Perjuangan Cinta CEO Muda

Perjuangan Cinta CEO Muda
Bab 26


__ADS_3

"Kamu cantik sekali sayang" kata Al sambil mendekat ke Ica.


"Jangan diliatin mulu, aku malu"


"Bolehkah aku memintanya sekarang?" Al bertanya sambil mengusap pipi Ica.


"Anu mas, nggak istirahat aja? Mas nggak capek? Kan besok mau berangkat jam 10 pagi" kata Ica.


Mengingat kalau besok pagi mereka akan berangkat, Al akhirnya sadar dari pikiran anehnya.


"Hmmm, istirahat aja ayok, kamu juga pasti capek dan ngantuk" Al membawa Ica berbaring lalu memeluknya.


Ica yang merasa malu karena baru pertama tidur dengan lawan jenis akhirnya memilih membenamkan kepalanya di dada Al.


"Selamat malam mas, terimakasih sudah setia sama aku" ucap Ica sambil mencoba memejamkan matanya.


"Selamat malam juga sayang, aku juga berterimakasih karena kamu juga bersedia menunggu hingga aku sampai di titik ini" balas Al sambil mencium kening Ica.


Pagi hari setelah sholat subuh Al mengajak Ica lari pagi di sekitar hotel, setelahnya mereka sarapam bersama keluarganya di restaurant hotel.


"Kok udah lari pagi pengantin baru, nggak capek?" goda kak Gilang


"Wajib olahraga pagi dong, kan biar kuat kalau olahraga malemnya, ya nggak Al" lanjut papa.


"Ekhem, udah terbiasa lari pagi pa, jadi sudah seperti kebutuhan" jawab Al mencari aman tidak menanggapi godaan keluarga Istrinya.


"Nanti mau berangkat jam berapa bang?" tanya Ibu


"Jam 10 bu, nanti pulang ke rumah dulu ambil barangnya abang sama punya Ica juga"


"Oalaah, iya udah, nanti tiap hari kabarin Ibu sama Mama yaa, terus kalau pulang bawa oleh oleh yang banyak" kata Ibu lagi.


"Iya bu, nanti kalau udah sampai Ica kabarin, masalah oleh oleh nanti Ica yang akan minta sama mas Al" jawab Ica.


Setelah sarapan Al dan Ica pulang ke rumah keluarga Al lalu ke rumah Ica untuk mengambil barang masing masing, kemudian berangkat ke bandara untuk pergi ke paris.


"Do kalau ada apa apa langsung kabari aja, kalau ada yang minta ketemu nanti di hari ke 4 gua baru mau nerima meeting online"


"Iya bang, nanti gua kasih informasi kalau ada masalah" jawab Edo


Sampai di bandara Al dan Ica menunggu penerbangan lebih dari 15 menit sebelum akhirnya masuk pesawat.


"Tidur dulu aja sayang, ini perjalanan kurang lebih 17 jam" kata Al pada istrinya.


"Iya mas, nanti aja, sekarang belum ngantuk"


.


Sampai di paris jam setengah 3 WIB atau jam setengah 10 malam di paris, Al dan Ica sudah ditunggu oleh orang yang ditugaskan menjadi asisten sekaligus tour guide oleh Edo.


Dari bandara Al dan Ica diajak langsung ke hotel tempatnya menginap, selama di perjalanan, Ica tidak berhenti menoleh ke liar jendela, dia merasa sangat bahagia, karena salah satu keinginannya sudah terpenuhi.


Setelah tiba di hotel, Al langsung mengajak Ica masuk ke kamar untuk bersih bersih dan sholat, sambil menunggu Ica sedang bersih bersih, Al juga memesan makanan dari layanan hotel.


Sehabis sholat dan makan malam Al dan Ica duduk di sofa nonton film. Al matanya menonton film tapi otaknya berfikir bagaimana cara memulai, karena dia sudah berniat malam ini ingin menjadikan Ica miliknya seutuhnya.


Semakin lama Al semakin mendekat, yang awalnya duduk sedikit berjarak, kini sudah menempel. Bahkan Al sudah mulai merangkul Ica.


Film habis, Ica mematikan layar tv. Saat hendak berdiri dan pindah ke ranjang tiba tiba Al menarik tangan Ica hingga Ica jatuh di pangkuannya.

__ADS_1


"Kenapa mas?" tanya Ica


"Hmm, aku udah nahan dari semalem yang, sudah boleh kan?"


"Boleh kok, tapi aku mau ke kamar mandi dulu sebentar" Ica langsung berdiri dan berlalu ke kamar mandi.


Al menunggu Ica sambil duduk dan main ponsel di ranjang. Tak lama Ica keluar dengan lingerie hitam yang sangat kontras dengan kulit putih bersihnya.


Melihat Ica mendekat Al menaruh ponselnya di meja samping ranjang.


"Sini sayang" Al menarik Ica ke pangkuannya, dia memeluk pinggang ramping Ica.


Al memulai dengan mengecup kening Ica sambil membaca doa, mereka saling berpandangan penuh cinta. Kemudian Al mendekatkan wajahnya, kini pandangannya tak beralih dari bibir Ica, hingga kemudian dia menempelkan bibirnya dengan milik Ica.


Yang awalnya hanya menempel, entah siapa yang memulai kini mereka saling menyesap dan bertukar saliva, saat melihat Ica mulai kehabisan pasokan udara, Al melepas, tapi Ica langsung melanjutkan lagi kegiatan mereka, lama mereka berdua melakukan aktifitas yang mengasyikkan itu, sambil tangan Al terus bergerak keatas dan kebawah mengusap punggung Ica yang hanya tertutupi kain tipis berenda itu.


Karena merasa bosan dengan kegiatannya, tangan Al mencoba mencari sesuatu yang lebih menantang.


Diusapnya pelan dari bagian pundak, turun ke lengan, naik lagi ke leher, kemudian turun perlahan sambil menyingkap tali lingerie yang di pakai Ica ke samping pundak.


Al melepas tautan bibirnya, ia mencium pundak Ica, bergeser terus ke arah leher.


"emmmm" Ica sudah tidak kuat menahan gejolak dalam dirinya saat Al dengan sengaja menggigit kecil lehernya.


Al terus menciumi leher Ica, dan sesekali menyesap sampai meninggalkan bekas disana.


Sambil melakukan aktifitasnya tangannya juga kembali bekerja mencari sumber nutrisi bagi anaknya kelak. pada awalnya hanya di usap perlahan, tapi karena rasa penasaran yang tinggi akhirnya Al mencoba untuk memegang dan sedikit meremxsnya.


"Ughhh"


Suara aneh yang dikeluarkan Ica juga semakin sering terdengar dan itu menambah semangat Al untuk segera melaksanakan tugasnya.


Al memandangi bagian tubuh Ica penuh damba, sampai membuat Ica malu dan mencoba menutupi dengan kedua tangannya.


"Ini indah sayang" kata Al sambil menyingkirkan tangan Ica yang disilangkan.


Al lalu melanjutkan pemanasannya, dia mainkan salah satu ujung benda itu dengan mulut, dan satu lagi dengan tangannya.


"emmm, mas udaaah"


"Sebentar lagi sayang, belum apa apa juga"


Al terus memainkan benda itu sambil tanganya perlahan turun ke bawah mencari tempat bermain baru


Ia usap selangka***n Ica yang sudah sedikit basah dari luar kain tipis yang menutupnya.


Kemudian Al menarik lingerie beserta kain penutup terakhir yang dipakai Ica sampai terlepas sempurna.


Ia pandangi tubuh polos perempuan sempurna yang sudah menjadi istrinya itu, lalu ia kembali mengungkung Ica dan melanjutkan pemanasan yang sempat tertunda sebentar.


Ica yang sudah merasa terbakar juga mencoba mengimbangi Al dengan membantu melepas baju yang Al pakai sambil terus berciuman.


Setelah terbuka, Ica terus memandangi perut petakan milik Al, melihat ica yang diam terus melihat arah perutnya Al menuntun tangan Ica untuk ia usapka di perutnya, ia tau Ica ingin menyentuh tapi malu.


Al lanjut melakukan aktifitasnya, dia turun ke bawah tubuh ica dan memandangi lembah indah yang ditumbuhi rerumputan tipis di sekitarnya.


"Aaaakh" Ica tersentak kaget merasakan lidah Al bermain di bawah sana, dia terus menggeliat tak tenang merasa seperti gatal di sekujur tubuhnya.


"Maaashh ud - dahh, aku nggak ta han" Ica meminta berhenti tapi kakinya malah semakin menghimpit kepala Al.

__ADS_1


"Emmmm, aaakhh" Ica sedikit berteriak sambil badannya melengkung ke atas karena pelepasan pertamanya.


"Sekarang giliranku sayang" ucap Al sambil membuka celana yang dia pakai.


Al memposisikan dirinya di atas tubuh Ica, dia arahkan juniornya di depan lembah yang sudah banjir.


"Ehhmm, pelan pelan ya mas" melihat ukuran milik Al membuat Ica takut.


"Hem, iya sayang mas akan pelan pelan" ucap Al menenangkan sambil mengusap keringat di wajah Ica.


"Akh maaas, sakit" Ica mencoba mendorong Al karena merasa sakit saat Al mencoba memasukinya.


"Sebentar doang sayang, nanti nggak sakit lagi kok" kata Al sambil terus mencoba mendorong miliknya supaya bisa masuk sepenuhnya.


"Eeehm, ugghh mas" des*h Ica lalu sedetik kemudian


"Aaakhhh sakit" Ica berteriak karena Al memaksa dengan satu kali hentakan.


Dia usap air mata yang jatuh dari mata Ica.


"Maaf ya sayang, sebentar lagi nggak sakit lagi kok" bujuk Al sambil mencoba merangs*ng kembali Ica agar tenang dan rilex.


Setelah Ica mulai bisa menerima miliknya, Al mencoba memompa tubuhnya perlahan awalnya, kemudian semakin lama semakin cepat.


"Ugh sayang, ini nikmat"


"Akhh udah ma ash"


"Sebentar lagi sayang, sebentar lagi" kata Al sambil terus bergerak.


Ica sudah beberapa kali sampai, tapi Al belum juga sampai.


"Eekhmm masss, aku mau sampai lagii" kata Ica untuk yang ke 4 kalinya.


"Tahan sebentar sayang, mas jugaaa"


Al semakin mempercepat temponya hingga tak lama.


"Aaaahhh" Al dan Ica berteriak bersamaan, lalu Al ambruk di atas tubuh Ica.


Dia menetralkan nafas lalu bergeser kesamping dan memeluk Ica.


"Terimakasih sayang" ucap Al sambil memeluk Istrinya.


"Hmmm" Ica hanya berdehem karena kelelahan.


.


.


Cukup dulu yaa untuk episode anehnya, maaf nggak bagus karena belum berpengalaman.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih semua yang sudah membaca karya pertama saya, dan juga mohon untuk memberikan kritik dan saran, karena saya merasa perlu banyak belajar agar bisa terus berlanjut berkarya.

__ADS_1


Jangan lupa Like dan dukungannya yaa. ❤️❤️


__ADS_2