Perjuangan Cinta CEO Muda

Perjuangan Cinta CEO Muda
Bab 29


__ADS_3

Setelah aktufitas pagi, Ica dan Al kembali tidur.


Sampai jam 11 siang Ica terbangun karena ingin buang air ke kamar mandi.


"Sudah jam 11, mas Al emang nggak ada puasnya" gumam Ica sendiri. sehabis dari kamar mandi Ica membangunkan Al karena dia sudah lapar dan ingin memesan makanan.


"Mas bangun dulu, udah jam 11 siang loh, aku ke bawah dulu yaa, mau pesan makanan"


"Sebentar sayang, aku ikut juga sekalian keluar deh, kamu juga siap siap gih" kata Al sambil berlalu ke kamar mandi.


"Itu bajunya mas, aku mau video call Ibu dulu" kata Ica ketika melihat Al sudah keluar kamar mandi.


Ica menghubungi Ibu.


"Assalamualaikum Ibu"


"Waalaikumussalam cantik, kamu lagi ada dimana itu?" Ibu bertanya karena melihat latar ica berdiri itu langit cerah.


"Lagi di balkon kamar bu, Ica sama mas Al baru mau pergi"


"Hmmmm, disitu keliatan menara efel nggak?" kata Ibu


"Keliatan kok bu, sebentar" Ica mengganti kamera belakang, dan diperlihatkan kepada Ibu mertuanya letak menara eiffel.


"Bagus yaa, kamu udah pernah naik ke atas sana kah?"


"Udah bu, kemarin malam mas Al ajak kesana"


"Ibu mas Al mau ngajak pulang lusa, karena pertemuan dengan rekan bisnisnya yang ada di thailand di ubah 4 hari lagi, dan pertemuannya di bali, jadi kami pulang agak cepat" Ica menyampaikan apa yang dia bahas tadi setelah subuh dengan Al.


"Ohhh, baguslah kamu nanti bujuk suami kamu buat bawa semua keluarga ke bali, sekalian liburan, Ibu bosen dirumah terus, main ke restoran nggak boleh, ke tempat Anggi nggak boleh" gerutu Ibu


"Iya bu, nanti Ica sampaikan, yasudah bu Ica sama mas Al mau berangkat dulu"


"Iya sayang, Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam bu"


Setelah menghubungi Ibu, Ica masuk kembali ke kamar dan ternyata Al sudah menyiapkan sarapan untuk mereka di meja.


"Sini sayang, kita makan dulu"

__ADS_1


"Iya mas, Oh iya mas, Ibu tadi bilang waktu ke bali kamu disuruh ngajak keluarga sekalian liburan, Ibu tadi juga bilang kalau bosen di rumah terus, mau ke resto nggak boleh, mau ke butiknya Anggi juga nggak boleh, jadi Ibu minta liburan"


"Iya nanti kita berangkat rame rame, sekalian ajak keluarga kamu. Masalah Ibu yang dilarang kemana - mana itu karena waktu mas masih di Australia, Ibu pernah sakit karena kecapekan, waktu itu mas sampai nelfon Adik - adik hampir 12 jam nggak mas matikan dan terus terusan bertanya soal keadaan Ibu, karena mau tau kondisi Ibu. Mulai waktu itu Adik - adik langsung over untuk menjaga Ibu saat mas nggak dirumah, karena mereka nggak mau mas sampai kepikiran dan berakhir mengganggu aktifitas mereka" Jelas Al.


"Ya Allah mass, itu sih kalau aku juga akan tergangguu, mana ada orang telfon sampai 12 jam, ada ada kamu mah"


"Yaaa gimana lagi sayang, namanya jyga khawatir"


"Kalau aku yang sakit apa kamu juga akan gitu?"


"Hehehe, jangankan kamu sakit yang, waktu itu kamu nggak ada kabar satu hari karena ikut Papa perjalanan bisnis di luar negeri saja aku udah ribut sendiri, semua orang kena imbasnya, tanyakan saja ke temen - temen, terutama Edo itu jadi korban utama" kata Al sambil cengengesan.


"Kamu itu berlebihan tau, jangan di biasakan over thinking mas, nanti di lingkungan kerja aku akan sering berkomunikasi dengan sekretaris rekan kerja kamu untuk pembahasan bisnis, kalau kamu over thinking bisa capek sendiri nanti kamunya"


"Kalau sekarang sih udah enggak sebegitunya, karena kamu udah jadi istri aku, dan aku percaya kamu nggak akan ninggalin aku" jawab Al sambil mencium kening istrinya.


Setelah makan siang dan bersantai menunggu sampai habis menunaikan kewajibannya, mereka baru keluar untuk jalan jalan dan berbelanja.


Ica mengajak berkeliling sampai malam hari, mulai mencoba beberapa makanan jalanan, sampai berbelanja produk produk mahal. Al yang aslinya sangat tidak suka menunggu orang berbelanja, tapi dengan Ica dia senang senang saja.


Sampai jam 11 malam mereka baru sampai di hotel, setelah membersihkan diri mereka langsung istirahat karena besok adalah hari terakhir sebelum kembali ke Indonesia, jadi mereka sudah mengatur rencana untuk ke tempat tempat terkenal di kota paris.


>SKIP<


Sampai jam 10 pagi, mereka baru berangkat dari Paris menuju Jakarta.


Sampai di jakarta sudah jam 7 pagi, disana sudah ada Edo yang menjemput.


"Udah tadi do?"


"Baru setengah jam bang, kita mau kemana dulu?"


"Langsung pulang aja do, aku udah kangen masakan Ibu, pasti sekarang lagi pada sarapan" Ica yang menjawab.


"Iya langsung ke rumah do, lu juga belum sarapan kan?"


"Iya bang"


Dari bandara mereka langsung memutuskan untuk pulang ke rumah keluarga Al. 20 menit perjalanan dan akhirnya sampai.


"Assalamualaikum, Ibuu" Saat masuk rumah Ica langsung berlari kecik ke arah dapur mencari mertuanya.

__ADS_1


"Waalaikumussalam sayang, kenapa baru sampai sekarang, kan katanya kemarin udah pulang" tanya Ibu.


"Kan perjalanan 16 jam Ibu, terus juga perbedaan waktu, disana lebih lambat 6 - 7 jam dari disini"


"Oalaaah, Ibu kepikiran dari semalem nak, takut kalian kenapa - kenapa"


"Ibu sih nggak percaya apa kata kakak, kan kakak udah bilang kalau berangkat disana pagi sampai sini besok paginya" kata Anggi yang baru datang ke dapur karena mendengar suara Ica.


"Kak Ica udah beli titipan Kakak kan? Nggak lupa kan?"


"Enggak kak, udah di koper, nanti habis sarapan kita buka bareng - bareng oleh - olehnya"


"Udah ayok bantu Ibu naruh ini semua di meja makan, kita sarapan dulu, sayang kamu panggil Al sama Edo sana, dia kalau udah mbahas kerjaan pasti lupa makan"


"Iya bu"


Serelah Ica memanggil Al dan Edo mereka semua termasuk Ayah dan Andi sarapan bersama sambil mengobrol.


Setelah sarapan Ica meminta tolong Al dan Edo untuk membawa turun 2 koper besar yang berisi oleh - oleh dari paris.


"Ya Allah bang, kamu bawa semua ini dari Paris?" Ayah kaget melihat ada 5 koper yang di bawa turun Al dan Edo dari mobil.


"Iya yah, abang sendiri juga kaget, ini dari 5 koper punya abang nggak sampai 1 koper, mungkin cuma setengahnya, yang lain barang Ica dan oleh - olehnya" jawab Al.


"Itu kalian bawa oleh - oleh karena perlu atau karena membantu menghabiskan jualan orang disana?" tanya Edo yang keheranan.


"Enak saja, ini itu oleh - oleh buat semua orang, jadi harus banyak" kata Ica tidak terima.


Setelah itu semua orang membantu membereskan oleh - oleh yang dibawa Ica, Ica memasukkan oleh - oleh ke tas untuk masing - masing orang, dan ia beri nama supaya tidak tertukar.


Dari 3 koper barang selain barang pribadi Al dan Ica hanya 1 koper saja oleh - oleh untuk orang lain, yang 2 koper adalah barang titipan Anggi ternyata.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih semua yang sudah membaca karya pertama saya, dan juga mohon untuk memberikan kritik dan saran, karena saya merasa perlu banyak belajar agar bisa terus berlanjut berkarya.

__ADS_1


Jangan lupa Like dan dukungannya yaa. ❤️❤️


__ADS_2