
Setelah proses lamaran di rumah Ica malam itu, Al melakukan aktifitasnya seperti biasa, ia mulai menyiapkan proses peluncuran produk pertama perusahaannya.
Hubungannya dengan Ica juga semakin lengket, Ica kini sedang melakukan interview di perusahaan Al sebagai sekretaris Al, ia tidak mau masuk hanya karena koneksi, ia bilang pada Al kalau ingin megutamakan profesionalitas kerja.
.
"Nomor 42 silahkan masuk" kata karyawan HRD
Ica berjalan masuk ruangan interview, disana sudah ada 3 orang, 2 perempuan 1 laki - laki
"Selamat pagi pak, bu" sapa Ica saat sampai di depan mereka bertiga.
"Pagi, silahkan duduk dan memperkenalkan diri" kata karyawan laki - laki.
"Baik, nama saya Raissa Dwi Anggara, saya lulusan S1 jurusan administrasi bisnis dan perkantoran di Sydney university, saya melamar disini sebagai sekretaris CEO" jelas Ica
"Untuk pengalaman kerja bagaimana nona?" kata salah satu karyawan perempuan.
"Saya pernah bekerja sebagai sekretaris direktur, tapi itu masih dalam bayang - bayang orang tua saya, karena saya bekerja di perusahaan keluarga, untuk bekerja secara profesional saya baru mendaftar kali ini" jelas Ica.
"Apa ada surat rekomendasi dari perusahaan sebelumnya?"
"Ada tapi apa tidak masalah? Karena itu perusahaan milik papa saya sendiri, takutnya malah jadi boomerang bagi saya dan juga anda semua nantinya" kata Ica.
"Tidak masalah asalkan kinerja anda sesuai dengan apa yang tertera di surat rekomendasi ini"
"Baik nona, untuk keputusan akhir nanti biar CEO kami yang memutuskan"
"Ehh, pak bisa tidak kalau yang memutuskan itu dari bagian HRD saja" Ica yakin jika yang memutuskan Al pasti dirinya yang terpilih, dan dia tidak mau seperti itu.
"Hmm memang kenapa nona?" karyawan disana bingung dengan permintaan Ica.
"Anuu, gimana ya menjelaskannya, bisa minta tolong telfonkan pak Al, biar saya yang menyampaikan alasannya"
"Hmmm, sebentar nona" meskipun bingung salah satu karyawan tetap mencoba menghubungi Edo.
"Hallo pak Edo, ini di HRD ada seseorang yang meminta untuk mencoba menghubungi pak Al" lapor karyawan yang menelfon.
"Siapa namanya?" Edo bertanya karena sudah dikabari kalau Ica akan melamar tapi tak tau kapan.
"Raissa Dwi Anggara pak, tadi dia meminta agar bukan pak Al yang menentukan sekretarisnya"
"Sebentar saya hubungkan ke pak Al, kamu kasih telfonnya ke nona Ica"
"Baik pak"
__ADS_1
Setelah itu Edo memberikan hpnya ke Al dan Ica menerima hp dari karyawan tadi.
"Hallo assalamualaikum" kata Ica.
"Ekhem, waalaikumussalam sayang, ada apa?" Al tidak tau kalau ternyata hp karyawannya yang dipakai Ica ternyata speakernya menyala, membuat Ica merona karena malu.
"Al aku udah interview sama petugas di HRD, tapi nanti kamu nggak boleh ikut nentuin lolos enggaknya yaa, aku mau kerja secara profesional, kalau masih tetep dapet keistimewaan lebih baik aku nggak kerja sama kamu" omel Ica ke Al.
"Iyaaa, nanti biar karyawan bagian HRD yang memutuskan layak tidaknya, aku tinggal terima beres, meskipun kamu yang di terima, kalau kinerjanya nggak bagus aku boleh keluarin kamu, gitukan yang kamu mau?"
"He em, yaudah kamu lanjut kerja, aku mau mampir ke restaurant, Ibu nyuruh kesana"
"Iya udah aku tutup, Love You, Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam" Ica langsung menutup panggilan, dan memberikan Hp ke pemiliknya.
"Ini bu, hpnya terimakasih, saya permisi dulu" pamit Ica
Setelah Ica keluar terjadi kehebohan di kantor Al mengenai kemunculan Ica yang melamar melalui HRD dan menolak untuk diberi keistimewaan. Banyak karyawan yang menganggap sikap Ica sangat dewasa dan profesional, tapi ada juga beberapa yang malah menuduh kalau itu hanya pencitraan sebagai pacar Al.
pada malam hari ke - dua, Ica menerima pengumuman bahwa dia diterima sebagai sekretaris CEO, dan mulai bekerja besok harinya.
Keesokan paginya Al bilang kalau akan menjemput dan berangkat bersama.
Ting tong..
Ceklek.
"Ohh, den Al, mari den, semuanya lagi sarapan di meja makan" kata art itu.
"Iya bik"
"Assalamualaikum" sampai di meja makan ia menyapa dan salaman dengan semua orang lalu duduk di sebelah Ica.
"Waalaikumussalam" jawab semua orang
"Udah sarapan Al?" tanya mama Nella.
"Udah ma, Al nggak boleh berangkat kalau belum sarapan"
"Iya jangan sampai lupa sarapan, bisa nggak fokus kerja, ntar tender ilang" sindir papa ke kak Gilang karena kemarin waktu rapat dengan klien tiba tiba pingsan di jalan, akhirnya tidak jadi bertemu dan gagal kerja sama.
"Udah napa sih paa, sekali doang, lagian itu tuh bukan karena nggak sarapan doang, itu gara gara aku lagi ngidam aja" jelasnya tak terima disalahkan.
"Haah, emang silca hamil lagi?" kaget mama.
__ADS_1
"Iya ma, baru jalan minggu ke enam" jelas siska.
"Hmmm, kamu nggak usah kerja dulu sayang, dirumah aja nemenin mama sama giska main kalau udah pulang sekolah" kata mama Nella.
"Iya ma, nanti kalau mama kerja kata ibu guru adik bayinya bisa ikut capek" kata giska menjelaskan dengan lucu.
"Iya aku juga udah rundingkan sama mas Gilang kalau aku nggak kerja lagi" jelas siska.
"Selamat ya kak, ntar kalau udah tau jenis kelaminnya aku ingin kasih hadiah"
"Buat aku mana Om?" mendengar calon adiknya akan diberikan hadiah Giska juga ingin.
"Giska besok hari minggu kita ke main ke mall ya sama tante Ica, nanti Giska boleh beli apa aja asal bukan yang bikin sakit gigi"
"Es krim nggak boleh?" tanyanya sedih, pasalnya anak berusia 8 tahun itu sangat suka makan es krim, meskipun ujung ujungnya akan menangis karena sakit gigi.
"Boleh, asalkan nggak banyak - banyak" kata kak Siska.
"Ayok berangkat yang, aku nggak mau telat di hari pertama kerja" ajak Ica.
"Iyaa, ma pa kak, kami berangkat dulu yaa, Assalamualaikum" pamitnya.
"Waalaikumussalam, hati hati Al" kata mama Nella.
Al dan Ica kemudian berangkat ke kantor, sampai di kantor Al turun lebih dulu dan membukakan Ica pintu.
Mereka jalan ber - gandengan tangan, namun di depan pintu kantor tiba tiba Ica melepas tangan Al.
"Sayang, kalau di kantor kita atasa bawahan yaa, aku nggak pengen karyawan lain merasa iri dengan aku" jelas Ica.
"Hmmm, baik sayang, kamu semangat kerjanya, aku minta maaf dulu kalau aku nanti sering omelin kamu yaa" kata Al sambil mengecup kening Ica.
Setelah itu mereka masuk kantor, Al berjalan di depan dan di ikuti Ica. Adegan di depan pintu kantor tadi jadi topik utama perusahaan hari ini. Semua orang membicarakan hal itu, sampai di grup karyawan juga ramai dengan topik keromantisan hubungan CEO mereka.
Semua berjalan sesuai harapan, Ica juga bisa bekerja maksimal meskipun dengan Al yang suka iseng curi curi kesempatan ketika mereka sedang bekerja.
Sampai H-1 peluncuran produk pertama, semua orang di perusahaan sangat sibuk mempersiapkan semuanya, mulai dari tempat acara, sampai media juga mulai di siapkan, bahkan banyak media media yang sudah datang pada H-1 ini.
Semua persiapan akhirnya selesai pada malam hari sebelum acara berlangsung, Al dan semua orang yang terlibat dalam grand opening dan peluncuran produk pertama, baik dari karyawan perusahaan, EO, bahkan sampai tukang parkir untuk besok juga saling membantu satu sama lain dan bekerja sepenuh hati, selain gaji yang termasuk besar, kekeluargaan di perusahaan Al juga yang jadi utama, tidak ada persaingan kotor di perusahaan, itu yang membuat mereka kompak. Bahkan karyawan yang posisi atas juga tidak malu gotong royong dengan tukang parkir yang notabene bukan siapa siapa.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Terimakasih semua yang sudah membaca karya pertama saya, dan juga mohon untuk memberikan kritik dan saran, karena saya merasa perlu banyak belajar agar bisa terus berlanjut berkarya.
Jangan lupa Like dan dukungannya yaa. ❤️❤️