Perjuangan Cinta CEO Muda

Perjuangan Cinta CEO Muda
Bab 30


__ADS_3

"Kak ini isinya barang apa aja? Kenapa nitip segini banyaknya?" tanya heran Ibu kepada Anggi ketika tau bahwa 2 koper oleh - oleh yang dibawa Ica adalah milik anak perempuannya.


"Kakak cuma minta tolong dibelikan baju dengan model model yang jarang ada disini kok bu, kakak juga nggak tau kenapa kak Ica beli sebanyak ini" balas Anggi membela diri.


"Kak Ica pengen kakak belajar banyak dari model model yang dibeli disana, kapan kapan kalau ada kesempatan kakak mau diajak jalan jalan ke sana biar banyak belajar fashion" Al menjawab agar Ica tidak merasa bersalah.


"Hmmm, iya bang, tapi nanti boleh kan kakak bongkar bajunya, kakak pengen tau model sekaligus cara buatnya"


"Boleh kok kak, tapi nanti usahakan sisanya bisa dibagikan ke orang orang kalau memang tidak mau dipakai" kata Ica.


"Terimakasih, kak Ica memang yang terbaik" ucap Anggi sambil memeluk Ica.


"Eits, belanjanya pakai uang dari abang loh"


"Jangan salah bang, uang suami sama dengan uang istri, uang istri bukan uang suami, jadi yang belikan kakak ya kak Ica" jawab Anggi.


Semua orang tertawa mendengar candaan Al dan Anggi.


"Bang kita jadi berangkat besok jam berapa ke bali? Terus mertua kamu udah dikasih tau juga belum?" tanya Ayah.


"Besok jam 6 pagi kita berangkat yah, kuta mampir sarapan sama - sama dulu di resto, pesawatnya terbang jam 8 pagi, untuk Papa sama Mamanya Ica udah di kasih tau, tinggal jemput aja besok, kak Gilang dan istrinya juga mau ikut" jawab Al.


"Bagus lah, oh iya bang, kemarin ada manager dari AG**LC (AlamGroup Learning Center) kemari nemuin Ayah, dia laporan bahwa di kota X itu udah terlalu banyak peserta bimbelnya, dari tingkat SD sampai SMA, terus tempatnya hanya pakai satu gedung yang di operasikan bergantian. Karyawan disana sudah mengajukan perizinan untuk membuka gedung baru bagi tiap tiap tingkatan, karena karyawan juga sudah banyak, tenaga pengajar sudah cukup, dan juga pemasukan dan perputaran anggaran disana sudah mulai stabil"


"Iya Ayah, nanti abang hubungi kesana, biar mereka bisa langsung melaksanakan idenya itu, kemudian abang juga sudah menyiapkan hadiah untuk guru - guru sekolah abang yang dulu pernah membantu abang Ayah"


"Mau dikasih apa Al? Kasih mereka hadiah yang pantas yang bisa bermanfaat untuk kedepannya juga, jangan cuma barang yang hanya punya nilai kepuasan sesaat"


"Iya Ayah, abang mau kasih saham di AGLC masing - masing 5% Ayah, jadi meskipun sudah pensiun nanti masih tetap bisa menikmati hasil dari kebaikannya dulu"


"Hmmm itu bagus juga bang, nanti kamu undang aja untuk dateng ke kantor pusat kalau kita sudah datang dari bali, sekalian kita jamu di Ibu Kota nanti"


"Baik yah, yaudah Al mau nyusulin Ica ke kamar dulu ya"


"Iya pergilah" kata Ayah.


"Baik, oh iya do, lu kalau mau pulang dulu nggakpapa dah, gua mau ke rumah mertua dulu nanti siang, habis maghrib nanti lu dateng lagi sekalian bawa barang barang buat ke bali besok, ada yang mau gua omongin"

__ADS_1


"Baik bang, nanti gua kesini lagi, Ayah Ibu pamit pulang dulu" Edo pamit lalu pulang ke apartemennya sendiri.


Al kemudian pergi ke kamarnya, dia melihat Ica sedang menata baju - baju di lemari.


"Sedang apa sayang?"


"Ehh, ini mas abis nyiapin baju buat besok ke bali tadi, sekarang lagi beresin yang nggak jadi dibawa"


"Kenapa nggak baju yang dari paris itu aja dibawa lagi, kan enak nggak bongkar - bongkar koper lagi"


"Ya nggak bisa lah mas, kan kamu besok di bali kerja bukan liburan, aku juga kalau mau ikut disamping kamu harus pakaian formal juga, jadi yang kemarin dibawa ke Paris nggak cocok buat besok"


"Kan bisa beli di bali nanti sayang"


"Nggak boleh gitu mas, jangan mentang - mentang udah punya banyak uang jadi boros, beli seperlunya saja, yang sekiranya punya dan masih bisa dipakai ya kenapa harus beli?"


"Hmmm, kenapa sekarang mode istri hemat gini, kemarin yang belanja 3 koper penuh siapa ya? Apa dia kerasukan?" Al bergumam, namun Ica masih bisa mendengarnya.


"Kalau kemarin itu aku mau beliin buat Anggi, dia itu harus banyak lihat lihat model baju, biar bisa belajar mendesain, enak aja aku dibilang kerasukan. Kamu tuh kalau lagi bikin anak yang kerasukan" Ica bicara frontal dan menggebu - gebu karena dibilang kerasukan.


"Dasar, keliatannya aja cool cool gimana gitu, tau tau jiwa mesumnya nggak ada obat"


"Nggakpapa, yang penting mah bisa bikin kamu merem melek"


"Idih siapa juga yang gitu"


"Lah nggak mau ngaku kalau kamu merem melek keenakan? Aku ada videonya loh yang? Mau nonton?"


"Mana adaa, kamu bohong, coba sini lihat kalau ada videonya. Nggak ada kan? Lagian yang merem melek itu kamu aku mah biasa aja tuh"


"Ohhh biasa aja? tapi waktu itu aku kok kayak denger suara suara aneh yaa? Kalau kamu biasa saja terus yang bilang, Ahhh masss, uuggghh, teruss mass, fasteer mas, akuuu mau sampaiiii. Itu siapa yaaa" ejek Al sambil menirukan suara Ica ketika sedang melakukan aktifitas panas mereka.


Blushh, wajah Ica memerah seperti tomat karena malu dengan ejekan Al.


"Apasih maas, kenapa bahas itu sih"


"Kamu kenapa sayang? Kok merah mukanya?" Al semakin giat menggoda Ica

__ADS_1


"Tauk ah, aku males, nanti malem nggak ada jatah, aku mau tidur sama Anggi nanti malem"


"Eiiits nggak bisa gitu dong, terus kalau kamu sama Anggi aku sama siapa? Masak udah nikah tidurnya sendiri"


"Nggak mau tau, pokoknya aku mau tidur sama Anggi nanti malam"


"Hmmmm, baiklah, nanti malam aku libur jatah sama kamu tidur di kamar Anggi"


"Heeeh?" Ica heran dengan perkataan Al. Kenapa ini manusia tidak melarangnya? Jangan - jangan.....


"Tapi sekarang aku mau minta jatah pagi" kata Al yang seketika membuat lutut Ica lemas.


"Maas, sekarang udah mau siang loh. Ayo siap siap ke rumah Mama dulu" Ica berusaha menghindar karena jika tidak bisa dipastikan mereka akan berada di dalam kamar dengan jangka waktu yang lama.


"Nggak bisa, sekarang waktunya kita bersenang senang dulu, nanti habis Dzuhur baru kita berangkat, masih ada waktu 2 jam"


"Tapi nanti Ibu, Ayah sama adik - adik kamu kedengeran mass, aku nggak mau ya kepergok gituan"


"Aman sayang, Ayah sama Ibu mau pergi ke resto, Anggi sama Andi udah berangkat ke kampus, jadi tinggal kita berdua"


"Tap emmmh" belum selesai Ica bisara mulutnya sudah dibungkam dengan bibir Al.


Mereka Akhirnya melakukan aktifitas yang menyenangkan bagi mereka ber dua di siang hari.


Al benar - benar membuat Ica tidak berdaya setelah satu setengah jam percintaan mereka.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih semua yang sudah membaca karya pertama saya, dan juga mohon untuk memberikan kritik dan saran, karena saya merasa perlu banyak belajar agar bisa terus berlanjut berkarya.


Jangan lupa Like dan dukungannya yaa. ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2