Perjuangan Cinta CEO Muda

Perjuangan Cinta CEO Muda
Bab 36


__ADS_3

Setelah dari rumah sakit kini Al mengajak Ica dan Giska berkeliling di salah satu mall terdekat.


"Giska mau beli es krim sekarang atau nanti pas pulang aja?"


"Sekarang beli dikit ya om, pulang beli lagi buat aunty Anggi"


"Tapi sekarang cuma beli satu dulu ya gis, kamu nanti sakit perut kalau kebanyakan"


"Iya tante, satu aja kok, tapi nanti pulangnya bawa banyak yaa"


"Iyaa, nanti minta om beli banyak banyak, biar kalau pengen es krim lagi tinggal ngambil di frezer"


"Baiklah ayo masuk, pak mari sekalian ikut masuk juga, saya minta tolong di bawakan belanjaan untuk orang orang di villa" kata Al kepada drivernya.


"Baik tuan"


Sampai di dalam, tujuan pertama mereka adalah ke stand es krim untuk membelikan Giska agar tidak rewel ketika belanja.


"Sayang kamu sama Giska makan es krim disini duly yaa, aku mau nyari keperluan villa dan homestay karyawan"


"Iya mas, sekalian belikan mereka makanan atau apalah itu mas, yang sekiranya bisa kebagian semua"


"Iya sayang, kamu juga kalau mau belanja dulu sama Giska nih pakai ini, takut nanti aku lama" Al menyerahkan salah satu kartu saktinya kepada Ica.


Al dan driver itu kemudian pergi ke lantai 2, mereka mencari beberapa barang barang kebutuhan rumah, untuk di taruh di villa dan juga di homestay para karyawan. Al juga membeli beberapa perlengkapan dapur modern, sofa kekinian, tv led berukuran besar, dan juga beberapa AC dengan teknologi terbaru. Sampai sampai Al harua menyewa mobil box pengiriman untuk mengantar barang yang ia beli di mall.


Setelah itu Al mengajak drivernya untuk pergi ke bagian stand makanan, jajanan tradisional dan modern, disana dia memborong hampir semua dagangan yang ada. Sampai membawa semua barangnya juga harus meminta bantuan penjaga stand untuk mengantar ke mobilnya.


Setelah itu dia menyuruh drivernya itu iatirahat di mobil atau sekaluan mau jalan jalan sendiri, sebab dia ingin mencari istri dan keponakannya.


"Eh mas, udah selesai kamu belanjanya? Aku sama Giska baru aja mau cari kamu" kata Ica ketika melihat Al ada di depannya.


"Udah sayang, kamu udah selesai atau belum?"


"Udah juga kok, tinggal beli es krimnya Giska untuk di bawa pulang"


"Aku udah beli kok, mungkin udah sampai di villa, tadi aku suruh nganter orang"


"Kok nyuruh orang, kitakan nggak lama juga disini" Ica heran kenapa harus menyuruh orang, padahal bisa membawanya sendiri.


Dia mungkin tidak akan mengira jika Al telah membeli es krim dan frezernya sekaligus.


"Nggakpapa, tapi bukan es krim yang tadi kamu makan yaa, ini yang om beli es krim kemasan, kayak yang ada di minimarket, nggakpapa kan gis?"


"Nggakpapa om, enak itu bisa dibawa kemana mana"


"Baiklah ayo kembali"

__ADS_1


Saat masuk mobil, mata Giska tidak sengaja mengarah ke belakang, tepanya di belakang bangku penumpang, disana banyak sekali bungkusan makanan, mulai dari plastik murah hinggak box box yang nampak sedikit mahal.


"Om itu apa dibelakang? Kok banyak sekali?"


"Astaghfirullah mas, kamu beli sebanyak ini?" Ica juga kaget melihat banyaknya makanan yang Al beli.


"Iya kan untuk bagi bagi sayang, biar semua dapet, setengahnya itu untuk karyawan villa semuanya"


"Ini aku yakin pasti semua stand kamu borong satu satu ya? Dengan dalih agar adil dan tidak iri irian"


"Nah sip, kamu ngerti gitu" jawab Al enteng.


"Dasar aneh kamu mas"


Driver di sebelah Al hanya bisa geleng geleng, kalau boleh jujur dia juga tidak habis pikir dengan bosnya ini, bagaimana bisa membeli makanan hanya karena agar si penjual tidak iri dengan penjual yang ia beli dagangannya.


Sampai di villa Al meminta bantuan pekerja lain untuj membawa barang belanjaan mereka masuk ke dalam dan membagikan bagian untuk para pekerja.


"Pak minta tolong di panggilkan yang lainnya untuk bantu bawa barang barang ke dalam, sekalian bagi bagikan ke pekerja yang lain yaa"


"Iya tuan, saya panggil yang lain sekalian bu manager biar beliau yang mengatur"


"Ya sudah, saya tinggal masuk dulu ya, besok jangan lupa disiapkan 4 mobil untuk keluarga saya, dan bapak besok antar saya dan istri saja, saya ada pertemuan penting besok"


"Baik tuan"


"Ohh, itu barang yang mas beli tadi sama driver tadi" jawab Al enteng


"Beli apa kamu mas, kok pakai mobil box segala"


"Nggak tau, lupa mas, ayok lihat dulu, eh btw mana si bocil"


"Udah masuk mas, mau laporan ke mamanya kayaknya"


Lalu Al mengajak Ica melihat apa saja barang yang diantar menggunakan mobil box itu.


"Permisi pak, bu ini ada pengiriman atas nama Bapak Alam apakah benar disini lokasinya?"


"Iya, saya sendiri tadi yang menghubungi kantor kalian"


"Ohh baiklah pak, ini daftarnya, coba di cek nanti sambil diturunkan barangnya, kalau lengkap bapak tanda tangan di sini" ucap petugas pengiriman itu sambil menunjuk tempat tanda tangan untuk Al.


"Ya baiklah, sebentar saya panggilkan orang orang untuk bantu kalian buat nurunin barang barangnya"


Al memanggil para driver di villanya untuk membantu memasukkan semua barang barang yang tadi ia beli ke dalam villanya.


"Oom mana es krimnya aku? Katanya udah di anter ke villa kok nggak ada di dalem siiih" kata Giska sambil melakukak gestur merajuk.

__ADS_1


"Ini baru dateng Gis, sabar ya masih di turunin dulu"


"Bang itu kamu beli apa aja kok sampai pake mobil box nganternya?" tanya Ibu heran.


"Iya bang, itu ada tv, ada ac ada kompor listrik juga, abang mau bangun rumah disini?" lanjut Anggi


"Ya enggak lah kak, itu buat para pekerja, kasihan mereka nggak ada hiburang kalau lagi nunggu tamu di villa"


"Emang mau di taruh di mana bang?"


"Kalau AC sama TV rencananya mau di taruh di gudang kosong sebelah kamar mandi karyawan yang ada di bawah itu, kan kosonv ruangannya jadi bisa di pakai ala - ala bioskop rumahan, ada AC, ada TV ada beberapa sofa panjang juga untuk nonton, siapapun boleh memakai ruangan itu, baik tamu dan juga pekerja kalau lagi nggak ada tamu, kan lumayan hiburan buat mereka, dan biar pekerjanya makin betah juga"


"Ohh, iya baguslah kalau kamu bisa penrrtian begitu ke karyawan InsyaAllah mereka juga akan serius dan juga jujur kerjanya" kata Ibu.


"Permisi tuan, mohon maaf, ini freezer es krimnya ditaruh dimana yaa?"


"Oh taruh di sebelah kulkas dapur aja pak"


"Baik tuan, permisi"


Saat sedang berbicara dengan Ibu tiba tiba driver yang tadi ikut dengan Al memotong pembicaraan karena bingung harus meletakkan freezer es krim yang di beli Al terakhir kali tadi


"Ya Allah mas, itu kamu beli es krim sama.freezernya juga? Astaghfirullah, aku kira tadi kenapa dikirim pakai mobil box, ternyata sama freezernya juga" Ica hanya bisa pasrah melihat kelakuan suami nya yang sedikit aneh hari ini.


"Sabar ya kak, nanti liat aja kegilaan apa lagi yang bakalam dilakukan abang berikutnya" kata Anggi.


"Yaaa, dan jangan lupa kabari kami kalau kakak sedang mengalami kesulitan dengan abang kami yang super aneh ini" Andi menimpali.


"Kalian tuh yang aneh, ya nggak Gis?" kata Al sambil membawa nama Giska ke dalam pembicaraan.


"He em, om Al paling terbaik, yang lain aneh" kata Giska sambil memakan es krimnya


Hahahahahah.


Semua orang tertawa melihat kelakuan aneh Om dan keponakan itu.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya pertama saya.


Jangan lupa untuk memberikan dukungan dan juga saran agar saya bisa lebih giat dan lebih termotivasi untuk terus berkarya.

__ADS_1


Terimakasih banyak..


__ADS_2