Perjalanan Yuan

Perjalanan Yuan
Bab 20


__ADS_3

Lalu beberapa tahun kemudian , Putri Yin tumbuh dewasa , menjadi gadis berusia 18 tahun , ia semakin dekat dengan pangeran Vion , tumbuh semacam buih buih cinta diantara mereka , suatu hari mereka sedang berduaan di taman.


:"hmm...tuan putri , cuaca hari ini sungguh indah bukan ?" tanya pangeran Vion


:" hehe...iya tentu saja , bunga bunga nya juga begitu indah sekali , warna warni bunga yang begitu cantik " ucap putri Yin


:" apa kau mau sekuncup bunga mawar merah ini ?" pangeran vion memberi bunga mawar yang indah kepada putri Yin sambil berlutut dihadapannya.


:"ahh...kau ini... sungguh romantis sekali " ucap putri Yin dengan perasaan malu.


:" hehe...tentu saja , apa pun akan aku lakukan demi tuan putriku tersayang " ucap pangeran Vion


putri Yin pun tertawa kecil , mereka menikmati indahnya taman bersama sama.


tiba tiba


(bunyi perut keroncongan)


:" hah...suara apa itu ?" tanya pangeran Vion terkejut


:" aduhh...keceplosan lagi " ucap putri Yin dengan nada kecil , sambil terus memegangi perutnya.

__ADS_1


:"tuan putri apa kau baik baik saja ?" tanya pangeran Vion mengkhawatirkan putri Yin


:" hehe...aku rasa aku sedikit lapar " ucap putri Yin dengan perasaan malu


:" hadeuh...aku pikir kenapa , yasudah mau ku petikkan sebuah apel yang segar , matang langsung dari pohonnya ?" ucap pangeran Vion


:"hehe...tentu saja , terima kasih pangeranku " ucap tuan putri Yin


Lalu pangeran Vion hendak memetik apelnya , ia memetik apel kecil kecil do bagian bawah , mudah sekali untuk mengambil apel yang kecil kecil , namun ada salah satu apel paling besar di batian atas , dan sangat sulit untuk di jangkau , sementara yang diinginkan putri Yin adalah apel yang besar.


:" pangeranku...di sebelah sana ada apel paling besar , bisa kau ambilkan untukku ?" pinta putri Yin kepada pangeran Vion


:" baikalah...akan aku ambilkan untukmu " ucap pangeran Vion


:" tidak usah cemas , aku tidak akan memanjat " ucap pangeran Vion , lalu ia mengambil busur dan anak panah , lalu di panah lah apel tersebut hingga terjatuh dari pohonnya , satu kali tembakan langsung tepat sasaran.


:" woahh...pangeran kau hebat sekali , kau ahli dalam memainkan panah " ucap putri Yin memuji pangeran


:"hehe...biasa saja kok , itu karena aku sering berlatih dari kecil " ucap pangeran vion


:" apapun itu tapi terima kasih ya , kau sudah mau melindungiku , terima kasih atas segalanya untuk selama ini " ucap putri Yin lalu ia mencium pipi sang pangeran .

__ADS_1


:"hehe...iya baiklah , akan aku lakukan apa pun demi dirimu " ucap pangeran Vion , dalam hatinya ia sangat gembira , karena itu adalah ciuman pertama yang di berikan oleh Putri Yin.


sementara itu pangeran Yuan atau Raja Yuan , sedang berduaan di kamar bersama istrinya.


:"syg...cuaca hari ini cerah ya , apa kau tidak mau menikmati indahnya alam ?" tanya putri Desi atau tuan Ratu


:" tidak...aku ingin berduaan bersamamu disini , tapi aku sedikit mengkhawatirkan adikku " ucap pangeran Yuan.


:" hmm...mungkin ia sedang bersama pangeran Vion , tenang saja dia pasti akan dilindungi olehnya " jawab putri Desi


:" baiklah kalau begitu , kita nikmati malam romantis kita saja ya " ucap pangeran Yuan.


:" tapi syg...sekarang kan masih siang " ucap putri Desi sambil menunjuk langit.


:" hehe...benar juga ya , aku bosan , jalan jalan di taman aja yuk !" ajak pangeran Yuan


:" jangan , ditaman kan sedang untuk berduaan , biarkan mereka menikmati indahnya taman berduaan , kita mengalah saja !" ucap putri Desi


:" baiklah , lantas apa yang akan kita lakukan ?" tanya pangeran.


:" tidur siang aja , lebih nyaman dan tenang " ucap putri Desi dan ia pun memejamkan matanya.

__ADS_1


:" hehe ...baiklah kalau begitu aku juga akan tidur " ucap pangeran Yuan , lalu mereka tertidur.


putri Yin dan pangeran Vion sedang asyik mengobrol di taman , mereka hidup bahagia , sejauh ini belum ada masalah sedikitpun.


__ADS_2