
setelah berhasil mengalahkan King Devil Yuan dan adiknya pergi mencari tempat tinggal
:" kak kita mau kemana ?" tanya Yin
:" kita akan mencari tempat tinggal !" jawab Yuan
:" tempat tinggal ? Kenapa tidak pulang kerumah saja kak ?" Tanya Yin
Ia berlutut sembari memegang kedua tangan adiknya dan berkata
:" wahai adikku , kita sudah tidak punya rumah , semua sudah hangus terbakar , bahkan orang tua kita , tidak hanya org tua kita , namun seluruh penduduk desa telah lenyap !" ucap Yuan sembari mengelus pipi adiknya
:"hiks...hiks...jadi...ayah dan ibu tidak selamat ?" Yin mulai menangis
:" benar sekali , tapi Yin tenang saja , kan masih ada kak Yuan !" ucap Yuan sambil tersenyum untuk menghibur adiknya
:" iya kak !" Yin tersenyum
:" kalau begitu ayo lanjut
perjalanannya !" perintah Yuan
:" iya kak !" jawab Yin
__ADS_1
Lalu mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat tinggal dan mendatangi beberapa kota maupuj desa.
:" saya mohon pak , saya akan selalu membayar kontrakan ini , saya janji saya akan rajin membayarnya !" ucap Yuan memohon
:" tidak bisa...kami tidak mau ada seorang Pendekar didesa ini , karena kalian para Pendekar pasti akan membawa masalah bagi desa ini !"ucap pria paruh baya pemilik rumah tersebut
:" saya berjanji akan melindungi desa ini !" Yuan terus saja memohon
:" tidak bisa ! Bapak bapak ibu ibu , ayo kita usir dia !" perintah sang Pria paruh baya
:" ayo...ayo usir dia ...pergi kau dari sini !" para warga mengusir Yuan dan adiknya
diperjalanan selanjutnya
:" tidak papa kak , ini bukan salah kak Yuan , lagi pula Yin tidak takut kok , kan Yin juga mau jadi Pendekar hebat kaya kakak , jadi Yin gk boleh takut " ucap Yin sembari tersenyum
Mendengar ucapan adiknya itu Yuan merasa sedikit terhibur.
:" baiklah...Yin pasti akan menjadi pahlawan yg hebat , bahkan bisa lebih hebat dari kakak hehehe " Yuan tersenyum kepada adiknya
:" kalau begitu ayo lanjut jalan lagi !" perintah Yuan
:" kak...sebenarnya aku malu mengatakan hal ini , tapi..."Yin menghentikan ucapannya
__ADS_1
:" ada apa Yin ?" Yuan mendengarkannya dengan serius
:" seorang pendekar itu kan tidak boleh lemah , tapi aku capek...tapi aku malu mengatakannya !" ucap Yin dengan nada yang kecil
:"hmmm...hahahaha...Yin...Yin kau ini lucu sekali ya , kakak jadi gemes deh !" ucap Yuan sambil mencubit pipi Yin
:" aduuhh...cakit kak !" teriak Yin
:" dengar ya Yin , yg namanya Pendekar juga manusia , wajar saja jika manusia merasa lelah , kau tau ? Dulu waktu kakak mencarimu , kakak merasa kelaparan dan kakak tidak malu untuk meminta minta pada org lain , karena makan adalah salah satu kebutuhan hidup manusia , jadi kalau Yin capek tinggal ngomong aja , jangan memaksakan diri !" ucap Yuan
:" ohh...jadi Pendekar juga boleh merasa capek ? Aku pikir seorang pendekar tidak boleh merasa capek dan tidak boleh lemah !" ucap Yin dengan polosnya
:" hehe...Merasa capek dan butuh istirahat boleh , tapi jika lemah itu baru tidak boleh , seorang pendekar kan harus kuat !" ucap Yuan
tingkah laku adiknya yang polos itu membuat Yuan merasa terhibur dan jadi sedikit tenang.
Dan mereka beristirahat di bawah pohon besar.
:" woaahhh...disini segar sekali ya...anginnya sepoi sepoi " ucap Yuan sembari menikmati angin
:" iya kakak benar , aku jadi teringat saat kakak kembali dari bekerja , kita bermain dirumah pohon buatan ayah bersama dan itu sangat seru " ucap Yin sambil tersenyun
:" hmmm...kenangan masa lalu ya ?" Yuan memikirkan sesuatu
__ADS_1
Lalu mereka bermalam di hutan dibawah pohon besar.