Perjuangan Cinta CEO Muda

Perjuangan Cinta CEO Muda
Bab 21


__ADS_3

Pagi hari setelah melakukan rutinitasnya, Al meminta Edo untuk menjemputnya. Ia berencana akan mengambil semua yang ia pesan untuk acara nanti malam. Al juga ingin mengambil cincin yang sudah dia desain sendiri sebagai pengganti cincin yang ia berikan waktu di Australia.


Setelah semua proses persiapan selesai kini Al dan keluarganya disibukkan dengan menghias berbagai hadiah atau hantaran yang akan mereka bawa ke rumah Ica.


"Bang ini mau di taruh dimana?" tanya Anggi.


"Taruh mobil aja kak"


"Ehhh jangan jangan, ditaruh di ruang tamu aja dulu, biar nanti setelah selesai semua di hitung dulu takut ada yang kurang" kata Ibu.


"Ruang tamunya udah penuh ibuku sayaang, cuma ada tempat buat kita jalan doang yang masih kosong" kata Anggi


"Hmmm, memang sebanyak itu ya? Sepertinya tadi ibu cuma beli sedikit" jawab Ibu.


"Iyalah sedikit menurut Ibu, ini kita ber - enam aja sudah 4 jam masih belum selesai menghiasnya" sahut Andi


"Udah nggakpapa, nanti yang masih di hias langsung di taruh di teras depan saja, Ibu mungkin lupa kalo abang udah siapin semuanya, jadi Ibu beli lagi" lerai Al.


"Ibu nggak lupa kok, tapi barang kamu itu terlalu sedikit bang, nanti dikira kamu masih nggak mampu beli, Ibu nggak mau mantu yang lain, harus Ica pokoknya" kata Ibu tak mau kalah.


"Huffff, iya bu iyaa, pasti Ica kok mantunya ibu"


Setelah drama menghias dan tempat menaruh barang, kini masalah utamanya muncul.


"Ini nggak salah kita mau bawa segini banyak barang bawaan buat ke rumah Ica?" Al bertanya - tanya, bagaimana tidak, sekarang teras rumahnya sudah seperti toko kado dan hantaran pernikahan.


"Ini gimana cara bawanya yaa?" Edo juga bertanya - tanya.


"Lalu nanti kalau misal sampai di rumah kak Ica yang menerima apa tidak capek?" tanya Anggi juga


"Kak Ica apa sanggup membuka semuanya sendiri?" Andi ikut ikutan


"Aku rasa Ica dan keluarganya pasti syok melihat semua ini" Alex menimpali


"Aku yakin besok semua pekerja di alih tugaskan untuk membantu membuka semua ini" Alisa juga ikut menyahuti omongan semua orang.

__ADS_1


"Hei, ayo kita siap siap lalu berangkat, ini juga kenapa belum di bereskan barang barang yang mau kita bawa?" tegur Ibu.


"Ibuu, ini kita mau bawa pakai apaan kalau sebanyak ini? Di dalam mobil itu sudah ada isinya semua, yang kosong cuma kursi depan saja" jelas Al kepada Ibunya.


"Ibu tadi sudah panggil truck kok, itu di depan gerbang trucknya, kalian angkut saja kesana, kalau masuk sepertinya kehalang sama mobil mobil kalian ini" ucap enteng Ibu lalu masuk ke dalam rumah lagi.


"Mobil kalian masukkan garasi dulu aja, do buka garasinya, trucknya aja dibawa masuk biar nggak angkut angkut terlalu jauh"


"Bang Ibu keren banget yaa, baru tau juga kalau ternyata sifat ibu kayak gini" kata Alex


"Iyaaa gitulah, kalau sudah berhubungan dengan menantu, pendidikan, mencari barang hilang, dan kondisi anak anaknya semua emak - emak di seluruh dunia akan rempong juga sekalipun biasanya sangat tenang dan pendiam" Andi menimpali.


"Ya kalian benar, aku jadi menyesal menyiapkan semua sendiri kalau ujung ujungnya Ibu nggak puas" keluhnya.


"Sabar aja bang, yang penting abang jadi nikah sama kak Ica" kata Anggi yang membuat mood Al kembali membaik.


"Iya, ayok lanjut kerja, nanti aku kasih bonus kalau semua berjalan lancar"


Setelah selesai dengan masalah barang, kini Al dan lainnya sedang bersiap karena hari sudah mulai malam, tadi sehabis sholat maghrib berjamaah,ereka menyempatkan mengaji bersama sambil menunggu Isya'. Baru setelah sgolat Isya' mereka segera bersiap dan berangkat. Hingga kini mereka sudah sampai di depan rumah Ica.


Al membunyikan klakson mobil agar penjaga membukakan gerbangnya. Setelah sampai di halaman rumah mereka turun dari mobil masing masing.


Para penjaga sedikit heran karena Al dan keluarganya turun dari mobil dengan tangan kosong, "kenapa orang kaya mau melamar tidak membawa apa apa?" pikir para penjaga, tapi sesaat kemudian mereka terkejut melihat truck yang dihias ala mobil pengantin tiba tiba ikut masuk gerbang rumah majikannya.


Mendengar keramaian di depan rumah keluarga Ica keluar rumah melihat apa yang terjadi, dan mereka dibuat menganga melihat Al dan teman temannya dibantu penjaga gerbang dan sebagian Art menurunkan barang bawaan dari mobil truck.


"Nyonya ini mau ditaruh dimana nggeh?" tanya salah satu art.


"Ehhh, anu taruh di ruang keluarga aja mbok" kata Mama Nella.


"Assalamualaikum tante, maaf saya sedikit merepotkan pekerja disini" ucap Al tak enak.


"Iya Al nggakpapa, tapi ini kenapa banyak sekali yaa? Apa Ica yang memintanya padamu?" kata Mama Nella.


"Ohh enggak kok besan, itu Al yang menyiapkan sendiri" potong Ibu saat melihat Al membuka mulut.

__ADS_1


"Ituu, tapi kan nggak segini yang Al siapkan, kan Ibu yang menambahi" jelasnya.


"Iyaa karena kamu nggak tau kebutuhan perempuan, makanya Ibu tambahi, biar mantu Ibu nggak kekurangan, makanya kamu Itu sebelum apa apa harus bilang sama Ibu" kata Ibu tak terima disalahkan.


"Ooh, iya sudah nggakpapa jeng, maklumin aja masih belum pengalaman merawat perempuan, nanti kalau sudah menikah juga akan terbiasa dengan sendirinya" kata Mama Nella menghentikan perdebatan Ibu dan Anak didepannya.


"Pak Romy mohon maaf kedatangan kami sedikit terlambat, tadi masib ada drama seperti ini di rumah" kata Ayah Al.


"Haha, iya pak, saya paham betul kondisi seperti ini, mari masuk, biarkan para pekerja yang membawa barang barangnya" balas Papa Romy


Mereka semua kini sedang di ruang tamu yang sudah di hias sedemikan rupa, supaya semua bisa duduk dalam satu meja panjang.


"Ekhem, Pak Romy, Bu Nella, kedatangan kami sekeluarga kemari itu selain untuk tujuan silaturahmi, juga berniat melamar anak Bapak dan Ibu Ica untuk anak kami Al, mohon kiranya pak Romy sekeluarga mempertimbangkan lamaran dari kami". Ayah memulai pembicaraan inti setelah sedikit mengobrol masalah lain.


"Kalau saya pribadi tentunya ingin menerima lamaran ini, karena saya tau betapa gigihnya putra anda untuk memperjuangkan putri saya, tapi semua keputusan ini harus diambil oleh putri saya secara pribadi, sebab nanti yang akan menjalani kehidupan kedepannya adalah dia sendiri, kami sebagai orang tua hanya ingin agar nak Al bisa menjaga dan merawatnya menggantikan kami, dan nanti bila setelah bersama nak Al merasa kurang puas, om minta kamu antar baik baik Ica kembali ke rumah ini" kata Papa Romy sambil melihat dalam mata Al.


"Hmmm, jadi bagaimana Ica? Apa mau menerima lamaran anak Ibu yang nakal ini?" tanya Ibu langsung tanpa basa basi, membuat Ica sangat gugup.


"Jawab saja nak, semua keputusanmu, Mama dan Papa akan mendukungnya" ucap Mama Nella sambil mengusap rambut Ica.


"Em, Ica menerima lamaran mas Al" ucapnya sambil menunduk dengan wajah yang sudah merah merona.


"Alhamdulillah" ucap semua orang yang ada disana termasuk para pekerja yang menguping dari dapur dan juga teras rumah.


Setelah menerima jawaban dari Ica, Ibu langsung mendekat dan mengganti cincin yang dipakai Ica denga cincin baru yang didesain oleh Al sendiri.


Setelah itu pembahasan berlanjut mengenai pernikahan Al dan Ica yang sudah disepakati dilakukan 1 bulan kemudian.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih semua yang sudah membaca karya pertama saya, dan juga mohon untuk memberikan kritik dan saran, karena saya merasa perlu banyak belajar agar bisa terus berlanjut berkarya.

__ADS_1


Jangan lupa Like dan dukungannya yaa. ❤️❤️


__ADS_2