kau tidak merasa dingin !" ucap pangeran Vion
:" te...terima kasih " ucap putri Yin berterima kasih.
Lalu mereka berlari masuk ke istana
:"dimana Yin ?" tanya Yuan
:"oh iya...dia tadi pergi ke kebun untuk memetik apel , namun sampai sekarang belum kembali , aku jadi khawatir " ucap Putri Desi
__ADS_1
:" kemana anak itu pergi ?" tanga pangeran Yuan dengan heran , lalu tiba tiba Putri Yin kembali dengan pangeran Yuan
:"ka...kakak " panggil Yin kepada kakaknya
:"Yin...dari mana saja kau ?" tanya pangeran Yuan
:"dari kebun belakang kak , kami kehujanan lalu pangeran Vion memberikanku jubah ini !" ucap putri Yin
:" benarkah , pangeran Vion terima kasih , karena telah menolong adikku !" ucap pangeran Yuan
:" sama sama , tidak masalah semua akan kulakukan demi tuan putri !" ucap pangeran Vion dengan hormat.
:" iya terima kasih banyak , apa kau mau minum teh , bersama dengan putri Yin , agar tubuhmu terasa lebih hangat ?" putri Desi menawari pangeran Vion
:"ahh...tidak terima kasih , tidak perlu repot repot , lagi pula aku sudah terbiasa begini " ucap pangeran Vion
:" be ...benarkah , apa kau tidak kedinginan , mungkin akan aku pinjamkan baju suamiku ?" tanya putri Desi
:"tidak...tidak perlu wahai tuan Ratu !" ucap pangeran Vion dengan hormat.
:" tapi apakah kau tidak merasa kedinginan ?" tanya putri Yin.
semua orang mengkhawatirkan pangeran Vion , mereka ingin membantunya , namun ia selalu menolak.
:" tidak , saya sudah terbiasa seperti ini , sebaiknya saya kembali saja " ucap pangeran Vion.
Lalu pangeran Vion pun kembali ke istananya.
__ADS_1