
Al, Ica, Mama dan Giska asyik mengobrol dan menonton TV di ruang keluarga, sampai akhirnya terdengar suara adzan ashar, karena komplek perumahan Ica termasuk dekat dengan masjid jadi Al ingin pergi berjamaah di masjid, sekalian mendekat kepada lingkungan daerah sekitar rumah orang tua Ica.
"Sayang mas mau ke masjid ya, mau sekalian mendekat ke orang orang sini, biar nggak dikira aku nggak mau bergaul dengan mereka"
"Hmmm iya mas, mau ganti baju dulu kah? "
"Enggak usah deh, pakai ini aja, masih bersih juga kok, kamu juga langsung sholat yaa, biar nanti habis ashar kalau yang lain udah dateng enak nggak bingung mikirin telat sholat"
"Iya mas, hati hati yaa"
Al berangkat ke masjid sendirian, setengah jam ia baru kembali.
"Assalamualaikum ma" ucap Al ketika sampai di ruang keluarga hanya ada Mama, Ica dan Giska sudah tidak disana.
"Waalaikumussalam, Ica sama Giska ada di belakang Al" kata Mama saat melihat Al sedang melihat lihat sekitar mencari Ica.
"Iya ma, Papa sama Kak Gilang belum pulang?"
"Assalamualaikum" baru di bicarakan Papa, Kak Gilang dan Kak Siska muncul dari ruang depan.
"Waalaikumussalam"
"Lah ini yang kamu tanyakan, baru pulang"
"Udah tadi Al?" tanya Papa
"Iya pa, besok nggak ada agenda penting kan pa? Kita besok berangkat pagi"
"Nggak ada kok Al, tadi udah selesai semua, tapi cuma bisa 3 hari disana"
"Iya pa, Al juga kesana sebenernya ada pertemuan dengan CEO perusahaan besar dari Thailand"
"Iya Ica udah bilang ke papa, kenal dimana kamu sama Mr. Ratnavad?"
"Dulu waktu main di website penyedia jasa cyber security, dia sempat pakai jasanya Al, jadi ketika tau Al udah bikin perusahaan IT dia mau kerjasama juga"
"Kamu kenapa sampai terjun di dunia cyber Al?" tanya Kak Gilang penasaran
"Ya karena dengan itu bisa cari uang cepet kak, dulu aku butuh modal besar buat membesarkan tempat bimbel sampai jadi perusahaan"
"Kamu jadi hacker juga?"
"Iya kak, tapi bukan Cracker, aku lebih ke arah penguji sistem keamanan milik perusahaan - perusahaan yang memakai jasa Al untuk mencari celah dan kelemahan sistem mereka, kalau udah dapet celahnya aku bikin solusi pencegahnya, baru dibayar kak"
"Oalaaah, iya aku pernah denger yang kayak gitu"
Al di rumah orang tua Ica sampai habis Isyak, setelah itu ia mengajak Ica pulang ke rumah orang tuanya.
"Sayang mau pulang ke rumah Ibu sekarang, atau mau nginep sini?"
"Ke rumah Ibu aja mas, tadi aku udah bilang tidur di sana malam ini, besok besok aja kalau mau nginep disini habis dari bali"
"Baiklah ayok pulang sekarang, biar nggak kemaleman, Ibu juga pasti nunggu kita pulang dulu kalau nggak ngasih kabar"
__ADS_1
"Iya mas, ayo pamitan sama yang lain dulu"
Setelah berpamitan ke orang tua Ica, Al dan Ica kembali ke rumah orang tua Al.
"Assalamualaikum bu" ucap Ica setelah masuk ke rumah Ibu.
"Waalaikumussalam sayang, Ibu pikir kalian mau nginep disana tapi lupa ngasih kabar"
"Enggak bu, besok besok aja kalau mau nginep disana"
"Yaudah sana kalian istirahat aja dulu, Ibu masih mau nonton sinetron"
"Iya bu, Ica izin ke kamar dulu ya bu"
Ica dan Al meninggalkan Ibu sendirian di ruang keluarga, mereka berdua masuk ke kamarnya.
"Masih mau tidur sama Anggi kamu yang?"
"Enggak deh mas, kayaknya udah tidur juga anaknya, kapan kapan aja kalau kamu lagi keluar kota sendirian"
"Yaudah ayok bersih bersih dulu" tanpa aba - aba setelah berucap demikian, Al langsung menggendong Ica dan membawanya masuk ke kamar mandi.
"Ehh mas, mau apa ini?"
"Mandi lah, mau apa lagi emang?"
"Yakin mandi doang?" kata Ica sambil terus menuruti gerakan Al yang sedang membantu membuka pakaiannya.
"Apa kata nanti kalau yang lain lain, tergantung sikon"
"Duduk sini yang, aku bantu bersihin yang belakang" Al menarik Ica untuk duduk di depannya dengan posisi ia duduk dengan kaki yang dilebarkan, jadi Ica bisa duduk di tengahnya.
Awalnya Al benar benar membantu Ica menggosok bagian punggung Ica, tapi lama kelamaan sentuhan itu semakin merambat ke titik sensitif Ica.
"Emmmhh" Ica mengeluarkan suara aneh ketika tangan Al mulai menjelajah di bagian bagian tubuhnya.
Al kemudian menyuruh Ica untuk berdiri dan kembali duduk diatas pangkuannya dengan posisi saling berhadapan.
Lalu mereka mulai saling menempelkan bibir mereka dan saling merasakan melalui indra pengecap mereka masing masing.
Mereka terus melakukan itu sambil saling memberikan sentuhan sentuhan yang membangkitkan jiwa lain pada diri mereka, hingga kemudian.
"ughhh" Ica melenguh ketika memasukkan pusaka milik Al kedalam lembah miliknya.
"Ehhmm" Al juga demikian.
"Masss kamu nggak risihkan dengan aku yang seperti ini"
"Ya enggak lah sayang, aku malah makin suka kalau kamu makin berani seperti ini"
"Aahh, maass love youu" Ica mende**h sambil mengucapkan kata cinta untuk Al ketika sampai di puncak pertamanya.
"Aku capek mass, udah yaa" kata Ica sambil mengatur nafasnya.
__ADS_1
"Ehh, jangan dulu dong, kan aku belum selesai, sekarang biar aku yang gerak, oke"
Al kemudian memposisikan Ica sedikit membungkuk membelakangi dirinya dengan bertumpu pada kedua lutut dan tanganya yang berpegangan pada pinggiran bathub, lalu ia memulai pergerakannya dari belakang.
"Ughhhh kamu seperti uddah banyak pengalaman maass"
"Tentu aku belajar untuk bisa memuaskanmu sayang"
Al terus menggerakkan badannya untuk mencapai puncaknya dengan Ica.
"Aahhh"
"Uuhh"
"Eemmmhh"
Ica terus mengeluarkan suara - suara indahnya, hingga akhirnya
"Mmmaaass, cepett akuu mau sampaaiih"
"Barengan sayaaang"
"Aaaakhhh" setelah 30 menit akhirnya mereka sampai secara bersamaan.
Setelah sesi percintaan mereka, Al meninggalkan Ica di bathub dan pergi membasuh tubuhnya di shower, setelah Al selesai Ica lalu menyusul membasuh di shower juga.
Hampir satu jam mereka baru keluar dari dalam kamar mandi, setelahnya Al membantu Ica berpakaian dan begitu juga sebaliknya.
Setelah selesai ganti baju dan mengeringkan rambut, Al dan Ica kemudian berbaring sambil saling memeluk dinatas ranjang mereka.
"Sayang kamu kok nggak libur ya bulan ini, bukannya biasanya kamu libur ketika sebelum tanggal 20an kan ya, ini udah tanggal 25"
"Sebenarnya aku udah libur sebelum menikah mas, tapi nggak lancar, cuma 2 hari doang, biasanya kalau habis nggak lancar gitu selisih beberapa hari libur lagi, tapi sampai sekarang nggak libur juga"
"Hmmm, besok pas sampai di bali, kita cari rumah sakit dulu ya, kita periksa sekalian tanya - tanya tentang program kehamilan"
"Iya mas, kalau aku langsung hamil sekarang gimana mas?"
"Gimana apanya sayang, ya pasti seneng lah aku"
"Hmmm syukurlah, aku takut kamu masih belum ingin punya bayi, secara kamu sendiri kan udah kayak bayi kalau sama aku"
"Bayi yaa, baiklah aku jadi bayi malam ini" kata Al sambil tiba tiba mengangkat baju tidur Ica dan mulai menyusu seperti bayi.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya pertama saya.
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberikan dukungan dan juga saran agar saya bisa lebih giat dan lebih termotivasi untuk terus berkarya.
Terimakasih banyak..