
Lalu beberapa tahun kemudian , Putri Yin tumbuh dewasa , menjadi gadis berusia 18 tahun , ia semakin dekat dengan pangeran Vion , tumbuh semacam buih buih cinta diantara mereka , suatu hari mereka sedang berduaan di taman.
:"hmm...tuan putri , cuaca hari ini sungguh indah bukan ?" tanya pangeran Vion
:" hehe...iya tentu saja , bunga bunga nya juga begitu indah sekali , warna warni bunga yang begitu cantik " ucap putri Yin
:" apa kau mau sekuncup bunga mawar merah ini ?" pangeran vion memberi bunga mawar yang indah kepada putri Yin sambil berlutut dihadapannya.
:"ahh...kau ini... sungguh romantis sekali " ucap putri Yin dengan perasaan malu.
:" hehe...tentu saja , apa pun akan aku lakukan demi tuan putriku tersayang " ucap pangeran Vion
putri Yin pun tertawa kecil , mereka menikmati indahnya taman bersama sama.
tiba tiba
(bunyi perut keroncongan)
:" hah...suara apa itu ?" tanya pangeran Vion terkejut
:" aduhh...keceplosan lagi " ucap putri Yin dengan nada kecil , sambil terus memegangi perutnya.
__ADS_1
:"tuan putri apa kau baik baik saja ?" tanya pangeran Vion mengkhawatirkan putri Yin
:" hehe...aku rasa aku sedikit lapar " ucap putri Yin dengan perasaan malu
:" hadeuh...aku pikir kenapa , yasudah mau ku petikkan sebuah apel yang segar , matang langsung dari pohonnya ?" ucap pangeran Vion
:"hehe...tentu saja , terima kasih pangeranku " ucap tuan putri Yin
Lalu pangeran Vion hendak memetik apelnya , ia memetik apel kecil kecil do bagian bawah , mudah sekali untuk mengambil apel yang kecil kecil , namun ada salah satu apel paling besar di batian atas , dan sangat sulit untuk di jangkau , sementara yang diinginkan putri Yin adalah apel yang besar.
:" pangeranku...di sebelah sana ada apel paling besar , bisa kau ambilkan untukku ?" pinta putri Yin kepada pangeran Vion
:" baikalah...akan aku ambilkan untukmu " ucap pangeran Vion
:" tidak usah cemas , aku tidak akan memanjat " ucap pangeran Vion , lalu ia mengambil busur dan anak panah , lalu di panah lah apel tersebut hingga terjatuh dari pohonnya , satu kali tembakan langsung tepat sasaran.
:" woahh...pangeran kau hebat sekali , kau ahli dalam memainkan panah " ucap putri Yin memuji pangeran
:"hehe...biasa saja kok , itu karena aku sering berlatih dari kecil " ucap pangeran vion
:" apapun itu tapi terima kasih ya , kau sudah mau melindungiku , terima kasih atas segalanya untuk selama ini " ucap putri Yin lalu ia mencium pipi sang pangeran .
__ADS_1
:"hehe...iya baiklah , akan aku lakukan apa pun demi dirimu " ucap pangeran Vion , dalam hatinya ia sangat gembira , karena itu adalah ciuman pertama yang di berikan oleh Putri Yin.
sementara itu pangeran Yuan atau Raja Yuan , sedang berduaan di kamar bersama istrinya.
:"syg...cuaca hari ini cerah ya , apa kau tidak mau menikmati indahnya alam ?" tanya putri Desi atau tuan Ratu
:" tidak...aku ingin berduaan bersamamu disini , tapi aku sedikit mengkhawatirkan adikku " ucap pangeran Yuan.
:" hmm...mungkin ia sedang bersama pangeran Vion , tenang saja dia pasti akan dilindungi olehnya " jawab putri Desi
:" baiklah kalau begitu , kita nikmati malam romantis kita saja ya " ucap pangeran Yuan.
:" tapi syg...sekarang kan masih siang " ucap putri Desi sambil menunjuk langit.
:" hehe...benar juga ya , aku bosan , jalan jalan di taman aja yuk !" ajak pangeran Yuan
:" jangan , ditaman kan sedang untuk berduaan , biarkan mereka menikmati indahnya taman berduaan , kita mengalah saja !" ucap putri Desi
:" baiklah , lantas apa yang akan kita lakukan ?" tanya pangeran.
:" tidur siang aja , lebih nyaman dan tenang " ucap putri Desi dan ia pun memejamkan matanya.
__ADS_1
:" hehe ...baiklah kalau begitu aku juga akan tidur " ucap pangeran Yuan , lalu mereka tertidur.
putri Yin dan pangeran Vion sedang asyik mengobrol di taman , mereka hidup bahagia , sejauh ini belum ada masalah sedikitpun.