Perjuangan Cinta CEO Muda

Perjuangan Cinta CEO Muda
Bab 34


__ADS_3

Setelah sarapan, mereka semua berangkat ke bandara dengan menggunakan 4 mobil, sesampainya di bandara Al menyuruh Edo agar segera menyusul ke bali setelah dari perusahaan.


"Do nanti kalau udah selesai meeting langsung berangkat aja yaa, biar ada waktu istirahat ntar disana, jangan berangkat ke sorean"


"Iya bang, gua udah pesen tiket jam 1 siang kok"


"*Baguslah, jangan lupa hubungi asisten**nya mr. Navad untuk atur jadwal, kalau bisa minta mr. Navad untuk menginap di villa kita selama dia di bali*"


"Oke bang, ntar gua kabarin lagi gimana tanggapan asisten mr. Navad"


"Yaudah do, gua tinggal dulu ya"


"Iya bang, ati ati semuanya"


Setelah itu semua orang mulai masuk ke dalam pesawat dan berangkat terbang ke pulau bali.


Kurang lebih 2 jam perjalanan mereka akhirnya sampai di pulau dewata itu. Keluar dari bandara Al memesan 4 taxi menuju villanya yang terletak kurang lebih 30 menit dari bandara.


Sesampainya di villa sudah ada pekerja yang menunggu oedatangan Al dan keluarga.


"Selamat datang tuan dan nyonya sekalian" sapa pekerja villa.


"Siang semuanya, saya Al dan ini istri saya Ica, dan ini semua keluarga kami, tolong untuk dilayani sebaik mungkin ya kebutuhan mereka"


"Baik tuan, kemarin tuan Edo juga sudah berpesan, mari saya antar ke ruangan masing masing"


"Ya terimakasih, ayo semuanya mari masuk" Al mengajak semua orang masuk dan mengikuti pegawainya.


Setelah semua orang sudah diajak keliling dan di antar ke ruangan masing masing, kini Al dan Ica sedang berbincang dengan beberapa pegawai disana.


"Mbak disini ada berapa orang yang bekerja?"


"Total ada 25 orang tuan, 5 orang bagian Administrasi, termasuj saya sebagai manager, lalu ada 5 orang di bagian keamanan, 2 untuk jaga siang, 2 jaga malam dan 1 supervisor. kemudian ada 4 orang bagian dapur, dan 6 orang bagian kebersihan. dan minggu lalu ada tambahan dari tuan Edo 5 orang lagi yang bertugas sebagai driver, karena banyak permintaan dari beberapa tamu asing yang katanya susah untuk mencari driver" jelas salah satu pekerja.


"Lalu apakah kalian disediakan tempat tinggal sekitar sini?" Ica bertanya karena merasa kalau pulang pergi ke rumah masing masing pasti lumayan jauh karena disekitar sana hanya difungsikan sebagai tempat wisata dan cukup jauh dari perkampungan.


"Ada nyonya, di belakang villa ada bangunan yang sebelumnya adalah tempat kos sekarang di alih fungsikan untuk karyawan disini, bahkan ada beberapa dari villa atau penginapan lain di sekitar sini yang ikut tinggal disana tanpa dipungut biaya"

__ADS_1


"Ohh baguslah, kalau kalian merasa ada kekurangan atau apapun itu jangan sungkan untuk melapor, insysallah kita akan coba penuhi selama itu sesuai dengan kinerjanya"


"Baik nyonya, terimakasih"


"Oh iya mbak, nanti minta tolong di siapkan makan malam dan juga untuk yang driver tolong disiapkan agenda liburan untuk besok pagi sampai sore, dan 1 mobil lagi standbye disini untuk mengantar saya dan istri pertemuan di daerah ubud"


"Baik tuan, besok akan saya siapkan, kira kira mau berkunjung kemana dulu?"


"Kalian yang lebih paham tentang itu, saya serahkan ke kalian saja, yang pasti harus ada waktu untuk mampir di supermarket dan membeli es krim dan snack untuk keponakan saya, lainnya itu terserah kalian sudah, insyaallah keluarga saya tidak ada yang ribet masalah liburan"


"Baik tuan, nanti kami akan berunding dulu, agar bisa sesuai dengan yang anda harapkan"


"Ya lanjutkanlah pekerjaan kalian, kami akan jalan jalan sebentar"


"Mas mereka nggak dapet bonus bulan ini? Sepertinya sudah bekerja keras sejak villa ini pindah tangan dari orang sebelumnya" Ica sedikit berbisik sebelum para pegawainya bubar.


"Oh tunggu sebentar, istri saya minta untuk gaji kalian bulan ini di gandakan, jadi sampaikan ke yang lain yaa, nanti saya yang akan bilang ke Edo tentang ini"


"Baik terimakasih banyak tuan, nyonya"


Setelah berbincang dengan para pekerja, Al dan Ica kemudian jalan - jalan di sekitar villa dan melihat lihat kondisi di kawan itu.


"Sebenarnya seperti itu lebih bagus sayang, karena kan agar para supir taxi dan ojek online juga ada pekerjaan, tapi harusnya lebih di kondisikan saja, misalkan setiap ada tamu datang itu ditanya apakah perlu kendaraan untuk pergi pergi, kalau tamu merasa perlu, pihak penginapan membantu menghubungi taxi, dan memesan jasa mereka selama tamu itu perlu. Jadi para tamu yang datang tidak lagi dibebankan masalah mencari kendaraan untuk mengantar mereka ke tujuannya, dan semua tagihannya masuk di saat pembayaran penginapan"


"Iya sih, vilal kita kok nggak gitu mas?"


"Kan nggak ada tamu sayang, program itu udah aku sama Edo rancang sejak sebelum tanda tangan pengalihan kepemilikan villa"


"Hmmm, pintarnya suami akuu" ucap Ica manja sambil memeluk lengan Al.


"Oh jelas dong, ayo kembali ke villa sayang, udah mau dzuhur"


"Iya mas, nanti sore jalan - jalan lagi ya, ajak Gis ke supermarket, tadi di perjalanan dari bandara dia bilang ke aku kalau mau cobain es krim bali rasanya seperti apa"


"Lah emang beda ya tiap daerah? Perasaan sama aja deh, ada ada aja itu bocah"


Al dan Ica kembali ke villa dan masuk kamar mereka.

__ADS_1


"Mas, Edo kirim pesan katanya dia udah bikin janji dengan dokter di RS dekat sini nanti habis Ashar, nomor kamu tidak aktif katanya"


"Ya Allah mas lupa sayang, tadi waktu jalan jalan hpku mati, habis batre"


"Udah buruan di cas mas, takut ada yang penting"


"Iya sayang"


Setelah Ashar Al mengajak Ica dan Giska pergi ke rumah sakit, dan juga ke minimarket di dekat sana.


"Bu, abang sama Ica mau ke rumah sakit dulu ya, sekalian mau ke minimarket"


"Iya bang, hati hati yaa"


"Eh mau kemana Gis kok ikut berdiri?" tanya Ica menggoda Giska


"Ya ikut lah tante, kan tante udah janji mau ajak Gis beli es krim bali, Gis udah penasaran dari kemarin ini bagaimana rasanya es krim bali"


"Yee bilang aja kalau emang mau beli es krim, nggak usah pakai alasan penasaran rasa es krim bali"


"Gis beneran penasaran onty, emang onty nggak mau minta? Awas yaa nanti kalau Gis beli banyak banyak onty nggak dikasih"


"Jadi anak baik itu harus mau berbagi, masak pelit ke onty sih" kata Anggi


"Abisnya onty bongkar maksudnya Gis, kan jadi malu sama nenek onty"


"Hahahaha" Semua orang tertawa mendengar perdebatan Gis dan Anggi.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya pertama saya.

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan dukungan dan juga saran agar saya bisa lebih giat dan lebih termotivasi untuk terus berkarya.


Terimakasih banyak..


__ADS_2