Permisi, Cinta!!!

Permisi, Cinta!!!
Kenalkan Aku


__ADS_3

Novi yang datang berkunjung ke rumah neneknya yang satu kampung denganku, dan berniat untuk mencari kerja.


"Tok tok tok... Assalamu'alaikum" kata seseorang sembari mengetuk pintu rumahku.


"Walaikumsalam" sahutku dari dalam rumah, dan kutaruh rokokku di asbak "ehhh om pras, ada apa om?" lanjutku sambil membukakan pintu.


"Sedang apa gil? " Tanya om pras sambil tersenyum tipis.


"Lagi nyantai aja om, ohhh iya masuk dulu om. Silahkan duduk" sambungku lagi.


"Tumben om dateng sore-sore, ada apa nih?" tanyaku dan kulanjutkan menghisap rokokku.


"Ohhh gini, saya mau minta tolong buat bikinin lamaran pekerjaan keponakan saya. Kenalin dulu, ini novi namanya" kata om pras.


"Ohh iya om" "saya agil" sambil kujulurkan tanganku kepada gadis itu. "novi" sambungnya dengan manganggukkan kepala.


Setelah itu lalu om pras berpamitan karena ada urusan.


"Gil tolong dibantu ya"


"Baik om saya akan coba membantunya" sautku


"Nov, om tinggal dulu ya, om ada urusan sebentar. Nanti kalo sudah beres, telpon om saja" kata om pras sembari beranjak dari tempat


"Iya om nanti novi telpon" sambung novi


"Kalo om lagi repot biar nanti saya antar saja om" sautku


"Tidak usah mas, biar nanti saya telpon om aja" lanjut novi


"Tidak apa-apa nov, deket ini" sambungku


"Bener nih gak ngerepotin kamu gil?"


"Bener om gak papa"


"Ya sudah om tinggal dulu ya nov? Tolong ya gil" ucap om pras sambil melangkah keluar rumah


"Santai ommmm, hati-hati om" pungkasku


Tinggallah aku berdua dengan novi. Ada perasaan malu dan grogi kurasakan. Sempat hening beberapa saat, hanya aku yang menghisap rokok dan novi asik dengan gadgetnya. Lalu kuambil laptopku.


"Mau melamar kerja di mana mbak?" kubuka obrolan untuk memecah keheningan


"Belum tau mas, aku masih bingung"


"gak usah panggil mas, panggil agil aja. Biar gak kelihatan tua"


"kamu juga gak usah panggil aku mbak, kelihatannya aku jauh lebih muda dari kamu" candanya


"hahaha" dan kamipun tertawa bersama.


"kamu kerja di mana gil? "tanya nya


"aku belum kerja, aku masih kuliah" jawabku sambil mengedit surat lamaran untuknya yang kudapat dari hasil googling.


"kamu gak kuliah? Atau mau kerja sambil kuliah? "sambungku


"enggak, aku gak pengen kuliah. Aku mau bantu orang tua cari duit aja" jawabnya sambil tersenyum.


"wanita hebat, lebih memilih membantu orang tua ketimbang melanjutkan pendidikan" pujiku


"woeee gil, ayoook cari keringat (bermain bola)" terdengar teriakan teman-temanku dari luar rumah.


"lanjooooot, aku libur dulu.lagi ada kesibukan (hahaha) " teriakku dari dalam rumah menyauti teman-temanku sambil tertawa.


"sibuk terossss" sautnya lagi sambil berlalu pergi.


"sorry ya gil, kamu jadi gak bisa gabung sama teman-temanmu" kata novi


"udaaahhh santai aja, masih ada hari esok kalo cuman olahraga. Santai aja" jawabku


Memang kegiatan di kampungku setiap sore bermain bola untuk menghabiskan waktu senja. Tidak ke pantai atau ke puncak sambil menikmati senja dan menikmati kopi sambil merokok seperti mereka- mereka di luaran sana. Yaaaa memang terkadang sangat membosankan, tapi ya memang begitulah keadaannya.


"udah beres nih nov" sambil kusodorkan lamaran pekerjaannya


"makasih ya gil, sudah membantu" jawabnya sambil menyambut kertas yang


"aku telpon om pras dulu"imbuhnya


"ohh gak usah, biar aku antar saja"


"gak ngrepotin nih?" kata novi


"gakpapa, biar kuantar"


Lalu kunyalakan motor kesayanganku yang sudah menemaniku sejak masa SMA dulu.


"ayo nov, pegangan yang erat" candaku


Dan hanya dijawab dengan senyum yang indah. Di perjalanan tidak ada sepatah kata yang kami ucapkan. Dan jarak rumahku dengan rumah neneknya yang tinggal bersama om pras tidak begitu jauh.


"makasih ya gil udah mau ku repotin" kata novi sambil turun dari motor.


"ya nov sama-sama, santai aja" jawabku


"aku langsung pulang ya nov" imbuhku

__ADS_1


"ehhh gak mampir dulu?"sambung novi


"makasih nov, mau mandi. Kamu juga tuh mandi biar gak bau"candaku sambil berlalu pergi


"hahaha sialan,hati-hati" balasnya dengan senyuman indahnya


Dan malam mulai datang, biasanya rumahku jadi tempat tongkrongan anak-anak muda kampungku, tapi tumben malam ini sepi. Hanya ivan yang datang.


"ehh gil, siapa cewek tadi? " tanya ivan


"ohh si novi, keponakannya om pras"


"cantik juga, bisalah dikenalin" pintanya


"masa iya? Aku gak terlalu merhatiin" jawabku cuek sambil asyik dengan gadgetku


"ahhhh kamu gak tau cewek cantik,gak doyan cewek kah kamu? Pacaran dong sekali-kali " ledeknya


"apa itu pacaran? Hanya membuang waktu dan tenaga" jawabku sambil berlalu pergi ke dapur untuk menyeduh kopi.


Malam pun berlalu seperti biasanya, kegiatanku hanya begadang menghabiskan waktu bersama teman-temanku. Tidak ada yang spesial, hanya berlalu begitu saja.


"gimana nov lamarannya? Udah beres? " tanya om pras sambil menyeruput teh di pagi hari.


"sudah om, tinggal nyodorin saja ke perusahaannya"jawab novi.


"semoga rejeki kamu ada di sini ya nov."lanjut om pras


"amin om" pungkas novi


Sore itu setelah turun hujan, aku pergi ke warung kopi bersama ivan, dan bertemulah dengan om pras.


"ehh om lagi ngopi nih? "tanyaku


"iya gil, sore-sore dingin gini enaknya ngopi"jawabnya


"yoi om, kok keponakannya gak diajak om? Hehe"tanya ivan


"mulai dehhh, gak usah dikenalin ke ivan om si novi"jawabku


"rese amat sih gil, ya kali jodoh" jawabnya


"gak mungkin mau si novi sama kamu" jawabku meledek


"terus maunya sama kamu gitu gil" saut om pras


"hehehe ya gak juga om" jawabku


"tuhhhh si om pras asyik orangnya, boleh kenalin dong om"sambung ivan


"ya kalo mau kenalan main aja ke rumah" jawab om pras


"ya sono kamu sendiri, kan kamu yg pengen kenalan"timpalku


Om pras hanya tersenyum melihat kami berdebat.


"ahhh gak asik kamu gil, ayooo lah" ajak ivan lagi


"iyaaa iyaaa besok kuanterin main tempat om pras" jawabku malu


Akhirnya keesokan malamnya aku dan ivan berkunjung ke rumah om pras.


"assalamu'alaikum..." aku mengucapkan salam


"walaikum salam" terdengar jawaban dari dalam rumah om pras


Ternyata novi yang membukakan pintu, aku tertegun melihat novi malam itu.


"ehh agil, masuk gil" sapa novi yang malam itu terlihat memang cantik


"cari om pras? " lanjutnya


"tidak, mau ketemu kamu saja" saut ivan


Aku masih kikuk saat itu, malu, grogi dan yang sejenisnya lah.


"aku ivan" kata ivan sambil menyodorkan tangannya


"novi" jawabnya sambil


"ehh gil, ngapa diem aja? Ngomong dong. "kata ivan sambil mengguncangkan badanku


"iya...iya mau ngomong apa?" jawabku sedikit gemetar


"biasa aja, gausah grogi gitu. Ya gak nov? " imbuh ivan demgam tingkah konyolnya


Novi hanya tersenyum simpul.


Akhirnya aku memberanikan diri untuk ngobrol


"eee om pras kemana? "tanyaku


"ada di dalam"jawab novi


"kenapa gil? Mau ketemu saya? Udaahhhhh ngobrol aja gakpapa"saut om pras dari dalam


"siaaaaap om" saut ivan lagi

__ADS_1


"gimana dengan lamarannya nov? "tanyaku memberanikan diri


"udah aku apply ke beberapa perusahaan, tinggal nunggu panggilan" jawab novi. "semoga berhasil ya nov" imbuhku. "makasih gil"


Malam itu aku merasa sangat grogi, malu dan sebagainya. Bagaimana tidak? Baru kali ini aku merasakan hal seperti ini. Dan ditempat om pras, aku tidak banyak bicara. Hanya ivan yang selalu ngobrol, karena memang ivan orangnya ceplas ceplos.


Dan waktu sudah agak larut


"nov kami pamit dulu ya,udah malem. " kataku


"kapan-kapan kami main ke sini lagi ya nov? "sambung ivan


"ohh iya boleh"jawab novi sambil tersenyum q


Setiba di rumahku, ivan tak henti-hentinya memuji kecantikan novi.


"cantik banget si novi,aku mau jadi pacarnya" kata ivan sambil


"yaudah sono kalo dia mau"jawabku


"kamu gak mau sama novi gil? "tanya


"entahlah, mau ngopi gak? " jawabku mengalihkan pembicaraan


"ya mau dong"


"ehhh gil, kayaknya tu bocah suka sama kamu. Tadi itu dia curi-curi pandang mulu ke kamu? "kata ivan


"ahh masa iya? Kok aku gak tau ya? "jawabku sedikit kepo dan GR


"mangkanya jangan kebanyakan nunduk kalo sama cewek"


Kami pun menikmati kopi dan rokok malam itu sambil berbicara tentang kecantikan novi.


Sejak malam itu aku sedikit agak sering memikirkan novi. Dan ingin rasanya kenal lebih dekat dengannya.


"om novi besok ada panggilan kerja. Om bisa anter novi gak? " pinta novi ke om pras dengan senang karena ada panggilan kerja


"om gak bisa nov, om ada kerjaan juga"jawab om pras


"yahhh gimana dong om? Novi belum hafal daerah sini" rengek novi


"sebentar" kata om pras


Lalu om pras menelpon


Kriiing..! Kriiing...!


"halo om" jawab ku


"gil, bisa minta tolong gak?"jawab om pras


"gimana om? "tanyaku


"besok kalo gak sibuk saya minta toling anterin novi, dia ada panggilan kerja"pinta om pras


"baik..baik ommm"jawabku semangat


"makasih ya gil udah mau direpotin"jawab om pras


"sama-sama om" jawabku girang sambil menutup panggilan telpon


"besok dianter agil ya nov, tadi om udah telpon dia"kata om pras. "iya om, makasih ya om"jawab novi


Aku tak sabar menunggu pagi datang,hatiku bergejolak, rasaku tak menentu. Senang dan malu menjadi satu.


Pagi itu penuh dengan semangat kupacu motorku ke rumah om pras.


"ehh om sudah mau berangkat kerja"tanyaku ke om pras sambil tersenyum


"iya ding gil, tolong anterin novi ya? "perintah om oras


"siap om"jawabku semangat


"sudah siap nov"tanyaku malu


"sudah gil, ayok berangkat"jawab novi


Aku sudah tidak grogi lagi, hanya sedikit malu. Kuajak novi sarapan dan ngobrol basa-basi hingga akhirnya kami bertukar nomor telpon. Senang sekali perasaanku saat itu.


"sudah beres nov"tanyaku


"sudah, maaf lama ya? "jawab novi


"gakpapa nov. Gimana hasilnya? "tanyaku


"alhamdulillah minggu depan sudah boleh kerja"jawab novi


"selamat ya. Yaudah, pulang yuk"ajakku


"ayooo"pungkas novi.


Malam itu rasanya ingin ku telfon novi untuk memberikan ucapan selamat sekali lagi, tapi aku malu. Tidak tau harus berbasa-basi seperti apa. Akhirnya aku kirim pesan singkat saja agar tidak terlalu malu dan grogi.


"sekali lagi selamat ya nov udah keterima kerja" ucapku dalam pesan itu


"makasih ya gil. Kamu baik deh"jawab novi

__ADS_1


Mendapat jawaban itu rasanya aku ingin terbang, aku sangat senang.sambil tersenyum sendiri melihat layar hp ku. Dan ivan datang mengagetkanku.


__ADS_2