Perjuangan Cinta CEO Muda

Perjuangan Cinta CEO Muda
Bab 27


__ADS_3

Pagi harinya, setelah sholat subuh Al kembali mengulang kegiatan panasnya dengan Ica semalam.


Dan tertidur lagi karena kelelahan.


Al terbangun jam 9 pagi, dia melihat istrinya yang sedang tidur pulas, ia turun ranjang dan membersihkan diri. Setelah itu Al memesan makanan untuk sarapan mereka.


Setengah jam kemudian ada yang mengetuk pintu, ternyata adalah pegawai hotel yang mengantar makanan.


Al berjalan mendekat ke ranjang dimana Ica tidur, ia duduk di pinggiran ranjang dan mencoba membangunkan Ica.


"Sayang, udah jam 9, ayo bangun dulu, nanti kita jalan jalan keluar" kata Al sambil menggoyangkan tubuh Ica.


"Eunggghh, aku capek mas" kata Ica sambil menggeliat dan menyingkirkan tangan Al dari wajahnya.


"Iya lanjut nanti istirahatnya, sekarang bersih bersih dulu, lalu sarapan, aku udah pesen makanan tadi" Al terus mengganggu tidur Ica dengan menciumi wajahnya.


"Uhhh, anterin ke kamar mandi yaa, aku males jalan" ucap Ica manja.


"Aku ikut mandi juga boleh?" goda Al.


"Nggak!! Nggak boleh macem macem dulu hari ini, aku mau jalan jalan" tolak Ica langsung, tau apa yang sedang dipikirkan Al.


"Yaudah deh, tapi nanti malam double"


Al lalu membuka selimut yang dipakai Ica, melihat tubuh polos istrinya jiwa kelelakiannya bangkit, tapi ia tidak ingin melakukannya, karena kasihan melihat istrinya kelelahan.


Dia kemudian menggendong Ica sampai kamar mandi, ia turunkan Ica di bathub yang sudah ia persiapkan sebelum membangunkan Ica.


"Udah sana keluar kamu mas, jangan ganggu aku terus" kata Ica mengusir Al.


"Minta dikit aja boleh nggak?" Al terus menggoda Istrinya.


"Noo, nanti malam saja, sana keluar" jawab Ica sambil menciprati Al dengan Air di bathub.


"Baiklah, tapi ini dulu" Al tiba - tiba mencium dan ******* bibir Ica agak lama.


"Morning kissnya tadi lupa, hehe" kata Al lalu keluar kamar mandi


"Dasar suami mesum" gumam Ica setelah Al keluar kamar mandi.


Al menunggu Ica keluar dari kamar mandi sambil menyiapkan sarapan mereka, ia juga menghubungi orang suruhannya yang jadi tour guide untuk menyiapkan mobil dan minta saran tempat yang bagus untuk di datangi pertama kali.


Hampir satu jam Ica baru keluar dari kamar mandi, setelah itu Ica memakai pakaian dan merias diri.


Sampai jam 11 siang mereka baru keluar kamar untuk jalan jalan.


"Mau kemana dulu sayang? Mau belanja atau ke tempat wisata dulu?"


"Jalan - jalan duli ke tempat bagus aja mas, belanjanya 2 hari terakhir aja"


"Baiklah, ayo berangkat, aku udah nyuruh Jo nyiapin mobil"

__ADS_1


"Orang yang ditugasin Edo itu kah mas?"


"Iya sayang, namanya Jo"


Al menggenggam tangan Ica dan keluar kamar, dia masuk ke lift dan turun ke lantai bawah.


"Jo kita mau jalan - jalan ke tempat wisata, enaknya kemana dulu ya?"


"Kalau siang saran saya kita ke masjid grande paris dulu tuan, itu adalah masjid yang dibangun setelah perang dunia pertama, lalu selanjutnya bisa ke Arc de Triomphe, kemudian malamnya bisa ke eiffel tower atau ke Louvre" jawab Jo menjelaskan


"Iya boleh deh, saya ikutin saran kamu, nggakpapa kan sayang?"


"Iya nggakpapa mas, kita ke mesjid sampai ashar sekalian, biar nggak sulit nyari tempat sholat lagi nanti"


"Baiklah ayo berangkat"


"Mari tuan" Jo membukakan pintu penumpang untuk Al dan Ica.


Setelah itu mereka berangkat sesuai saran dari Jo. Sampai jam 7 malam mereka masih di Arc de Triomphe.


Setelah itu mereka berangkat ke Eiffel tower, untuk lanjut jalan - jalan dan makan malam. Dan baru kembali ke hotel hampir tengah malam.


Sesampainya di loby hotel Al menyuruh Jo untuk istirahat, dan besok Jo tidak usah mengantar dulu karena Ica ingin keliling sekitar hotel, jadi tidak terlalu butuh didampingi.


"Jo kamu istirahat lah, besok tudak usah siap siap mulai pagi, saya sama istri besok cuma mau jalan jalan di sekitar sini, kamu nggak usah ikut nggakpapa sudah, saya minta tolong untuk disiapkan agenda di hari ke 3 dan ke 4"


"Baik tuan, saya permisi dulu" kata jo


"Iya mas"


Sampai di kamar Ica langsung masuk kamar mandi, setelah selesai Ica menyuruh Al untuk membersihkan diri juga.


"Mas mandi dulu, aku udah nyiapin air hangatnya"


"Iya sayang, terimakasih"


Saat Al masuj kamar mandi, Ica menyiapkan baju ganti untuk Al. Kemudian dia berjalan ke balkon kamar dan berdiri di sana sambilencoba menghubungi Ibu.


"Halo bu, Assalamualaikum" ucap Ica ketika Ibu sudah menerima panggilannya.


"Waalaikumussalam sayang, selamat pagii" kata Ibu.


"Disini masih tengah malam bu, Ica sama mas Al baru sampai hotel dari jalan - jalan" jawab Ica.


"Hmmm, kenapa nggak langsung istirahat sayang?"


"Nunggu mas Al selesai mandi bu, juga mau telfon ibu, kalau Ica telfonnya siang disana sudah malam"


"Hmmm, kamu berapa hari di sana sayang?" tanya Ibu


"Katanya mas Al satu minggu bu, setelah itu pergi ke thailand 2 hari untuk menemui temannya mas Al bu"

__ADS_1


"Ada apa nih, kok ngomongin aku" Al datang tiba tiba memeluk Ica dari belakang yang membuat Ica terkejut dan hampir melemparkan ponselnya.


"Astaghfirullah mas, kenapa nggak ada suaranya sih" kata Ica sambil mengusap dadanya


"Hei anak nakal jangan ganggu mantu Ibu ya"


"Ica aja suka tuh aku gangguin" kata Al cuek.


"Apaan sih mas" Ica berbisik kepada Al karena malu.


"Mana ada orang suka di ganggu, sayang kalau abang gangguin lagi nanti kamu pukul aja nggakpapa, biar nggak ganggu lagi"


"Yaaah sudahlah, kalau nggak boleh gangguin Ica lagi berarti Ibu nggak cepet dapet cucu"


"Kalau kamu ngganggu Ica yang itu boleh, malah harus diganggu terus itu, yasudah kamu lanjutkan lagi, ibu tunggu kabarnya kalau pulang"


"Siap laksanakan bu, kami tutup ya telfonnya, salam ke Ayah sama Adik - Adik"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam"


Setelah mematikan telfon, Al tetap memeluk Ica meskipun Ica sudah minta dilepaskan.


"Sayang kamu kalau di beri kesempatan, mau punya anak berapa?"


Ica sudah menangkap sinyal sinyal bahaya mendengar pertanyaan Al, tapi dia tidak bisa menolak dan hanya bisa menjawab.


"Kalau aku sih pengennya sih 2 atau 3 mas, kalau mas sediri pengen punya berapa?"


"Hmmm, mas maunya 4 mungkin, kamu mau cowok dulu atau cewek dulu?"


"Sedikasihnya aja mas, yang penting semoga bisa sehat terus keluarga kita biar bisa ngabisin waktu lama"


"Hmmm, mas makin cinta sama kamu"


"Cinta sih cinta mas, tapi tangannya nggak bisa dikondisikan apa?" kata Ica karena merasakan tangan Al sudah mulai merambat naik dari perutnya.


"Hehehe, kamu tadi pagi udah janji loh yang"


Al memutar posisi Ica menghadap dirinya, kemudian dia mencium bibir Ica yang sudah menjadi candu baginya, yang awalnya ciuman lembut kini menjadi ******n panas, keduanya sudah mulai terbuai dengan kenikmatan yang mereka rasakan.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih semua yang sudah membaca karya pertama saya, dan juga mohon untuk memberikan kritik dan saran, karena saya merasa perlu banyak belajar agar bisa terus berlanjut berkarya.


Jangan lupa Like dan dukungannya yaa. ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2