
Sementara itu pangeran Vion sedang berusaha untuk mendapatkan panah api tersebut , kemudian malam pun tiba dan ia beristirahat di hutan.
:" kita beristirahat di sini saja !" Ucap sang pangeran
:" baiklah pangeran , pangeran beristirahatlah lebih dulu !" Ucap Ziao
:" lalu kau mau apa ?" Tanya pangeran Vion
:" aku akan berdiri di sini dan menjagamu tuan !" Ucap Ziao
:"dasar kau ini , jangan berlebihan begitu aku memintamu untuk menjadi rekan ku bukan bawahanku , kau tidak usah seperti itu , sekarang beristirahatlah kemari , nanti kau kelelahan !" Perintah sang pangeran
:" tapi tuan...?" Ziao bingung dengan apa yang di katakan oleh pangeran Vion
:" sudahlah...ayo cepat kemari , beristirahatlah , hari sudah mulai gelap !" Perintah pangeran vion
:" baiklah pangeran jika itu perintah dari sang pangeran , saya akan menurutinya !" Ucap ziao
:"baik kau juga tidur ya hans !" Perintah Sang pangeran pada kuda kesayangannya
Lalu mereka beristirahat bersama di dalam hutan , hanya berselimutkan daun besar dan di temani hangatnya api unggun.
Keesokan harinya mereka pergi melanjutkan perjalanan.
Di tengah perjalanan terdapat jebakan sang pemburu , karena kurang memperhatikan jalan kuda sang pangeran terjerumus ke dalam jebakan.
:"aaaa..." teriak sang pangeran terkejut karena terjerumus ke dalam lubang yang lumayan dalam
Ziao yang berada jauh di belakang pangeran tidak mendengar teriakannya.
:" hah...pangeran kau dimana ?" Ziao bingung karena sang pangeran tiba tiba menghilang.
__ADS_1
:" aku disiniĀ , tolong keluarkan aku dari sini !" Sang pangeran berteriak meminta tolong
:" hah ...pangeran bagaimana kau bisa ada di bawah sana ?" Tanya ziao panik
:"akan aku ceritakan ketika aku berada di atas nanti , cepat keluarkan aku dari sini !" Perintah sang pangeran
Lalu Ziao mengeluarkan sang pangeran dari dalam lubang jebakan.
:"terima kasih " ucap sang pangeran
:" iya sama sama , bagaimana pangeran bisa berada di bawah sana ?" Tanya ziao
:" tadi aku kurang memperhatikan jalan dan akhirnya terjatuh ke dalam lubang itu " sang pangeran bercerita sambil mengusap ngusap bajunya yang kotor.
:" ohh...jadi begitu , kalau begitu mulai sekarang saya yang akan berada di depan , jadi jika ada apa apa biarkan saya yang menanggungnya !" Ucap Ziao sambil menunduk di hadapan sang pangeran.
:"dasar kau ini , org yang terlewat baik , rela sekali berkorban demi org lain , tapi apapun itu terima kasih karena sudah mau menjadi rekanku !" Ucap sang pangeran sambil menepuk pundak Ziao
Lalu mereka melanjutkan perjalanan dan kini Ziao yang memimpin jalan dan bersedia melawan apapun yang berada di hadapannya demi melindungi sang pangeran.
Di tengah perjalanan tiba tiba ada seekor harimau yang tengah mengamuk , harimau itu terlihat agresif.
:" ada apa dengan harimau ini ?" tanya ziao
harimau itu tiba tiba hendak menyerang mereka namun mereka bergegas berbalik arah.
:" putar balik !" perintah sang pangeran
Lalu mereka berbalik arah dan melarikan diri
:" tapi tuan jika kita berlari , kapan kita sampai ke gunung itu ?" tanya ziao sambil memunggangi kudanya.
__ADS_1
:" itu bisa di pikir nanti yang terpenting kita selamat dulu dari terkaman harimau itu !" ucap sang pangeran
tiba tiba Ziao menghentikan langkah kudanya dan berbalik arah menuju harimau itu berada.
:"heyy...kau mau kemana ?" tanya sang pangeran sambil berteriak
:"saya mau ke tempat harimau itu berada , saya rasa ada yang tidak beres dengan harimau itu" jawab Ziao sambil meninggalkan sang pangeran.
:" tunggu aku !" ucap sang pangeran
Lalu mereka sampai di tempat harimau tersebut
harimau itu masih terlihat ganas dan agresif , namun ziao berusaha untuk menenangkannya.
:" tenanglah...kucing besar...tenang !" ucap ziao , sambil perlahan lahan menyentuh harimau tersebut.
ternyata harimau tersebut tertusuk duri yang tajam.
:"oohh...kasihan , biar aku membantumu untuk mengambil duri ini !" ucap ziao
Lalu ia perlahan lahan mencabut duri yang berada di kaki harimau tersebut , lalu harimau itu pun pergi.
:" syukurlah kita bisa melanjutkan perjalanan " ucap ziao
:"hebat , bagaimana kau bisa melakukan hal itu ?" tanya sang pangeran
:" iya itu karena saya sering berlatih di desa , saya berlatih untuk menjinakkan binatang buas dengan alat seadanya , bahkan dengan tangan kosong juga " jawan ziao
:" ohh jadi begitu ya , keren " ucap sang pangeran mengagumi Ziao.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju gunung merapi untuk mengalahkan monster magma dan mendapatkan panah api tersebut.
__ADS_1