
Pagi hari, Al meminta tolong Edo untuk mengantar mobil ke apartemen Ica, Al juga bersiap untuk berangkat mengantar Ica dan keluarganya berbelanja dan keliling karena hari ini adalah hari terakhir mereka disini sebelum kembali ke Indonesia keesokan harinya.
"Do tolong anterin mobil yang kemaren lu pake ke apartemennya Ica ya, biar dipake kakaknya hari ini mau keliling, kalau cuma bawa mobil 1 nggak muat"
"Ohh oke bang, kirim aja alamatnya, bentar lagi gua anterin"
"Sekalian berangkat bareng gua aja, ntar lu ikutin mobil gua"
"Oke deh bang, panggil aja kalau udah mau berangkat"
Setelah siap siap Al mengajak Edo berangkat ke apartemen Ica, ia berhenti di swalayan sebentar untuk membeli camilan, karena ia tau Ica suka makan camilan saat di perjalanan.
Setelah sampai apartemen Ica, Al membuka dompet dan memberi Edo salah satu debit card yang sudah ia persiapkan untuk Edo.
"Do ini ada debit card lu pake ya, itu udah atas nama elu, mulai sekarang lu belajar jadi asisten gua ya"
"Hah, beneran ini bang? Gua kan belum ngapa ngapain masak dapet ginian"
"Iya beneran, udah pake aja, itu udah ada isinya juga, anggep aja gaji lu bulan lalu, jangan lupa bilang ke orang tua, jangan boleh ngirimin lu duit lagi"
"Iya bang, makasih bang, gua nggak tau mau bilang apa lagi" Edo sampai berkaca kaca, ia berfikir masih ada ya orang sebaik Al ini.
"Udah santai aja kali, asal lu bisa cepet lulus itu udah sangat membantu buat gua, sono lu balik aja, gua mau kencan ditemenin calon mertua"
"Idih sombong mentang mentang udah balikan, yaudah gua pergi dulu bang, ntar kalo udah selesai mau ambil mobil kabarin aja"
Setelah Edo pergi Al kemudian masuk ke dalam gedung apartemen menunu ke arah apartemen milik Ica, sampai depan pintu ia menekan tombol bel.
Tiiit
"Siapaa?" tanya kak Gilang sebelum pintu terbuka sempurna, setelah tau itu Al kak Gilang mempersilahkan Al masuk.
"Ohh elu Al, ayok masuk dulu, lagi pada sarapan orang orang"
"Iya kak"
"Siapa yang dateng lang?" tanya Mama Nella.
"Pacarnya adek ma" jawab kak Gilang menggoda adiknya.
"Uhuk" Ica tersedak mendengar candaan kakaknya.
"Pelan pelan dek, emang siapa sih pacarnya Ica lang?" tanya Mama Nella berniat semakin menggoda Ica.
"Pagi semuanya" sapa Al ke semua orang di meja makan.
__ADS_1
"Ohh Al ternyataa, Emang kamu pacarnya Ica Al? Bukannya udah bukan?" kini gilaran Papa yang memojokkan Ica, Al tahu itu karena melihat mata Mama dan Papa terus melirik ke arah Ica.
"Ohh udah enggak kok om"
"Al?" Ica melihat ke arah Al penuh tanda tanya
"Kenapa ca? Bukannya memang? Itu mama lihat di jari kamu udah ada cincinnya, berarti udah nggak pacaran lagi dong?" goda Mamanya.
Blush wajah Ica merah merona, ia malu digoda keluarganya
"Iya Om Tante kak, kemarin saya memang melamar Ica, InsyaAllah setelah selesai S2 disini, saya berniat melamar Ica secara resmi dengan membawa orang tua saya". Al menyela dan menjelaskan karena sudah kasihan ke kekasihnya itu.
"Ohh syukurlah kamu bilang Al, saya kira kamu mau bawa kawin lari anak saya" canda Papa.
"Kemarin Ica juga punya niat gitu Om" balas Al.
"Ihh enggak yaa, aku nggak pernah bilang gitu tau" Ica bicara dengan nada tak terima.
"Gercep juga punya calon adik ipar" kata kak Gilang
"Iya gimana gak gercep sayang, pasti takut keduluan orang lah, iya nggak Al?" kata kak Sisca istri kak Gilang.
"Sudah sudah, ayok sarapan dulu, kamu juga ayok sarapan dulu Al" Mama menghentikan perdebatan.
"Ai kamu mau kemana dulu? Mau ngikutin orang tuamu atau keliling sendiri?"
"Kita jalan sendiri aja Al, capek ngikutin Mama nggak ada duduknya"
"Ohh ya udah nanti bilang dulu tapi, biar nggak saling cari nantinya"
"Iya Al"
Sampai di tempat tujuan mereka berjalan bersama dari area parkir mobil.
"Ma nanti Ica sama Al mau jalan berdua ya, Mama sama Papa kalau udah selesai bisa tunggu di restaurant atau dimana gitu" kata Ica ke mamanya.
"Loh emang kalian mau kemana dulu? Kenapa nggak bareng aja?" tanya Mama Nella.
"Mamaku yang cantik, disini yang betah nemenin Mama belanja itu cuman Papa, kalau kita sih dari pada keliling keliling nggak jelas mau kemana, mending langsung ke tujuannya, mau beli apa lalu setelah itu bisa nyantai di tepat permainan, atau nonton, nggak setiap lewat toko selalu berhenti dan lihat lihat kayak Mama" kata kak Gilang halus.
"Huh kalian ini masih belum tau aja sensasinya belanja" kata Mama.
"Dan istriku jangan sampai tau biar nggak kayak Mama" ejek kak Gilang.
"Hum, sudah ayo pa kita jalan jalan sendiri, mereka nggak tau enaknya berhenti di tiap toko itu gimana" ajak Mama ke Papa.
__ADS_1
.
Setelah seharian Al menemani Ica dan keluarganya keliling, kini Al sudah ada di apartemennya sendiri, ia merebahkan tubuhnya dan istirahat, karena besok dia dan Edo akan mengantar Ica dan keluarganya ke bandara.
Keesokan harinya, subuh - subuh Al sudah beraktifitas di dapur, memasak untuk dibawa ke rumah Ica, sebab ia yakin pasti di tempat Ica tidak akan masak untuk sarapan karena akan berangkat hari ini. Setelah selesai memasukkan semua makanan ke rantang ia memanggil Edo untuk berangkat ke apartemen Ica.
Sampai di apartemen Ica, seperti yang ia duga sebelumnya, masih belum ada yang makanan karena masih terlalu pagi untuk pesan antar makanan, dan tidak akan memasak karena sayang jika kotor kotro lagi setelah kemarin sudah dibersihkan apartemennya.
"Tante ini saya bawa makanan buat sarapan, saya tau pasti nggak pengen masak dan mau pesan makanan di luar masih belum pada buka"
"Ohh iya Al, tadi rencananya mau sarapan di pesawat sekalian" kata Mama Nella.
Mereka semua lalu sarapan bersama dengan makanan yang Al masak, setelah itu baru berangkat ke bandara, karena pesawat berangkat jam 7 pagi jadi harus segera berangkat.
Tepat jam setengah 7 mereka sampai di bandara.
"Om tante semuanya, saya langsung pamit ya, ada kelas pagi soalnya"
"Iya Al terimakasih banyak yaa, Edo juga terimakasih banyak"
"Sama - sama Om" balas Edo
"Ai aku berangkat ke kampus dulu yaa, kamu jaga diri baik baik" Al mendekat ke Ica
"Kamu juga, jangan lama lama disininya" Ica memeluk Al didepan keluarganya.
"Iya kurang satu tahun lagi aku pasti balik ke Indonesia, jangan lupa kabarin kalau sudah sampai disana yaa" Al membalas pelukan Ica, berat memang, baru bersatu kembali tapi harus pisah lagi.
"Iyaa, love you Al" bisik Ica di dalam pelukan Al.
"Love you more sayang, aku berangkat dulu yaa, byee" Ia pamit dan mengusap ujung kepala Ica.
"Mari semuanya, hati hati semua yaa" pamitnya lalu berbalik dan berangkat ke kampusnya.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih buat yang sudah membaca karya saya, semoga saya bisa memuaskan para readers sekalian dengan karya karya saya kedepannya.
Jangan lupa juga untuk memberikan dukungan kepada saya, karena dukungan kalian akan sangat sangat membantu dan menambah semangat saya dalam berkarya.
Thankyou All.
__ADS_1