
:" fyuhh...perjalanan ini cukup melelahkan ,aahh...dan kakiku kambuh lagi sakitnya " ucap ziao sambil mengusap keringatnya dan ia terjatuh
:"eghem...mau kakak gendong ?" pangeran vion menawari ziao
:" tidak terima kasih " jawab ziao
:"ayolah , kalau kau sakit kakinya!" Ucap pangeran vion
:" tapi tuan pasti juga capek kan ?" Tanya ziao
:" hmm..manggilnya apa ?" Ucap pangeran vion
:"kakak , pasti kakak juga capek kan ?" Ucap ziao
:" nah gt dong , gk kok kakak gk capek " ucap pangeran
:" hehehe...gimana sih kalian " putri yin tertawa kecil
Lalu vion benar benar menggendong ziao yg sedang sakit , ia menggendongnya di pundaknya.
:" terima kasih , kak " ucap ziao
Pangeran vion tersenyum
:" kak...vion , mengingatkanku pada kak Lin " ucap ziao sedikit sedih
:"itulah gunanya aku disini , aku akan menggantikan kakakmu selama kau berada di sini , karena sekarang aku juga kakakmu !" Ucap vion
:" sudah cukup , kakiku sudah tidak terasa sakit , sebaiknya aku berjalan sendiri saja !" Ucap ziao lalu ia turun dari gendongan pangeran vion.
:" kau yakin mau jalan sendiri ?" Tanya sang pangeran mengkgawatirkannya
:" iya tidak apa " jawab ziao
:" kalau sakit lagi , jangan memaksakan diri , ngomong sama kakak ya !" Perintah sang pangeran
:" iya iya .."jawab zioa , ia berjalan duluan di depan.
:"dasar adik kita " ucap yin
:" hehe...biarkan saja ia melakukan apa yang ia inginkan " ucap sang pangeran
:"ohh...ya ngomong ngomong , bagaimana kandunganmu , apa baik baik saja ?" Tanya sang pangeran sambil mengelus perut sang putri
:" bayinya sudah tidak ada dalam kandungan " sang putri mengucapkannya dengan expresi sedih
:"a...apa maksudmu ?" Sang pangeran terkejut
:" karena..." sang putri terlihat murung
:" karena apa , apa yang terjadi ?" Sang pangeran panik
:" karena...bayinya sudah lahir ke dunia " ucap sang putri lalu ia tersenyum
:" hmmm...dasar kau ini , membuatku takut saja " ucap sang pangeran kesal
__ADS_1
:" hehehe...kan biar jadi kejutan untukmu " ucap sang putri sambil tersenyum
:" ngomong ngomong bayinya laki laki atau perempuan ?" Tanya sang pangeran
:" bayinya laki laki " ucap putri Yin
:" benarkah , pasti anak kita tampan seperti ayahnya" ucap pangeran vion
:"iya anak kita tampan kaya siapa ya , kayaknya gk mungkin deh kalo mirip ayahnya , soalnya ayahnya jelek ,hahaha..." putri Yin meledek suaminya dan kabur meninggalkan pangeran vion
:"dasar kau ini...awas ya aku akan menangkapmu !" Ucap sang pangeran sambil mengejar istrinya.
Bermula dari menjadi seorang rekan , lalu jadi sahabat , hingga diangkat menjadi seorang adik oleh seorang pangeran , itulah keberuntungan yang ziao dapatkan.
Ziao berada di atas pohon dan memanggil kakak angkatnya.
:"kakak...kakak...kemarilah !" Panggil ziao
:" kenapa aku berada di atas situ hah ?" Tanya sang pangeran
:" itu berbahaya adik , ayo cepat turun !" Perintah putri Yin
:" tunggu sebentar , aku melihat ada kekacuan di sana , ayo kita lihat !" Lalu ziao terbang di satu pohon ke pohon lain , dan pangeran vion dan putri Yin mengejar ziao dengan kecepatan penuh ( mode ninja )
:" itu dia kekacauannya " ucap ziao
Ternyata ada sebuah hutan yang kebakaran , karena ulah sang monster api , monster tersebut ternyata adalah tangan kanan dari sang Raja magma.
:"apa yg kau lakukan , kenapa kau membakar hutan ini ?" Ucap sang pangeran
:"khuk khuk..." datang sang Raja kera dari dalam hutan yang penuh asap.
:" hah...Raja kera ?" Ucap ziao
:" khuk...khuk...haah...berani sekali dia membakar hutanku , dan menggangguku yang sedang tidur" ucap sang Raja kera
:" apa anda baik baik saja ?" Tanya sang pangeran
:" aku baik baik saja , karena aku ini kan sakti dan hebat , tapi banyak teman temanku yang terluka di dalam sana " ucap sang Raja kera
;" berani sekali dia ?" Ucap ziao geram
:"berani sekali kau menyakiti teman sang Raja kera !" Ucap ziao berteriak
:" apa urusannya deganmu , kenapa kau peduli dengan nya ?" Tanya sang monster
:" karena teman sang Raja kera adalah temanku juga !" Ucap ziao lalu ia terbang dan menebaskan pedangnya , sayang sekali pedangnya hangus terbakar.
:" hah...bagaimana mungkin ?" Ziao terkejut
:" hahaha...dasar bodoh , tubuhku ini mekiliki kekuatan api , tentu saja pedangmu akan hancur dengan mudah " ucap sang monster
Lalu ziao kembali terbang ke atas pohon
:" tubuhnya itu di penuhi dengan api , kita tidak bisa melakukan pertarungan dari jarak dekat " ucap sang Raja kera
__ADS_1
:" lalu bagaimana kita bisa melawannya ?" Tanya sang pangeran
:" hah...panah itu !" Sang Raja kera Menunjuk panah yang di bawa oleh putri Yin
:" hah...bagaimana panah biasa itu bisa , sementara pedangku saja hancur , padahal itu bukan pedang biasa " ucap ziao bingung
:"dengan bantuan sihir , apa kalian memiliki kekuatan sihir ?" Tanya sang Raja kera
:" sebelumnya aku tidak pernah mempelajari sihir " ucap pangeran vion
:" dulu aku pernah sekolah di sekolah sihir , namun aku baru menjadi penyihir pemula , kekuatanku belum seberapa , aku hanya bisa menjinakkan binatang buas " ucap ziao
:"hmmm...baiklah kalau begitu , biar aku bantu kalian dengan kekuatan sihirku yang liar biasa " ucap sang Raja kera
Lalu Raja kera tersebut mengumpulkan kekuatannya dan memasukkannya ke dalam panah tersebut , dan pangeran vion siap untuk memanah.
:" pastikan tepat sasaran !" Ucap sang Raja kera
:" percayakan padaku , aku adalah pemanah yang handal " ucap ziao
Lalu monster itu di panah tepat sasaran , dan akhirnya monster itu musnah.
:" akhirnya monster itu sudah tiada, terima kasih wahai pemuda yang baik " ucap Raja kera
:" tidak perlu berterima kasih , lagi pula tuan yang mengalahkannya dengan kekuatan sihir yang sangat hebat " ucap ziao memuji sang Raja kera.
:" aahhh...tidak perlu memujiku begitu " ucap sang Raja kera malu malu
:" apa kalian belum menemukan Si Raja magma ?" Tanya sang Raja kera
:" belum , perjalanan masih sangat jauh " ucap sang pangeran
:" hmmm...baiklah , sepertinya aku akan ikut dengan kalian , karena sepertinya hutan ini sudah aman " ucap sang Raja kera
:" apa kau yakin , percaya akan keadaan begitu saja , bagaimana jika tiba tiba bawahan Raja magma merusak hutanmu lagi ?" Ucap sang pangeran
:"tenang saja , aku bisa merasakan jika ada bahaya yang mengancam hutanku , jadi tenang saja " ucap Raja kera
:" baiklah , kalau memang begitu " jawab sang pangeran
Lalu mereka berempat melanjutkan perjalanan.
:"ngomong ngomong siapa wanita ini ?" Tanya sang Raja kera
:" ohh ...dia istriku " jawab pangeran vion
:"apa kau menikahi seorang gadis di dalam hutan ?" Tanya sang Raja kera
:" tidak bukan begitu , aku sudah lama menikahinya , dia menyusulku kemari karena mengkhawatirkanku " ucap sang pangeran
:" ohhh...jadi begitu ya " ucap sang Raja kera
:" heyy ...ayo cepat , kalian ini lambat sekali " teriak ziao dari jarak jauh
:" iya iya baiklah , pelan pelan saja " ucap pangeran vion.
__ADS_1
Dan mereka berjalan menyusuri hutan hutan untuk mencapai puncak gunung merapi.