Perjuangan Cinta CEO Muda

Perjuangan Cinta CEO Muda
Bab 28


__ADS_3

Mereka saling ******* lumayan lama, sampai Al melepaskannya duluan.


Al menggendong Ica masuk ke dalam kamar, dia ingin mekanjutkan kegiatannya lebih dalam lagi.


Al merebahkan Ica perlahan di ranjang, kemudian dia naik diatas tubuh Ica dengan tangan yang menahan tubuhnya.


"Kita lanjut ya sayang" kata Al dengan suara tertahan nafs*nya.


Ica menjawabnya hanya dengan anggukan kepala.


Mendapat persetujuan, Al kembali mencium dan ******* bibir Ica yang sudah sedikit bengkak, ia gigit kecil supaya Ica kembali membuka mulutnya, Al mengekspos sekuruh isi di dalam mulut Ica.


Ica juga tidak hanya diam saja, dia berusaha mengimbangi walaupun tidak se aktif Al.


Merasa kurang cuma dengan berciuman, tangan Al mulai kembali bermain, ia memasukkan tangannya di balik baju yang dikenakan Ica, dia angkat penutupnya lalu kemudian tangannya mulai aktif di benda favoritnya.


"Emmhhh, mass" Ica mulai mengeluarkan suara suara yang membuat Al semakin semangat.


Karena ingin lebih leluasa Al melepaskan baju tidur Ica, dan baju yang ia pakai sendiri. kemudian dia melanjutkan aktifitasnya yang tadi.


Al mencium semua bagian di wajah Ica, lalu turun ke arah leher.


"Mmas jangan banyak banyak di situ, susah nutupinnya"


Dilarang membuat banyak di daerah situ Al semakin turun ke bawah, dan menokmati nutrisi dari sumbernya secara langsung, ia mainkan puc*k benda sebelah kanannya itu dengan mulutnya, lalu satu lagi ia mainkan dengan tangan kirinya. Ica juga mulai menikmati apa yang mereka lakukan.


Al lalu melepaskan Ica dan berdiri, kemudian membuka sisa kain yang menempel pada Ica.


Setelah itu ia membelai lembah yang ternyata sudah basah, lalu dia mulai memancing Ica agar lebih siap untuk ke tahap yang selanjutnya. Dia terus melakukan pemanasan sebelum menuju ke intinya.


"Aaahhh masss jang - ngan gituu" Ica berkata dengan putus putus karena menahan sesuatu yang akan keluar.


"Aaah" akhirnya Al sukses membuat Ica menggelinjang karena pelepas*nnya. Setelah membiarkan Ica menikmati sisa pelepas*nnya Al kemudian merebahkan tubuhnya dan meminta Ica untuk memimpin kegiatan mereka kali ini.


"Kamu yang ambil kendali ya sayang" kata Al sambil mengangkat badan Ica ke atas tubuhnya.


"Aku malu mass"


"Nggakpapa, nanti juga ilang sendiri malunya" jawab Al sambil mencoba menembus pertahanan Ica dari bawah.


"Aaahhh, masss ini rasanya nggak sakit kek kemaren" kata Ica sambil mendes*h.

__ADS_1


"Eehmm, iya kamu gerak biar makin enak sayaang"


"Aaaahh" Ica mulai bergerak dan terus mendes*h merasakan kenikm*tannya.


"Ahh, iyaah sperti itu sayang, kamu semakin cantik dengan posisi seperti ini sayang"


Setengah jam Ica bergerak semakin liar hingga Ica sudah tidak tahan dan akhirnya


"Aaaaaaahhhh" Ica ambruk ke tubuh Al sesaat setelah dia mencapai tujuannya.


"Ahhh, kamu hebat sayang" Al juga tak lama setelah ica juga menyusul sampai di tujuan mereka.


Setelah agak lama akhirnya Ica menjatuhkan badannya di ranjang, samping Al, dia sungguh merasa lelah tapi puas. Karena merasa sudah sangat lelah dan mengantuk, Ica tak lama setelah itu langsung tertidur pulas.


Setelah Ica tertidur, Al bangkit dan membersihkan dirinya di kamar mandi.


Kemudian dia membuka laptop yang dia bawa dan mengerjakan beberapa pekerjaan yang dikirim oleh Edo. Setelah selesai ia lihat jam ternyata sudah hampir subuh, jadi dia ingin membangunkan Ica.


"Sayang, bangun yuk, sholat subuh dulu"


"Masih lama gitu mas" kata Ica setelah melihat jam.


"Kan mandi dulu sayang"


Al menggendong Ica ala koala. Niat awalnya ingin membiarkan Ica membersihkan diri saja, tapi karena melihat dan menggendong tubuh Ica yang tidak ditutupi apapun, ularnya kembali bereaksi. Jadi dia punya niat terselubung.


Sampai dikamar mandi Al menurunkan Ica di bawah shower, lalu tiba tiba Al menci*m bi**r Ica sambil tangannya menghidupkan air shower.


"Loh mas kenapa ikut mandi?" Ica mulai panik.


Al mengarahkan tangan Ica ke adik kecilnya yang sudah terjaga kembali.


"Ini bangkit lagi sayang, tidurin yaah"


Al tidak menunggu jawaban, ia lanjut ******* bibir Ica, dan memainkan benda kesukaannya dengan tangan kanannya, tangan kirinya ia gunakan untuk menahan kepala Ica agar tidak terbentur dinding kamar mandi.


"Aaah mas, kamu jahil" ucap Ica saat Al menggerayangi bagian leher dan bagian depannya.


"Tapi kamu suka kan sayang"


Ica tidak menjawab, Ica lalu membantu melepas pakaian Al yang sudah basah. setelah membuka baju Al, Ica mendorong Al agar sedikit menjauh dan menghentikan aktifitasnya.

__ADS_1


"Sekarang biar aku yang membantu mas yaa" kata Ica berbisik mesra di dekat telinga Al.


"Kamu sudah mulai berani sekarang sayang"


"Kan kamu gurunya"


Ica lalu mendekat dan mulai mencium Al, Al hanya menerima dan mengimbangi, ia ingin melihat sampai sejauh mana Ica akan bertindak.


Setelah puas dengan bibir, Ica mulai turun dan mencium dan menggi**t kecil leher Al.


Seorang Al juga tidak akan tahan jika diperlakukan seperti itu.


Ica lalu membuka penutup terakhir yang Al pakai, setelahnya dia pegang senjata itu, kemudian dia mulai melakukan aktifitas seperti sedang menikmati lolipop yang manis.


Karena tsudah tidak tahan, Al lalu membopong Ica kembali ke dalam kamar.


Mereka akhirnya melakukan aktifitas pasangan halal di pagi hari.


Setelah hampir 45 menit mereka akhirnya selesai dan kembali masuk ke kamar mandi.


Setelah mandi mereka melakukan rutinitas sebagai seorang muslim, mereka sholat berjamaah, setelahnya Al mengajak Ica mengaji sebentar.


Jam 5 pagi Ica kembali tidur, sedangkan Al masih akan melakukan meeting online dengan salah satu klien besar yang sudah di atur Edo.


Sampai 2 jam kemudian meeting online baru selesai, Al lalu keluar untuk mencari tempat olahraga di gedung hotel tempat ia dan Ica menginap.


Setelah itu dia mampir ke restoran yang ada di hotel itu, dia menikmati sarapan sendiri karema tidak ingin membangunkan Ica.


Baru setelahnya dia kembali ke dalam kamar dan langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.


Dari kamar mandi, melihat istrinya yang nyenyak dalam tidurnya, ia jadi tidak tega untuk membangunkan istrinya itu. Jadi dia putuskan untuk tidak membangunkan istrinya, dan ikut tidur kembali, karena dia merasa kurang tidur semalam karena terlalu asyik dengan kegiatan panas mereka.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih semua yang sudah membaca karya pertama saya, dan juga mohon untuk memberikan kritik dan saran, karena saya merasa perlu banyak belajar agar bisa terus berlanjut berkarya.

__ADS_1


Jangan lupa Like dan dukungannya yaa. ❤️❤️


__ADS_2