Perjuangan Cinta CEO Muda

Perjuangan Cinta CEO Muda
Bab 17


__ADS_3

Al dan Raissa saat ini sedang berada di dalam perjalanan dari apartemen Raissa setelah tadi ia mengantar Raissa ganti pakaian, Al ingin membawa Raissa ke salah suatu tempat yang sudah ia persiapkan.


"Al sejak kapan kamu tau kalau aku sudah di jodoh jodohkan dengan Darren? Terus kamu juga kok bisa punya ide untuk memata - matai Darren"


"Di cafe waktu itu aku tau kalau Darren suka sama kamu, tapi kamunya kurang nyaman, entah karena apa aku belum tau saat itu. Lalu pulang dari cafe aku coba cari tau tentang Darren, dan ternyata dia suka melakukan hal hal negatif. Besoknya aku tanya ke Edo hubunganmu dan Darren, dia awalnya juga nggak tau pasti hubunganmu, lalu dia mencari tahu ke Caitlyn dan anak anak lain yang dekat dengan kamu, disitu Edo baru tau kalau ternyata kalian dijodohkan, tapi kamu nggak nyaman sebenernya, setelah Edo ngasih tau aku, barulah aku nyuruh orang untuk nyari informasi sedetail mungkin tentang Darren, dan selalu ngikutin aktifitas dia selama satu minggu"


"Hmmm, lalu kenapa kamu nggak bilang sama aku kalau tau Darren kayak gitu?"


"Kalau aku bilang nggak ada kejutan dong buat keluargamu dan keluarganya Darren. Dan juga kalau kamu sendiri yang mengadukan kalau Darren nggak baik pasti nggak akan ada yang percaya".


"Iya juga sih, tapi aku takut Al, gimana kalau seandainya Darren makin nekat?"


"Ber - doa aja semoga nggak jadi masalah untuk kedepannya Ai".


"Aamiin"


Sampai di tempat tujuan, Al menyuruh Raissa untuk menutup matanya.


"Tutup mata kamu pakai ini ya Ai" Al memberikan kain penutup mata pada Raissa.


"Buat apa? Kamu nggak akan ninggalin aku sendirian disini kan?"


"Enggak sayang, biar surprise aja, sini aku bantuin"


Setelah membantu memasangkan penutup mata, Al membantu Raissa turun dari mobil dan menuntunnya sampai tempat yang sudah di pesan oleh Al. Setelah sampai Al melepas pegangan tangannya dengan Raissa dan sedikit mengambil jarak.


"Al? Kamu masih disini kan?" Raissa panik karena tiba tiba pegangan tangannya terlepas dan suara Al menghilang. Raissa langsung melepas penutup matanya, dan setelah terlepas yang terlihat di matanya hanya ada kegelapan, tidak ada satupun lampu yang menyala, ia nampak bingung, panik dan sedikit takut.


"Al, kamu dimana?" Raissa nampak melihat sekelilingnya terus menerus, seperti orang hilang.


Lalu tiba tiba lampu di ruangan itu menyala bersamaan dan di depannya sudah ada Al yang berlutut menyodorkan cincin kepadanya.


"Ai aku nggak tau bagaimana caranya romantis, yang aku tau dari film dan buku yang pernah aku tonton dan baca kebanyakan seperti yang aku lakukan saat ini. Aku sudah lama memimpikan moment seperti ini, aku juga sudah berusaha selama ini untuk bisa dipandang pantas bersanding denganmu, dan saat ini aku merasa bahwa aku sudah pantas, jadi apa kamu mau jadi pendengar setiaku, jadi suport system terbesar setelah keluargaku, dan jadi pendampingku?"


Raissa syok mendapat kejutan yang tidak pernah ia duga akan datang secepat ini, ia melihat ketulusan dan kesungguhan di mata Al, dia merasa sangat terharu dengan perlakuan Al kali ini, sampai air matanya turun membasahi pipi mulusnya.


"Ya aku mau Al, aku mau" jawab Raissa dengan suara khas orang menangis.


Al memasangkan cincin di jari manis tangan kiri Raissa lalu mencium tangannya.


"Terimakasih kamu sudah mau nerima aku Ai, sungguh aku sangat bahagia sekarang" Al memeluk Raissa, inilah moment yang ia tunggu selama ini.

__ADS_1


"Ya, aku juga berterimakasih karena kamu masih menyimpan perasaan itu selama ini Al, aku juga sangat bahagia" Raissa membalas pelukan Al dengan erat.


"Hmmm, sudah seharusnya Ai. Ayok makan dulu, aku yakin kamu pasti nggak makan cukup tadi waktu habis wisuda"


.


Setelah mereka makan Al mengajak Raissa ke apartemennya, ia ingin mentraktir perkumpulan mahasiswa Indonesia yang sudah dikenalnya.


"Mau kemana lagi Al?"


"Ke apartemenku dulu ya, mau nyuruh Edo ngajak anak anak lain makan malam sama sama untuk ngerayain hubungan kita, sekalian perpisahan kamu sama mereka"


"Hmmm iya sih, aku belum pamitan sama mereka, padahal tiket pesawatku untuk pulang ke Indonesia sudah lusa"


"Iya, kamu hubungi Mama sama Papa kamu dulu gih, takut mereka khawatir anaknya aku bawa kawin lari"


"Kalau kawin larinya sama kamu sih nggakpapa juga akunya, hehehe"


"Udah bisa bercanda nih sekarang? Kemarin kemarin siapa yaa yang mukanya keliatan murung terus?"


"Udah iih, jangan di bahas lagi napaa, lagian yang bikin aku murung juga kamu"


"Idih kok jadi nyalahin aku sih"


"Iya udah iyaaa, aku minta maaf yaa sayaaaaang"


"Hem"


"Jawabnya hem doang tapi muka merah, kamu sakit yang?"


"Aaal udah ih, jangan godian muluu"


"Hahaha, iya iya maaf"


Sampai di gedung apartemen Al mengajak Raissa naik ke apartemennya. Saat masuk ternyata disana ada Alex dan Alisa juga.


"Assalamualaikum, ehh ada kalian juga, Edo kemana?"


"Waalaikumussalam bang, eehh kalian udah balikan? Kapan? Terus si Darren gimana? Orang tuanya Ica juga gimana? Bukannya kalian nggak direstuin?" cecar Alisa.


"Pelan pelan kalau tanya itu yang, satu satu, jangan langsung kek gitu, liat noh mukanya Ica sama bang Al, udah bingung mau jawab yang mana dulu" kasih tau Alex ke kekasihnya itu.

__ADS_1


"Ya namanya juga penasaran, kalau tanyanya satu satu aku bisa lupa nanti mau tanya apa lagi" beginilah peremupuan, tak pernah salah.


"Hmmm, ya kami sudah balikan, Darren udah nggak ada hubungannya dengan Raissa, orang tuanya Raissa juga udah ngasih izin juga kok" Al menjelaskan secara singkat.


"Ada apaan nih heboh heboh aku nggak tau" Edo muncuk dengan rambut basah sepertinya baru selesai mandi.


"Ini bang Al sama Ica udah balikan do" jawab Alex


"Ohh udah tau kalau itu gua mah" sombong Edo.


"Tau dari mana lu bambang, orang lu aja masib molor gua sama Alex dateng" balas Alisa.


"Pastinya sih gua nggak tau kapan mereka akan balikan, tapi yang jelas gua udah nebak dari awal, nggak taunya secepet ini, gercep amat lu bang" kata Edo.


"Harus itu do, oh iya nanti malem anak anak suruh kumpul di restaurant sebrang jalan ini ya yang bisa dateng, gua traktir, sekalian Ica pamitan karena udah mau balik ke Indonesia lusa"


"Widiih makan gratis lagi nih kita, gua kabarin sekarang deh"


Mereka lanjut mengobrol, tak terasa satu persatu yang di ajak kumpul sudah datang, setelah lengkap mereka turun dan jalan ke restaurant yang sudah di pesan Al untuk teman temannya. Mereka bersenang senang malam itu.


Sampai jam 10 malam Al mengantar Ica ke apartemennya, ia memutuskan untuk turun dan masuk menemani ica sekaligun minta maaf karena pulang terlalu malam, baru setelah itu ia pulang.


"Aku pulang dulu ya Ai, besok aku temenin kamu sama keluarga buat keliling disini, ntar pakai mobil aku aja biar nggak usah pakai taksi"


"Kan orangnya banyak Al, mana muat?"


"Kan ada mobilku yang dipakai Edo juga, nanti biar kakakmu atau aku nyuruh Edo sekalian buat nganterin, yaudah aku pulang dulu yaa, kamu langsung istirahat deh biar nggak capek capek besok, love you" Al pamit sambil mengusap kepala Ica.


"Terserah kamu deh, iya kamu hati - hati, langsung istirahat juga kalau udah nyampe, love you more Al" Raissa memeluk Al seperti tidak rela ditinggalkan.


Setelah drama di depan pintu Al akhirnya sampai apartemen dan langsung membersihkan diri baru istirahat.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih buat yang sudah membaca karya saya, semoga saya bisa memuaskan para readers sekalian dengan karya karya saya kedepannya.


Jangan lupa juga untuk memberikan dukungan kepada saya, karena dukungan kalian akan sangat sangat membantu dan menambah semangat saya dalam berkarya.

__ADS_1


Thankyou All.


__ADS_2