
Setelah perdebatan singkat di depan rumah Ica, akhirnya mereka sampai di restaurant milik orang tua Al.
"Kenapa lama bang?" kata ayah
"Abang tuh yah, masak ngasih kabar kak Ica pas mau sampai di rumahnya, jadi kak Ica keburu buru dandannya, mana kakak sama adek disuruh nunggu di mobil lagi, kan kesel" gerutu Anggi masih tak terima karena disuruh menunggu di mobil
"Kan abang udah minta maaf kak" bujuk al ke adik adiknya.
"Aku maafin tapi besok kakak sama adek mau mobil sendiri" kata anggi memberi syarat.
"Nggak boleh, kamu perempuan lebih baik pakai supir kalau nggak mau dianter Ayah, adek juga balum 17 tahun" tegas Ibu tak mau anak anaknya membawa mobil sendiri saat sekolah.
"Yaah ibuu, kakak kan uda kuliah, sudah mau lulus juga, masak masih nggak boleh bawa mobil" gerutu Anggi.
"Iya, adek juga bulan depan udah 17 tahun, temenku juga udah banyak yang bawa mobil" kata Andi.
Al cuek aja, karena tau Ibunya seperti apa, dari pada ikut kena siraman rohani lebih baik diam pikirnya.
"Tetep nggak boleh, jangan mentang mentang udah jadi orang berada sekarang kita jadi lupa diri, abang nggak boleh beli mobil buat kakak sama adek, masih belum waktunya" kata ibu tegas
"Yaaaa ibuuu" Anggi dan Andi nyerah.
"Kak dek, kalian sekarang sudah enak, sudah punya semua yang kalian butuhkan, kalian nggak perlu kerja keras kayak abangnya dulu waktu sekolah, jadi jangan mudah ngeluh karena nggak di turuti kemauannya, bukan Ibu nggak mau nuruti permintaan kamu, tapi Ibu itu terlalu khawatir sama kalian. Kalian juga tau sendiri kan gimana khawatirnya ibu waktu abang kalian bekerja saat masih sekolah dulu, sekarang karena kita sudah mampu, Ibu nggak khawatir karena anaknya bekerja lagi, tapi kita semua khawatir kalian salah pergaulan setelah punya uang ini" Ayah memberi nasihat ke Anggi dan Andi.
"Kami minta maaf buu" setelah mendengar ucapan ayah Anggi dan Andi langsung memeluk Ibunya.
"Iya nggakpapa sayang, ibu cuma khawatir sama kalian, ibu nggak ingin kalian sampai mengecewakan kami, terutama abang kalian yang sudah berusaha sampai sekarang ini" kata Ibu.
"Iya buu" jawab Anggi.
"Sudah sana duduk di kursi kalian, malu dilihat kak Ica sama yang lain"
"Kakak nggakpapa kalau mau pakai mobil sendiri, tapi harus ikut ujian sim lagi, abang yakin sim yang kamu punya itu hasil tembak dan nggak ikut testnya sama sekali, kalau sudah ada sim yang bener baru abang belikan mobil"
"Bang?" kata Ibu menegur.
"Nggakpapa bu, kakak juga perlu belajar bawa mobil, karena ayah sama abang juga nggak selalu bisa ngantar kalau sibuk, tapi kalau masih bisa antar ya tetap diantar, bawa mobilnya nanti ketika nggak ada yang ngantar baru boleh" Jelas Al
"Makasih baang" Anggi memeluk dan mencium pipi abangnya.
"Iyaa, adek juga nanti kalau sudah lulus SMA baru boleh bawa mobil, sekarang dinikmati saja masa masa SMAnya, jangan terlalu sering bergaul dengan teman teman yang kurang baik"
Ketika pesanan datang, mereka berhenti mengobrol dan lanjut makan tanpa suara, hanya ada dentingan alat makan yang terdengar.
Selesai makan mereka masih lanjut karaoke, jam setengah 11 malam baru mereka memutuskan untuk pulang karena sudah sangat malam, Edo pulang bersama Alex dan Alisa, sedangkan mobil yang tadi ia bawa itu mobil Ayah Al. Anggi.
__ADS_1
"Lu pulang sama siapa do?" tanya Alex.
"Gua pesen ojek aja nanti habis nganter Ayah sama Ibu pulang" jawab Edo.
"Nak Edo nggak usah nganter kami nghakpapa, biar Ayah nyetir sendiri aja, kan rumahmu juga nggak sejalan kalau dari sini" kata Ayah.
"Sama gua aja kalo lu mau langsung pulang do, tuh Ayah juga udah nyuruh" kata Alex.
"Iya, udah lu bareng Alex aja, Ayah juga udah biasa bawa nyetir sendiri kok"
"bang aku sama adek mau ikut mobil ayah aja" ucap Anggi.
"Iya bamg, kamu anter Ica pulang dulu, udah malem banget ini' kata Ibu.
"Iya bu, kalau gitu abang nganter Ica duli, assalamualaikum"
"Ica pamit yaa, assalamualaikum" pamit ica setlah bersalaman dengan orang tua Al.
"Waalaikumusalam" jawab yang masih tinggal disana.
Di dalam mobil Al.
"Maaf ya sayang, tadi sepertinya orang tuaku terlalu asik jadi lupa waktu"
"Iya sayang, jangan lupa pesan Ibu tadi yaa, bilang ke mama nggak usah nyiapin apa apa besok, biar nggak repot repot"
"Meskipun udah bilang gitu juga aku tetep yakin mama pasti masih heboh sendiri nanti"
"Iya juga sih, oh iya sayang, di belakang itu ada paper bag, aku kemarin sebelum pulang beli buat kamu"
Ica menoleh ke kursi belakang dan melihat paperbag warna silver di bawah, ia lalu mengambilnya.
"Apa ini yang?" tanya Ica karena tidak mau membuka sebelum dipersilahkan.
"Buka aja sayang"
Setelah dibuka, isinya ternyata sebuah dress panjang dengan lengan pendek warna putih bermotif bunga yang terlihat simpel tapi elegan.
"Besok dipakai yaa"
"emm, makasih sayang" ucap Ica tulus, lalu mengecup telapak tangannya dan ditempelkan di pipinya Al.
"Kok nggak langsung aja yang, nggak berasa kalau pakai perantara" goda Al.
"Nggak boleh kalau langsung, nunggu halal dulu" jawab Ica sambil bercanda.
__ADS_1
"Halalin sekarang aja mau nggak?"
"Mau kalau KUA masih buka"
Setelah sampai Al turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Ica.
"Aku nggak mampir ya sayang, sepertinya udah pada istirahat orang rumah" kata Al sambil memeluk Ica
"Iya, kamu hati - hati dijalan yaa"
"Iya sayang, assalamualaikum"
"Waalaikumussalam"
Setelah mengantar Ica Al kini sudah sampai di rumahnya.
"Ibu kok belum tidur?" Al melihat Ibunya sendirian di ruang keluarga.
"Nunggu kamu bang, besok malam kita ke rumah Ica bawa apa aja bang? Biar Ibu siapkan mula pagi sama kakak"
"Nggak usah nyiapin apa apa bu, abang udah urus semuanya, besok abang kinta tolong aja, kalau ada mobil box ngantar barang diterima yaa, itu buat seserahan besok"
"Ohh yaudah deh, berarti tinggal berangkat aja kan bang? Jangan sampai ada yang kurang loh"
"Iya buu, udah beres semua kok, bajunya Ibu, Ayah sama adik adik juga dianter besok, biar seragam bajunya"
"Iya sudah bang, kamu naik aja dulu sana, ibu mau ngambil air dulu"
"Iya bu, istirahat yang nyenyak ya, selamat malam" ucap al setelah mencium pipi Ibunya.
"Selamat malam juga bang, kamu juga langsung tidur jangan gangguin mantu Ibu"
"Kalau itu nggak janji bu, hehe"
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih buat yang sudah membaca karya saya, semoga saya bisa memuaskan para readers sekalian dengan karya karya saya kedepannya.
Jangan lupa juga untuk memberikan dukungan kepada saya, karena dukungan kalian akan sangat sangat membantu dan menambah semangat saya dalam berkarya.
Thankyou All.
__ADS_1