Perjuangan Cinta CEO Muda

Perjuangan Cinta CEO Muda
Bab 16


__ADS_3

"Oh tidak ingat? Baiklah aku ingatkan. 2 minggu yang lalu, hari minggu jam 11 malam, kau datang ke apartemen Raissa dan hampir saja melecehkannya. 3 hari kemudian kau pergi denga salah satu bar, lalu malam harinya kau membawa perempuan itu ke hotel dekat dengan apartemen Raissa. Kemudian 2 hari yang lalu aku mendengar kau bercerita ke salah satu temanmu bahwa setelah bertunangan dengan Raissa kau ingin mendapatkan tubuhnya, lalu temanmu bercanda dengan dalam kata lain temanmu meminta bagian setelah dirimu puas, Apa perlu aku sebutkan lagi satu persatu Bro?"


"Dia bohong Pa Ma, laporkan saja ke polisi, dia memfitnahku, itu semua adalah perikaku dia, anak kampus juga banyak yang sudah tahu" Daren memutar balikkan fakta.


"Hei nak, aku tidak tahu siapa kau, yang jelas aku tidak terima kau menuduh anakku seperti itu, aku pasti akan menuntutmu" Kata Papa Darren.


"Oho mau menuntuk aku? Boleh saja, tapi silahkan dilihat dulu pertunjukannya"


Tiba tiba lampu aula padam, hanya tinggal lilin yang ada di atas meja yang masih menerangi ruangan yang kini hanya tersisa tidak lebih dari 25 orang itu.


Lalu layar peoyektor yang awalnya mati kini menyala menampilkan beberapa video adegan persis sama seperti apa yang Al tuduhkan kepada Darren.


Sebelum video berakhir Darren sudah hilang kesabaran, Darren terus berbicara dan mengatakan kalau itu fitnah dan tidak benar.


"Itu bukan aku pa, itu editan, aku di fitnah" Darren sudah seperti orang gila.


"Fitnah? Itu video dari cctv bro, apa perlu gua panggil pihak keamanan di gedung apartemen Raissa dan yang di hotel itu? Atau sekalian gua panggil pihak berwajib? Ya mungkin masalah lu nginep sama cewek tidak ada hukumnya, karena suka sama suka, tapi masuk secara diam diam di tempat lain itu termasuk perusakan property, apalagi ada niat untuk pelecehan, kira kira bisa dapet undian berapa tahun lu bro hahaha" Al mengejek Darren.


"Papa tidak pernah mengajarkan kamu seperti itu anak kurang *jar" bentak Papa Darren.


"Sudah nak, kami minta maaf, kami mohon jangan disebar luaskan berita ini. Pak Romy saya meminta maaf sebesar besarnya atas kesalahan anak saya. Ayo pulang" Papa Darren memyeret anak istrinya untuk pergi dari sana.


Setelah kepergian keluarga Darren suasana masih tetap tidak nyaman.


"Al kenapa kau tau semua itu? Apa kamu mengawasi adikku 24 jam nonstop?" Kak gilang yang penasaran bertanya, dan didukung tatapan Raissa dan keluarganya kini menatap Al semua.


"Huff, aku nyuruh orang buat ngawasin kegiatannya Darren selama 2 minggu, pada malam itu orang suruhanku memberi kabar kalau darren dari bar menuju apartemen Raissa, aku langsung gerak cepat meretas semua CCTV yang ada di satu gedung itu, karena aku sudah merasa tidak enak. Setelah itu aku mengawasi gerak gerik Darren, dan ketika ia sudah didalam apartemen dan ingin melecehkan Raissa aku menyuruh orangku yang mengikuti Darren untuk membius dan mengirimnya ke depan pintu apartemennya sendiri, begitulah ceritanya" jelas Al pada keluarga Raissa.


"Lalu sejak kapan kau menyukai adikku? Bukannya kau belum melupakan mantanmu?" tanya kak Gilang lagi


"Tanyakan saja ke Om sama Tante bang, aku ke kamar mandi dulu, udah ngempet dari tadi" Al berteriak sambil berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


"Dasar calon adik ipar nggak sopan, eh Pa Ma emang sejak kapan Al suka sama Raissa?" Kak Gilang masih kepo


"Tanyakan saja ke adikmu" jawab cuek mamanya sambil makan camilan.


Kak Gilang menoleh ke Raissa "Sejak kapan dek?"


"Sejak 5 tahun yang lalu kak, dia mantan aku dulu" Raissa menjawab malu - malu.


"Haaah, jadi yang membuat Al jadi seperti sekarang itu omongan Papa?" kaget, ya kak Gilang kaget, karena Al pernah bercerita kisahnya tanpa menyebut siapa orang yang ada didalam cerita Al, dan ternyata itu adalah keluarganya sendiri.


"Lah kenapa Papa?" Papa yang dari tadi diam karena merasa bersalah kini bicara saat dirinya disebut anaknya.


"Al pernah cerita katanya dia dapat perlakuan kurang mengenakkan dari orang tua mantannya, dia dibilang tidak punya masa depan, dibilang tidak pantas sama mantannya itu, dan ternyata yang bilang itu Papa" kak gilang hanya mampu menghela nafas.


"Asal Papa tahu, Al sekarang sudah sukses pa, dia menjadi pemilik sekaligus CEO dari perusahaan Alam Group yang sedang naik naiknya sekarang di Ibu kota". Kak Gilang menjelaskan, dan itu membuat semua terkejut, bahkan Raissa sendiri tidakenyangka jika Al sudah sampai di titik ini.


Setelah selesai dari kamar mandi Al kembali duduk, tapi kini ia duduk di sebelah Raissa.


"Sayang sayang, bilang dulu sama Papa, kalau di kasih izin baru boleh manggil gitu lagi" balas Raissa dengan wajah merona.


"Oke deal"


"Om Tante sebelumnya saya minta maaf kalau tadi saya mengacaukan acaranya. Saya sebenarnya datang kesini selain untuk mengucapkan selamat juga ingin minta izin kepada Om dan Tante, saya ingin kembali dekat dengan Raissa, tapi tidak untuk pacaran, hanya sekedar dekat, baru nanti setelah saya lulus S2 dan pulang ke Indonesia InsyaAllah saya akan membawa orang tua saya untuk melamar Raissa" Al berkata tegas dan tanpa rem sehingga membuat Raissa dan keluarganya sedikit terkejut dengan perkataannya.


"Sudah punya apa kamu?" Papa Raissa bertanya seolah meremehkan.


"Hmm, setidaknya saya punya perusahaan milik saya sendiri yang saat imi sedang naik daun, saya juga punya 15 persen saham perusahaan StarS milik mertua kak Gilang dan saya juga punya saham sebesar 20 persen di AgraCompany milik Om hehe" Al bucara sambil berlagak tengil sambil tersenyum senyum jahil ke arah kak Gilang dan Papa Romy.


"Haah, kamu bercanda kan?" kaget Papa Raissa.


"Iya, bercanda ya lu Al?" ulang kak Gilang untuk memastikan

__ADS_1


"Kalian pasti tau kalau ada satu orang yang tidak pernah hadir di rapat pemegang saham"


"Jangan bilang kalau kamu itu pak"


"Putra, ya itu aku" belum sempat kak Gilang meneruskan ucaoannya sudah dipotong oleh Al.


"Gimana om, di izinin kan ya?" Al bertanya sambil menaik turunkan Alisnya.


"Terserah Ica saja, kalau dia mau sama kamu yang tengil ini ya silahkan saja, asal tetap tidak melewati batas" Jelas Papa Raissa.


"Alhamdulillah, semoga amal ibadah om diterima - aduh" belum selesai bicara, kepalanya dipukul oleh Papa Raissa


"Saya belum mati bocah"


"Hehehe, oh iya om tante habis ini saya boleh ajak raissa keluar nggak?"


"Silahkan asal jangan terlalu larut ya pulangnya" kata Mamanya.


"Baik tan"


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon maaf apabila masih banyak kekurangan - kekurangan dalam penulisan cerita. 🙏


Saya masih baru belajar dan semoga kalian semua berkenan untuk selalu memberi saya masukan di kolom komentar.


Jika memang ingin mengkritik, maka kritik lah, karena saya yakin dengan kritikan kritikan kalian itulah yang akan memberitahu saya letak kekurangan saya sehingga saya bisa belajar lebih baik lagi.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2